Berhenti Danai Pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Ingat tahun 2019? Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan KUALITAS UDARA TERBURUK sedunia. Salah satu penyebab utamanya: 8 PLTU yang beroperasi di sekitaran Jakarta.
 
Tapi, masih saja ada rencana membangun 2 PLTU “Jawa 9 dan 10” di Banten, dengan kapasitas 2000 Mega Watt. Salah satu Bank yang akan membiayai: DBS Bank. Polusi udara bukan dikurangi, malah bisa bertambah!
 
Bukan hanya memberikan dampak kerusakan lingkungan, menurut hasil riset Greenpeace diperkirakan akan ada lebih dari 4.700 kematian dini kalau 2 PLTU ini beroperasi, akibat polusi yang dihasilkan.
 
Tapi gimana dong, kalau memang butuh?

Kepala PLN pernah bilang, 40% dari total listrik yang diproduksi PLN tidak terpakai. Dan menurut Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, sudah 28% dari listrik yang diproduksi di Jawa-Bali dipakai untuk cadangan. 

Jika kita membutuhkan tambahan kapasitas, Indonesia dikaruniai banyak sumber ENERGI TERBARUKAN; sinar matahari, angin, air, dan lainnya. Kenapa kita malah terus kecanduan batubara dan rela mengorbankan lingkungan serta kesehatan?
 
Padahal, DBS punya komitmen untuk mencegah perubahan iklim dan fokus di energi bersih, terutama setelah 2021. Tapi kok mereka seakan kejar deadline dengan investasi besar-besaran di PLTU yang jelas kontradiktif terhadap komitmen itu.
 
“Kita harus cegah kehancuran dunia akibat perubahan iklim!” Itu bukan dari aktivis lingkungan, namun dari Presiden Jokowi. Dan beliau benar! Kehancuran sudah terlihat hari ini. Kebakaran hutan dan banjir dimana-mana contoh nyatanya.
 
Saatnya kita melakukan sesuatu. Hentikan pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10, dan mulai investasi pada energi terbarukan.
 
Tanda tangan sekarang untuk desak DBS berhenti danai pembangunan PLTU Jawa 9 and 10.
 
Dengan menandatangani petisi ini, nama anda akan tercantum pada aksi publik yang ditujukan ke DBS Bank dengan pesan sebagai berikut:
 
====
 
Dear Piyush Gupta, CEO DBS:
 
We are writing to urge DBS to stop considering funding the 2,000 MW Jawa 9 and 10 coal power project in Banten, Indonesia, near Jakarta.
 
This project will pollute the air in surrounding areas and beyond, and impact the lives of local communities.
 
Last year, Jakarta's air quality was ranked as one of the worst in the world.  This poor air quality will be worsened by Jawa 9 and 10, with experts estimating the plant will cause 4,700 premature deaths over its operating life. The value of the project is also questionable given the significant reserve of electricity in the Jawa-Bali grid, and when, in the past, around 40% of the total electricity produced by PLN was unused.
 
DBS claims to understand the need to urgently tackle climate change. Experts say the world needs to be completely out of coal by 2040 to ensure a safe climate. Indonesia has the chance to develop cleanly and cheaply with renewables, especially now building new solar power is cheaper than new coal power.
 
If it fund Jawa 9 and 10, DBS would be playing a critical role in bringing this polluting, unnecessary coal plant online. We urge DBS to take responsibility for keeping our planet liveable.
 
Mr Gupta, stand up for clean air and a safe climate. Say no to Jawa 9 and 10.
 
===