

Batalkan pemberhentian operasional dapur mbg saat libur sekolah
Masalahnya
Saya tinggal di komunitas yang sangat bergantung pada dapur makan bergizi (MBG) yang menyediakan makanan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Beberapa tetangga saya adalah relawan di dapur ini, dan banyak dari kami merasa khawatir atas kebijakan terbaru yang menginstruksikan pemberhentian operasionalnya selama libur sekolah.
Keputusan ini tidak hanya mengancam asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi penerima manfaat utama dapur MBG, tetapi juga mengancam terjadinya stunting. Stunting adalah masalah serius yang dapat berpengaruh pada perkembangan anak-anak kita dan masa depan bangsa. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia masih di angka 27,67% pada tahun 2019, menunjukkan betapa pentingnya usaha bersama untuk mengurangi angka ini.
Selain membahayakan kesehatan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat, penghentian dapur makan bergizi juga memengaruhi relawan yang kehilangan pekerjaan sementara serta para petani, peternak, dan pedagang yang kehilangan pasar untuk produk mereka. Hal ini dapat mengganggu perekonomian lokal kita yang sangat bergantung pada siklus produksi dan konsumsi yang berkesinambungan.
Kami menyerukan kepada pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini. Kita harus mencari solusi yang tetap menjaga dapur MBG tetap beroperasi selama libur sekolah, seperti mengatur perubahan jadwal kerja atau mencari sumber dana tambahan agar dapur tetap berjalan.
Tolong bantu kami menjaga dapur makan bergizi tetap beroperasi demi kesehatan dan kesejahteraan komunitas kami dengan menandatangani petisi ini. Setiap tanda tangan sangat berarti bagi kami dan komunitas ini.

5
Masalahnya
Saya tinggal di komunitas yang sangat bergantung pada dapur makan bergizi (MBG) yang menyediakan makanan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Beberapa tetangga saya adalah relawan di dapur ini, dan banyak dari kami merasa khawatir atas kebijakan terbaru yang menginstruksikan pemberhentian operasionalnya selama libur sekolah.
Keputusan ini tidak hanya mengancam asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi penerima manfaat utama dapur MBG, tetapi juga mengancam terjadinya stunting. Stunting adalah masalah serius yang dapat berpengaruh pada perkembangan anak-anak kita dan masa depan bangsa. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia masih di angka 27,67% pada tahun 2019, menunjukkan betapa pentingnya usaha bersama untuk mengurangi angka ini.
Selain membahayakan kesehatan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat, penghentian dapur makan bergizi juga memengaruhi relawan yang kehilangan pekerjaan sementara serta para petani, peternak, dan pedagang yang kehilangan pasar untuk produk mereka. Hal ini dapat mengganggu perekonomian lokal kita yang sangat bergantung pada siklus produksi dan konsumsi yang berkesinambungan.
Kami menyerukan kepada pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini. Kita harus mencari solusi yang tetap menjaga dapur MBG tetap beroperasi selama libur sekolah, seperti mengatur perubahan jadwal kerja atau mencari sumber dana tambahan agar dapur tetap berjalan.
Tolong bantu kami menjaga dapur makan bergizi tetap beroperasi demi kesehatan dan kesejahteraan komunitas kami dengan menandatangani petisi ini. Setiap tanda tangan sangat berarti bagi kami dan komunitas ini.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 Juni 2026