BEBASKAN KAREN AGUSTIAWAN DARI KRIMINALISASI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.


Karen Agustiawan saat ini tengah ditahan karena dituding korupsi pada saat melakukan investasi blok migas Basker Manta Gummy (BMG) di Australia. Alasan yang digunakan Kejaksaan Agung untuk menahan mantan dirut PT Pertamina ini karena investasi di Blok BMG Australia tidak diikuti due diligence dan persetujuan Dewam Komisaris.

Benarkan tuduhan Kejaksaaan Agung tersebut?

Pada tahun 2012, BPK telah melakukan audit Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dengan hasil *tidak ada temuan*. Hal ini diperkuat dengan keputusan Dewan Komisaris pada tahun 2010. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa memutuskan bahwa direksi diberikan pembebasan dan pelunasan (acquit et de charge/release and discharge). Artinya tidak ada kerugian negara dan Karen sebagai Dirut Pertamina tidak dapat lagi diminta pertanggung jawabannya sehingga keputusan tersebut menjadi sebuah aksi korporasi.

Ibu dari tiga anak ini penuh dengan segudang prestasi. Bayangkan saja, Pertamina dengan segudang permasalahan, setelah dinahkodai Karen berhasil mencapai peringkat 122 dari 500 perusahaan ternama di dunia versi majalah Fortune. Pertamina mampumengalahkan Pepsi.Co, Unilever, dan Google kala itu. Prestasi lainnya yang masih menjadi rekor hingga saat ini adalah pencapaian laba dan pendapatan terbesar Pertamina sepanjang masa.

Setelah lima tahun mengabdi, Karen memutuskan untuk pensiun dengan alasan ingin  lebih dekat dengan keluarga. Perpisahan Karen dengan karyawan Pertamina penuh dengan keharuan. Gedung Pertamina tumpah oleh tangis kebanggaan dan kesedihan dari seluruh karyawan Pertamina. Mereka kehilangan sosok pemimpin yang berjuang tidak hanya untuk kepentingan negara ataupun korporasi, tetapi juga segenap karyawan nya.

Sudah berakhirkah perjuangan Karen?

Perjuangan Karen nampaknya masih panjang. Usai pensiun dari jabatan Dirut, Karen harus menghadapi sejumlah tuduhan dan pemberitaan negatif yang hingga saat ini TIDAK terbukti. Karen bukanlah politikus, dia adalah seorang profesional murni. Sampai detik ini dia tidak pernah berafiliasi dengan partai politik manapun.

Benar kata Bung Karno, perjuangan ‘setelah’ kemerdekaan itu lebih berat. Saat itu Bung Karno mengatakan “melawan bangsa sendiri lebih sulit dibandingkan  melawan  kolonial”. Jangan sampai kita dijajah kembali!

Saatnya beraksi dan mendukung gerakan ini! Mari kita sama-sama meminta Kejaksaan Agung sebagai lembaga Adhyaksa dan Mahkamah Agung membebaskan Karen Agustiawan! Kami mengajak kawan-kawan dan masyarakat yang peduli BUMN  Go International untuk mendukung dan men-share petisi ini!

#savekaren #karenakaren