Hentikan iklan yang menampilkan Ketelanjangan

Masalahnya

Akhir-akhir ini banyak sekali iklan dari Bukalapak (http://www.bukalapak.com) yang menampilkan iklan dengan materi gambar wanita maupun pria yang hampir "telanjang".

Iklan ini tampil di situs umum untuk semua umur, misalnya Kompas.com, Antaranews.com, Liputan6.com, Merdeka.com dan situs berita atau situs umum lainnya, yang saya yakin berfungsi sebagai media informasi dengan tujuan mulia mengawal demokrasi dan mencerdaskan bangsa.

Iklan dengan gambar wanita yang hanya mengenakan lingerie sangat tidak baik untuk di tampilkan di situs-situs umum yang menjadi konsumsi semua umur.

Ironisnya, situs Bukalapak.com adalah salah satu situs dengan founder orang asli Indonesia yang menjadi kebanggaan, akan tetapi menjalankan iklan yang dapat merusak generasi muda dan dibawah umur.

Anehnya lagi, iklan ini lolos Google Adwords (https://www.google.com/adwords), padahal secara tegas telah ada dalam ketentuan mereka (https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6023699?hl=id&ref_topic=1626336), atau mungkin karena belum adanya laporan.

Begitu juga dengan Criteo (http://www.criteo.com) melarang penggunaan setiap gambar, grafis atau konten yang cabul, termasuk ketelanjangan, teks bernada seksual, gambar atau situasi atau menggunakan bahasa yang tidak pantas atau provokatif. (http://www.criteo.com/advertising-guidelines/)

Secara detail, tidak diketahui metode periklanan ini, apa RPM (Rate Per Million) atau CPC (Cost Per Click), akan tetapi dengan iklan yang menampilkan ketelanjangan dan wanita hanya mengenakan lingerie, tentu akan meningkatkan klik. Misalnya jika RPM (Rate Per Million) yang mungkin hanya berharga US $ 2 per RPM, iklan biasa mungkin hanya akan mendapatkan klik sebanyak 1-3 %, artinya dengan 2 dolar hanya mendapat klik 10-30 tiap 1000 kali tampil. Mungkin, dengan gambar iklan wanita hanya mengenakan lingerie akan mencapai 50%, atau 500 klik per 1000 kali tampil.

Iklan pintar metode seperti ini biasanya membaca histori dan cookies dari pengunjung tentang produk yang mereka cari. Lalu ads server akan meminta pada server bukalapak.com dan bukalapak.com akan memberi daftar produk yang akan ditampilkan, beserta dengan gambarnya juga.

Dalam hal metode iklan seperti ini semua kontrol dan tampilnya materi iklan mungkin terletak di bukalapak.com, karena tidak adanya pemeriksaan dari Google Adwords sebelum adanya laporan.

Dengan itikad baik menjaga kesopanan dan menyelamatkan generasi muda yang mungkin masih dibawah umur agar tidak melihat hal yang kurang baik sebelum waktunya, kami meminta Bukalapak.com untuk tidak menampilkan iklan yang mengumbar ketelanjangan.

avatar of the starter
Catur CaturPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 44 pendukung

Masalahnya

Akhir-akhir ini banyak sekali iklan dari Bukalapak (http://www.bukalapak.com) yang menampilkan iklan dengan materi gambar wanita maupun pria yang hampir "telanjang".

Iklan ini tampil di situs umum untuk semua umur, misalnya Kompas.com, Antaranews.com, Liputan6.com, Merdeka.com dan situs berita atau situs umum lainnya, yang saya yakin berfungsi sebagai media informasi dengan tujuan mulia mengawal demokrasi dan mencerdaskan bangsa.

Iklan dengan gambar wanita yang hanya mengenakan lingerie sangat tidak baik untuk di tampilkan di situs-situs umum yang menjadi konsumsi semua umur.

Ironisnya, situs Bukalapak.com adalah salah satu situs dengan founder orang asli Indonesia yang menjadi kebanggaan, akan tetapi menjalankan iklan yang dapat merusak generasi muda dan dibawah umur.

Anehnya lagi, iklan ini lolos Google Adwords (https://www.google.com/adwords), padahal secara tegas telah ada dalam ketentuan mereka (https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6023699?hl=id&ref_topic=1626336), atau mungkin karena belum adanya laporan.

Begitu juga dengan Criteo (http://www.criteo.com) melarang penggunaan setiap gambar, grafis atau konten yang cabul, termasuk ketelanjangan, teks bernada seksual, gambar atau situasi atau menggunakan bahasa yang tidak pantas atau provokatif. (http://www.criteo.com/advertising-guidelines/)

Secara detail, tidak diketahui metode periklanan ini, apa RPM (Rate Per Million) atau CPC (Cost Per Click), akan tetapi dengan iklan yang menampilkan ketelanjangan dan wanita hanya mengenakan lingerie, tentu akan meningkatkan klik. Misalnya jika RPM (Rate Per Million) yang mungkin hanya berharga US $ 2 per RPM, iklan biasa mungkin hanya akan mendapatkan klik sebanyak 1-3 %, artinya dengan 2 dolar hanya mendapat klik 10-30 tiap 1000 kali tampil. Mungkin, dengan gambar iklan wanita hanya mengenakan lingerie akan mencapai 50%, atau 500 klik per 1000 kali tampil.

Iklan pintar metode seperti ini biasanya membaca histori dan cookies dari pengunjung tentang produk yang mereka cari. Lalu ads server akan meminta pada server bukalapak.com dan bukalapak.com akan memberi daftar produk yang akan ditampilkan, beserta dengan gambarnya juga.

Dalam hal metode iklan seperti ini semua kontrol dan tampilnya materi iklan mungkin terletak di bukalapak.com, karena tidak adanya pemeriksaan dari Google Adwords sebelum adanya laporan.

Dengan itikad baik menjaga kesopanan dan menyelamatkan generasi muda yang mungkin masih dibawah umur agar tidak melihat hal yang kurang baik sebelum waktunya, kami meminta Bukalapak.com untuk tidak menampilkan iklan yang mengumbar ketelanjangan.

avatar of the starter
Catur CaturPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Bukalapak.com
Bukalapak.com
Criteo
Criteo
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 10 Januari 2016