Surat Cinta Untuk Bapak Bupati Wonosobo

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Surat Cinta Untuk Bapak Bupati Wonosobo

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Pada hari ini, Kamis 3 Januari 2019 Persatuan Ojek Konvensional Dan juga Angkot Se Kab.Wonosobo telah melaksanakan aksi damai Penolakan Terhadap Transportasi Online di Wonosobo.

Sekitar -+3000 personil dikerahkan dalam aksi tersebut. Dan pada akhirnya membuahkan hasil secara lisan bahwasannya Kepala Dinas Perhubungan kab.Wonosobo dan instansi terkait menyetujui tuntutan dari para peserta aksi tersebut. Intinya Ojek Online diWonosobo akan "DITUTUP".

Kami sebagai masyarakat kab.Wonosobo yang awam akan pengetahuan regulasi hukum maupun aturan-aturan yang ditetapkan tersebut,Kami merasakan "KEKECEWAAN" kepada Pemerintah Kab.Wonosobo yang secara terang menutup Ojek Online diKab.Wonosobo.

Sebagai Kota berkembang,apakah salah jika hadir transportasi berbasis online di kab.Wonosobo ini yang pada dasarnya ini adalah menjawab atas tuntutan tekhnologi yang kian maju? Dari info yang didapatkan dari salah satu pengurus driver online wonosobo,setidaknya ada -+800 Driver Bike dan 70 Driver Car yang merasa keberatan atas Kebijakan yang Bapak buat ini. Selain itu ada lebih dari 250 outlet makanan yang bermitra kepada provider transportasi online diwonosobo yang mereka anggap menjadi salah satu fasilitas untuk menambah perekonomian usaha mereka. Coba bapak bayangkan layanan transportasi berbasis online ini sekarang menjadi salah satu layanan yang sangat memudahkan masyarakat kab.Wonosobo, yang seperti kita ketahui bahwasannya sulitnya moda transportasi diWonosobo ini. Tidak semua daerah diWonosobo ini dijangkau transportasi umum, apalagi dimalam hari, Justru malah dihentikan. Hak kebebasan untuk memilih transportasi umum direnggut paksa, masyarakat dipaksa untuk memilih angkutan umum yang penuh ketidakpastian.

Ketidakpastian waktu tempuh karena banyak angkutan umum konvensional terutama Angkutan Kota yang mengetem disembarang tempat sehingga waktu tiba di tujuan tidak bisa ditentukan.

Kalau perizinan transportasi online dipertanyakan, lantas bagaimana dengan rental mobil atau ojek pangkalan? Bagaimana membedakan transpotasi online dan non-online? Bagaimana membedakan ojek pangkalan dengan ojek online? Bagaimana membedakan mobil rental yang bawa penumpang? 

Kalau transportasi online dilarang, itu artinya sama saja kami konsumen dilarang menggunakan ojek pangkalan, dilarang menggunakan becak, dilarang menggunakan mobil rental.

Kami meminta kepada Bapak Bupati untuk mempertimbangkan Kebijakan yang telah bapak putuskan ini, Karena bukan hanya berdampak pada pelaku driver saja, sedangkan lapangan pekerjaan yang sulit diKab.Wonosobo ini juga menjadi perhatian khusus yang perlu bapak tuntaskan. Diluar itu bagaimana nasib para pengusaha umkm dikab.Wonosobo yang sudah berjalan dan sangat membantu perekonomian diWonosobo ini. Akankah dengan kebijakan ini akan merubah kab.Wonosobo ini menjadi lebih baik pak? Kami hanya sebagai masyarakat yang ingin merasakan kemudahan tekhnologi seperti dikota-kota maju lainnya pak. Jangan bapak renggut Hak Kami untuk memilih moda transportasi yang kita inginkan. Banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan ini tapi tidak untuk mengalahkan salah satu dari mereka pak. Sungguh kami meminta kepada yang terhormat Bapak Bupati Wonosobo,Bapak Eko Purnomo dan Bapak Wakil Bupat,Bapak Agus subagyo sekiranya mengkaji lebih dalam keputusan yang bapak buat. 

Kami berharap Bapak sebagai wakil kami "Masyarakat" mempertimbangkan suara masyarakat bapak ini,karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.



Hari ini: Raditya mengandalkanmu

Raditya Aska membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bupatiwonosobo: Surat Cinta Untuk Bapak Bupati Wonosobo". Bergabunglah dengan Raditya dan 13.823 pendukung lainnya hari ini.