

Usut Kasus Peretasan Puluhan Aktivis


Usut Kasus Peretasan Puluhan Aktivis
Masalahnya
Akun ojol tiba-tiba pesan banyak makanan (food bombing)? Tiba-tiba ditelepon puluhan nomor gak dikenal terus-menerus? Postingan di Instagram menghilang?
Ini yang dialami banyak aktivis belakangan ini. Bahkan filmmaker juga kena. Semua postingan di akun Instagram Watchdoc, pembuat film KPK TheEndgame sempat hilang dan namanya sempat diganti.
Bahkan HP orang yang nonton filmnya pun diretas. Di Pontianak, Gerakan Rakyat Antikorupsi (Gertak) bikin acara nonton bareng film KPK TheEndGame. HP narahubung nobar diretas dan ditelepon puluhan nomor tak dikenal berkali-kali.
Gak hanya satu orang loh. Ada yang kena food bombing, bahkan ada yang sampai ke nomor HP orangtuanya. Orang tua penonton nobar dapat telepon dan sms promo berkali-kali. Dan ini kejadian nya berhari-hari.
Ada yang terima permintaan one time password (OTP) melalui SMS dan telepon. Ini indikasi awal upaya peretasan. Walau beberapa gak berhasil. Hal ini terjadi secara berulang kali selama beberapa hari.
Apa motif peretas coba? Orang lagi nobar kok diretas?
Nomor HP staf ICW juga diretas pas jadi moderator di diskusi online tentang pemberhentian pegawai KPK. Gak hanya moderator, banyak nomor HP peserta yang juga diretas.
Bahkan selama webinar beberapa akun tak dikenal berusaha masuk Zoom pakai nama staf ICW. Salah satunya berhasil masuk dan menunjukkan video porno. Padahal, link zoom webinar gak dibagikan ke publik.
Tarif nafas dulu. Ini masih ada lagi. Tiga pengurus BEM UI dikabarkan akun Instagram, Telegram dan Whatsapp-nya kena hack. Padahal mereka sudah capek-capek bikin konten instagram kritis alias konstruktif, full package ama data dan argumentasi lagi. Tapi sialan, kena sial.
Anehnya, peretasan-peretasan ini selalu terjadi waktu rakyat lagi mengkritisi masalah KPK. Siapa dalang dibalik peretasan ini?
Ngeri teman-teman, kalo kritis dikit, langsung diretas. Kita gak bisa biarin ini terus berlanjut. Rakyat berhak mengutarakan pendapat tanpa dibayangi rasa takut akan diretas dan diteror. Sebab kebebasan berpendapat itu sendiri sudah diatur dalam undang-undang.
Aparatpun kelihatannya gak serius nangkap dalang dibalik peretasan. Di Pontianak, korban udah coba melapor ke Polda, tapi belum ada tindak lanjut.
Karena itulah kami bikin petisi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional untuk mengarahkan provider-provider seperti Telkomsel, XL, dan Indosat untuk mengusut pelaku peretasan nomor-nomor HP kami.
Sebagai konsumen, kami layak mendapat perlindungan atas nomor HP kami sendiri.
Kami juga minta Ombudsman Republik Indonesia agar awasi kepolisian dalam mengusut tuntas kasus peretasan ini agar nggak terjadi lagi nanti.
Dukung petisi dan sebar tagar #kritisdikitdiretas ya teman-teman. Kami yakin kalau banyak suara yang minta agar peretasan ini diusut, kepolisian, ombudsman dan lembaga perlindungan konsumen akan terdorong untuk mengusut kasusnya.
Salam,
Alumni Sekolah Antikorupsi (SAKTI)

14.905
Masalahnya
Akun ojol tiba-tiba pesan banyak makanan (food bombing)? Tiba-tiba ditelepon puluhan nomor gak dikenal terus-menerus? Postingan di Instagram menghilang?
Ini yang dialami banyak aktivis belakangan ini. Bahkan filmmaker juga kena. Semua postingan di akun Instagram Watchdoc, pembuat film KPK TheEndgame sempat hilang dan namanya sempat diganti.
Bahkan HP orang yang nonton filmnya pun diretas. Di Pontianak, Gerakan Rakyat Antikorupsi (Gertak) bikin acara nonton bareng film KPK TheEndGame. HP narahubung nobar diretas dan ditelepon puluhan nomor tak dikenal berkali-kali.
Gak hanya satu orang loh. Ada yang kena food bombing, bahkan ada yang sampai ke nomor HP orangtuanya. Orang tua penonton nobar dapat telepon dan sms promo berkali-kali. Dan ini kejadian nya berhari-hari.
Ada yang terima permintaan one time password (OTP) melalui SMS dan telepon. Ini indikasi awal upaya peretasan. Walau beberapa gak berhasil. Hal ini terjadi secara berulang kali selama beberapa hari.
Apa motif peretas coba? Orang lagi nobar kok diretas?
Nomor HP staf ICW juga diretas pas jadi moderator di diskusi online tentang pemberhentian pegawai KPK. Gak hanya moderator, banyak nomor HP peserta yang juga diretas.
Bahkan selama webinar beberapa akun tak dikenal berusaha masuk Zoom pakai nama staf ICW. Salah satunya berhasil masuk dan menunjukkan video porno. Padahal, link zoom webinar gak dibagikan ke publik.
Tarif nafas dulu. Ini masih ada lagi. Tiga pengurus BEM UI dikabarkan akun Instagram, Telegram dan Whatsapp-nya kena hack. Padahal mereka sudah capek-capek bikin konten instagram kritis alias konstruktif, full package ama data dan argumentasi lagi. Tapi sialan, kena sial.
Anehnya, peretasan-peretasan ini selalu terjadi waktu rakyat lagi mengkritisi masalah KPK. Siapa dalang dibalik peretasan ini?
Ngeri teman-teman, kalo kritis dikit, langsung diretas. Kita gak bisa biarin ini terus berlanjut. Rakyat berhak mengutarakan pendapat tanpa dibayangi rasa takut akan diretas dan diteror. Sebab kebebasan berpendapat itu sendiri sudah diatur dalam undang-undang.
Aparatpun kelihatannya gak serius nangkap dalang dibalik peretasan. Di Pontianak, korban udah coba melapor ke Polda, tapi belum ada tindak lanjut.
Karena itulah kami bikin petisi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional untuk mengarahkan provider-provider seperti Telkomsel, XL, dan Indosat untuk mengusut pelaku peretasan nomor-nomor HP kami.
Sebagai konsumen, kami layak mendapat perlindungan atas nomor HP kami sendiri.
Kami juga minta Ombudsman Republik Indonesia agar awasi kepolisian dalam mengusut tuntas kasus peretasan ini agar nggak terjadi lagi nanti.
Dukung petisi dan sebar tagar #kritisdikitdiretas ya teman-teman. Kami yakin kalau banyak suara yang minta agar peretasan ini diusut, kepolisian, ombudsman dan lembaga perlindungan konsumen akan terdorong untuk mengusut kasusnya.
Salam,
Alumni Sekolah Antikorupsi (SAKTI)

14.905
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 28 Juni 2021