Bebaskan Meliana, tegakkan toleransi!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 300.000.


Meliana, seorang perempuan di Tanjung Balai, Sumatera Utara divonis 1,5 tahun penjara karena dianggap melakukan penistaan agama setelah meminta pengurus masjid di dekat rumahnya untuk mengecilkan suara adzannya dua tahun lalu. Keluhannya itu kemudian menyulut kerusuhan bernuansa SARA.

Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo dalam sidang Selasa (21/8). Majelis hakim menyatakan Meliana terbukti bersalah melakukan perbuatan penistaan agama yang diatur dalam Pasal 156A KUHPidana.

Gerakan Indonesia Kita (GITA) mendukung petisi ini ditujukan kepada semua pihak yang akan menangani pengadilan banding Meliana, Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Kepolisian RI, Dewan Masjid. Kami meminta:

1. Menyesalkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang menurut kami justru mendukung tindakan persekusi dan pengucilan suara minoritas.

2. Meminta Komisi Yudisial untuk melakukan pengkajian menyeluruh terhadap hakim yang menangani kasus Ibu Meliana.

3. Meminta Kepolisian RI memberi perlindungan pada kasus-kasus yang menjurus persekusi lewat jalur peradilan.

4. Meminta Kementerian Agama RI untuk mengeluarkan aturan yang membatasi penggunaan dan volume pengeras suara masjid agar dapat melindungi kepentingan publik.

5. Mengajak pers, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, dan semua individu yang peduli pada keadilan dan kemanusiaan untuk mendukung pembebasan Ibu Meliana dan mengampanyekan solidaritas #KitaMeiliana.

Bonar Tigor Naipospos, Wakil Ketua SETARA Institut, juga mengecam vonis terhadap Meliana yang dinilainya telah dijadikan kambing hitam dari peristiwa kerusuhan bernuansa SARA di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Apa yang diperbuat oleh Meliana tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama, dia hanya meminta volume suara adzan dikecilkan, itu pun tidak langsung disampaikan kepada masjidnya, tapi dia hanya bicara kepada tetangga di sekitar rumahnya. Itu permintaan biasa yang disampaikan dengan santun,” ujarnya.

Sumber teks:

https://www.tempo.co/abc/2324/terdakwa-penistaan-agama-di-tanjung-balai-divonis-15-tahun-penjara



Hari ini: Gerakan Indonesia mengandalkanmu

Gerakan Indonesia Kita membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "#BebaskanMeliana, tegakkan toleransi!". Bergabunglah dengan Gerakan Indonesia dan 209.352 pendukung lainnya hari ini.