Tindakan Pansel CPNS 2019 LKPP Menaikkan Passing Grade SKB Merugikan Peserta

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pansel CPNS 2019 LKPP Tidak Profesional!

Tindakan pansel CPNS 2019 LKPP mengubah Passing Grade (PG) tes SKB dari 70 (sesuai Pengumuman PENG-25/PANSEL.CPNS/11/2019) menjadi 80 setelah pendaftaran ditutup dan tes sudah berjalan sangat merugikan peserta.

Perubahan PG diinfokan ke peserta di H-1 di grup WA sebelum tes SKB (Psikotes) dilakukan dan bukan melalui channel resmi LKPP sesuai Pengumuman Nomor: 32/PANSEL.CPNS/08/2019. Nomor WA yang memberikan info juga tidak sesuai nomor WA yang diinfokan di pengumuman

Akibatnya banyak peserta yang memenuhi nilai PG awal tapi menjadi tidak lulus (TMS-1) setelah SKB dilakukan karena PG baru ini menjadi alasan yang menggagalkan peserta meskipun peserta sudah masuk ke dalam rangking kuota formasi.

Dari 341 peserta yang ikut SKB untuk 135 kuota CPNS hanya terpenuhi 15 orang atau hanya 11% dari total kebutuhan LKPP. Bahkan ada beberapa formasi yang tidak satupun yang lulus karena status TMS-1 (tidak memenuhi syarat nilai PG SKB). Ini tentu membuang anggaran negara untuk pengadaan CPNS karena panitia yang tidak professional membuat aturan seleksi.

Upaya sanggah yang dilakukan juga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Berikut tanggapan dari hasil sanggah:

1. Pihak LKPP tidak menjelaskan kenapa harus mengubah peraturan passing grade yang termuat di Pedoman Pelaksanaan SKB ke Menpan RB padahal ini termasuk poin yang berdampak ke peserta. Jika passing grade dari awal sudah 80 pasti banyak yang mempertimbangkan untuk tidak daftar tes CPNS di LKPP karena standarnya terlalu tinggi. Sementara peserta sudah tidak bisa pindah seleksi di instansi lain karena tes sudah berjalan dan hanya bisa pilih 1 instansi. Keputusan ini dipertanyakan karena nilai PG 80 jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan paling tinggi di antara semua kementerian/lembaga yang mengadakan ujian SKB.

2. Pihak LKPP tidak mempublikasikan rincian nilai tes SKB (psikotes & wawancara)  pada pengumuman hasil akhir dan hanya diberikan ke peserta yang meminta melalui proses sanggah. Sementara banyak peserta yang gugur karena tidak memenuhi syarat nilai PG SKB. Ini tentu melanggar prinsip transparansi yang dijunjung oleh LKPP sendiri.

3. Pihak LKPP di pengumuman awal memberitahukan bahwa setiap informasi resmi disampaikan salah satunya hanya melalui nomor WA 0812-9693-2476 tapi pada perubahan informasi passing grade disampaikan ke peserta lewat nomor yang tidak resmi 0812-9141-8344 di grup WA pada H-1 tes SKB dimulai. Ini melanggar prinsip kredibel yang menjadi jargon LKPP 

4. Banyak peserta SKB mengalami masalah teknis saat melakukan ujian yang disebabkan karena tidak stabilnya sistem psikotest online yang digunakan oleh vendor.

Dengan fakta yang ada, kami meminta kepada Ombudsman/KemenpanRB/BKN agar menganulir Pengumuman LKPP Nomor : 33/PANSEL.CPNS/10/2020 TENTANG PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2019 dan meminta LKPP untuk:

1. Mengulang Tes Psikotes

2. Mengembalikan nilai PG tes SKB sesuai aturan di awal yakni 70 dan melakukan proses integrasi ulang nilai SKD & SKB

Terima kasih atas perhatiannya