TANGKAP, PECAT & PENJARAKAN KEPALA DESA SUMBEROTO – KEPOHBARU – BOJONEGORO – JAWA TIMUR

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Bersama ini kami warga desa Sumberoto Kepohbaru Bojonegoro sengaja mengadukan permasalahan di desa kami bahwa kepala desa kami telah melakukan tindak pidana korupsi, penipuan dan pemerasan kepada warga desa.

Sungguh kami warga sumberoto telah bertekat untuk tidak memilihnya ketika pilkades berlangsung pada 26 juni 2019 lalu, namun kondisi desa yang sedang paceklik, panen gagal dan kesulitan ekonomi telah dimanfaatkan oleh sdr. Dadang untuk membeli suara warga desa dalam pilkades. Sdr. Dadang telah melakukan money politic dengan membagi-bagi uang dari yang paling rendah 1 juta hingga 2 juta rupiah tiap kepala dan akhirnya warga yang awalnya telah bertekat untuk tidak memilihnya terpaksa memilihnya karena kesulitan ekonomi dan sumpah ketika menerima uang suap dari sdr. Dadang melalui orang-tuanya dan botoh2nya.

Kami sudah melaporkan perbuatan kepala desa (Dadang) pada Polres Bojonegoro dan beberapa saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun sekarang sepertinya telah dihentikan konon informasinya karena lobi yang dilakukan oleh pihak Dadang dengan oknum di polres Bojonegoro.

Kami juga telah mengirim surat pengaduan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro namun karena ada document LPJ yang harus kami lengkapi yang kami tidak berhasil mendapatkan salinannya maka kejaksaan hingga sekarang belum bisa bertindak. Usaha untuk meminta LPJ ke desa tidak ditanggapi dengan berbagai alasan.

Kami merasa buntu untuk mengadu kepada siapa karena itu kami menulis petisi ini, sungguh kepada desa sumberoto telah berbuat melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya. Berikut adalah catatan kami tentang perbuatan melawan hukum dan merugikan negara, merugikan warga desa Sumberoto antara lain:

1.      Pengangkatan perangkat desa telah disalah gunakan untuk mencari keuntungan pribadi kades, dengan cara meminta uang kepada calon perangkat desa yang telah terpilih/lulus sejumlah uang bahkan ada yang hingga 50 juta rupiah.

2.      Mark up harga bahan bangunan dan beaya pembangunan sarana desa: jalan desa, parit saluran air dll. Pekerjaan desa juga selalu ditenderkan untuk tujuan kong-kalikong dengan pemborong padahal tujuan tender seharusnya untuk keterbukaan.

3.      Perangkat desa dimintai uang Rp 200,000 tiap kali perangkat terima gaji dengan berbagai alasan keperluan kecuali perangkat yang menjadi kroninya.

4.      Urusan PPAT dan pengurusan sertifikat tanah/sawah milik warga yang semua sudah bayar dengan harga lebih mahal dari desa tetangga namun hingga sekarang sudah ada yang 5 tahun lamanya sertifikat belum jadi. Warga curiga uang telah digunakan untuk keperluan pribadi kades.

5.      Bantuan pupuk dari Deptan tidak dibagikan pada petani tetapi dijual dalam toko milik bapaknya.

6.      Bantuan alat pertanian tractors tangan dijual pada orang (kroni dan saudara2nya).

7.      Manipulasi harga (markup) bantuan perumahan untuk warga tidak mampu sehingga rumah yang dibangun sangat tidak layak huni dan  beberapa telah diperbaiki oleh warga dengan cara gotong-royong. Beberapa penerima bantuan bedah rumah terpaksa membeli bahan bangunan sendiri agar rumahnya menjadi lebih layak huni.

8.      Lelang asset desa PAMDES dan Tanah Desa dilakukan secara tertutup agar lelang dimenangkan oleh kroni-kroninya.

9.      Bagi² asset desa untuk kroni kroni nya RT dapat bengkok, Waker Kuburan yg tidak pernah ngurus kuburan dikasih bengkok.

10.  Belanja fiktif bahan bangunan berupa besi beton untuk pembangunan masjid ada laporan keuangan tetapi tidak ada material yang dibeli dan pembangunan masjid juga tidak ada dilakukan.

Ke10 catatan ini hanya sebagian dan tentu banyak lagi kasus-kasus penyalahgunaan wewenang yang dulu kami amanatkan kepada sdr. Dadang.

Sekarang dengan kekuatan keuangan keluarga Dadang dan kondisi ekomoni mayoritas warga desa yang miskin telah dimanfaatkan untuk memenangkan kembali pilkades yang ke-3 kalinya, kami semakin pupus harapan untuk mendapat pemimpin yang bisa mengayomi dan membangun desa kami.

Untuk itu mohon dengan sangat kepada bapak/Ibuk pemimpin kami yang lebih tinggi dan bapak/ibu penegak keadilan agar segera dilakukan pemecatan saudara Dadang dan mengadilinya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Terima Kasih atas perhatian dan tindaklanjutnya.

Hormat kami

atas nama warga desa Sumberoto