Bubarkan Densus 88 dan Tinjau Revisi UU Anti Teror di Indonesia!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan terorisme di Indonesia. Pasukan khusus ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

“Berapa harga nyawa WNI? Apa dua gepok uang itu.”
 
Sedikitnya diduga 121 orang tak bersalah telah meregang nyawa di tangan pasukan Detaseman Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri usai ditangkap karena dituduh sebagai jaringan kelompok teroris.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, pola penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan Densus 88 terhadap terduga teroris berbahaya. Hal itu menurut Ray mengancam masyarakat luas, karena bisa saja menjadi sasaran pasukan elit anti teror itu.
 
“Pola ini bisa membahayakan kita semua. Memalukan, sejarah akan mencatat, 121 orang meninggal. Semangat reformasi kita akan dipertanyakan,” kata Ray di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Jumat 1 April 2016.
 
Jumlah itu kata Ray, kemungkinan akan terus bertambah menjadi lebih banyak. “Berapa harga nyawa WNI? Apa dua gepok uang itu. Harga nyawa WNI diselesaikan dua gepok uang. Apa hubungannya nyawa dengan uang itu. Kalau uang diberikan polisi karena orang itu meninggal, pasti itu (penyebab meninggal) diakibatkan aparat negara,” ujar dia.

Terakhir tentu terkait tentang kasus kematian Siyono, yang meninggalkan banyak pertanyaan dan misteri. Maka keberadaan Densus 88 harus ditinjau kembali atau bila perlu dibubarkan. Peranannya seperti menjadi duri dalam daging bagi rasa aman dan damai di Indonesia.

Kita sepakat bahwa Teror memang berbahaya, tetapi bukan berarti Teror menjadi "alibi" untuk membunuhi dengan sengaja tanpa proses pengadilan. Cukup kembalikan saja peran itu menjadi seutuhnya dalam tubuh kepolisian atau militer di Indonesia. Selain itu, Dana-dana Densus 88 harus diaudit secara independent dan terbuka. Sebab Proyek Deradikalisasi BNPT dan Densus 88 hanyalah upaya kontrol dari asing, utamanya Amerika Serikat dan Australia untuk mencegah adanya ketaqwaan bagi masyarakat muslim Indonesia. 

Karena pada dasarnya keberadaan Densus 88, BNPT merusak citra dan upaya rakyat Indonesia menuju Islam Rahmatan Lil Alamin.

Yang Bertanggung Jawab,

Rizqi Awal

Pengurus Yayasan Majelis Dakwah Islam

 



Hari ini: Rizqi mengandalkanmu

Rizqi Awal membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bubarkan Densus 88 dan Tinjau Revisi UU Anti Teror di Indonesia! @DPR_RI @jokowi". Bergabunglah dengan Rizqi dan 6.815 pendukung lainnya hari ini.