FIFA Batalkan Indonesia jadi Tuan Rumah, Mosi Tidak Percaya kepada Gubernur Koster


FIFA Batalkan Indonesia jadi Tuan Rumah, Mosi Tidak Percaya kepada Gubernur Koster
Masalahnya
FIFA resmi membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat sikap Gubernur Bali Wayan Koster menolak tim U-20 Israel bertanding di Bali.
Sebagai seorang gubenur, sikapnya menolak Tim U-20 Israel telah bertentangan dan melawan sikap resmi Presiden Indonesia Joko Widodo yang mendukung perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Presiden dengan tegas menyampaikan, “Jangan mencampuradukkan urusan olahraga dan urusan politik,”.
Sikap Wayan Koster juga bertentangan dengan keputusan Pemerintah Pemerintah Provinsi Bali yang sebelumnya menyatakan siap menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
Ia pun melanggar sendiri komitmennya saat menandatangani perjanjian bertajuk Host City Agreement pada tahun 2022. Tanggung jawab pemerintah daerah salah satunya berkaitan dengan infrastruktur yang bakal dipakai oleh tim peserta.
Sikap Gubernur Wayan Koster juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemerintahan Daerah.
Wayan Koster telah mengambil keputusan menolak Tim U-20 Israel yang bukan menjadi tugas dan kewenangannya sebagai kepala daerah. Di mana penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri Pemerintah Republik Indonesia berada di tangan Presiden.
Sikapnya menolak Tim U-20 Israel juga telah merusak citra Bali di mata dunia di mana masyarakatnya yang penuh sikap toleran, ramah tamah, dan perdamaian menjadi seolah-olah dipenuhi sikap intoleran.
Penolakan ke satu negara peserta berdampak pada dibatalkannya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FiFA sehingga hingga hilangnya kesempatan Timnas U-20 Indonesia bertanding di pentas internasional.
Keputusannya menolak Tim U-20 Israel menyebabkan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Bali, Indonesia di mana hal ini telah merugikan perekonomian dan pariwisata Bali.
Kerugian yang sangat besar sementara Dubes Palestina justru memahami otoritas FIFA, namun Gubernur Bali justru mengorbankan kepentingan nasional.
Sikap penolakannya terhadap Tim U-20 Israel adalah sikap pribadi Wayan Koster bukan atas nama rakyat Bali yang justru sangat mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia dan masyarakat Bali siap menjadi tuan rumah.
Atas dasar itu, karena telah melakukan langkah blunder campuradukkan sepakbola dengan politik di urusan tuan rumah Piala Dunia U-20, maka Gubernur Bali Wayan Koster layak di “Mosi Tidak Percaya” bahkan “di-Impeachment” di DPRD Bali.

Masalahnya
FIFA resmi membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat sikap Gubernur Bali Wayan Koster menolak tim U-20 Israel bertanding di Bali.
Sebagai seorang gubenur, sikapnya menolak Tim U-20 Israel telah bertentangan dan melawan sikap resmi Presiden Indonesia Joko Widodo yang mendukung perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Presiden dengan tegas menyampaikan, “Jangan mencampuradukkan urusan olahraga dan urusan politik,”.
Sikap Wayan Koster juga bertentangan dengan keputusan Pemerintah Pemerintah Provinsi Bali yang sebelumnya menyatakan siap menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
Ia pun melanggar sendiri komitmennya saat menandatangani perjanjian bertajuk Host City Agreement pada tahun 2022. Tanggung jawab pemerintah daerah salah satunya berkaitan dengan infrastruktur yang bakal dipakai oleh tim peserta.
Sikap Gubernur Wayan Koster juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemerintahan Daerah.
Wayan Koster telah mengambil keputusan menolak Tim U-20 Israel yang bukan menjadi tugas dan kewenangannya sebagai kepala daerah. Di mana penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri Pemerintah Republik Indonesia berada di tangan Presiden.
Sikapnya menolak Tim U-20 Israel juga telah merusak citra Bali di mata dunia di mana masyarakatnya yang penuh sikap toleran, ramah tamah, dan perdamaian menjadi seolah-olah dipenuhi sikap intoleran.
Penolakan ke satu negara peserta berdampak pada dibatalkannya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FiFA sehingga hingga hilangnya kesempatan Timnas U-20 Indonesia bertanding di pentas internasional.
Keputusannya menolak Tim U-20 Israel menyebabkan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 di Bali, Indonesia di mana hal ini telah merugikan perekonomian dan pariwisata Bali.
Kerugian yang sangat besar sementara Dubes Palestina justru memahami otoritas FIFA, namun Gubernur Bali justru mengorbankan kepentingan nasional.
Sikap penolakannya terhadap Tim U-20 Israel adalah sikap pribadi Wayan Koster bukan atas nama rakyat Bali yang justru sangat mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia dan masyarakat Bali siap menjadi tuan rumah.
Atas dasar itu, karena telah melakukan langkah blunder campuradukkan sepakbola dengan politik di urusan tuan rumah Piala Dunia U-20, maka Gubernur Bali Wayan Koster layak di “Mosi Tidak Percaya” bahkan “di-Impeachment” di DPRD Bali.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Petisi dibuat pada 28 Maret 2023