Bapak Menteri Kehutanan, Usir Perusahaan dari Habitat Orangutan, Sebelum Mereka Punah!


Bapak Menteri Kehutanan, Usir Perusahaan dari Habitat Orangutan, Sebelum Mereka Punah!
Masalahnya
Orangutan merupakan spesies payung yang berperan menjaga dan menumbuhkan pohon-pohon di hutan. Sisa biji-bijian dari makanan orangutan ataupun feses mereka sangat dibutuhkan oleh hutan, untuk itu mereka kerap disebut petani hutan yang membantu menjaga ekosistem kita.
Tapi, saat ini kehidupan orangutan semakin terancam, potensi kepunahan mereka sangat tinggi akibat perdagangan ilegal, dan hilangnya ruang hidup mereka.
Setiap tahun, habitat orangutan terdeforestasi seluas 19.014 ha, atau hampir setara dengan 1,5 kali luas Jakarta Selatan. Deforestasi ini disebabkan oleh pertambangan, industri dan berbagai aktivitas pembangunan.
Memiliki DNA 97% yang mirip dengan manusia, Orangutan hidup dengan cara serupa dengan kita. Induk betina orangutan memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya seperti ikatan ibu dan anak manusia. Di usia remaja, Orangutan bermain dengan peers group mereka, seperti manusia yang suka berkumpul dengan circle pertemanannya.
Hal lain yang menarik, saat musim kawin, Orangutan akan mencari pasangan dari kelompok lain. Sedihnya, deforestasi memfragmentasi area jelajah mereka–buldozer perusahaan memisahkan mereka. Hal ini memaksa orangutan kawin dengan keluarga sedarah (inses), kelainan DNA mengintai, kematian tak ayal terjadi.
Pernah lihat Orangutan dewasa mengemis di perkebunan sawit? Rusaknya habitat menyingkirkan mereka dari tempat hidupnya, semakin mendekatkan Orangutan dengan pemukiman warga. Konflik manusia-Orangutan tak terhindarkan.
Orangutan tidak boleh punah, dan menyelamatkan mereka, berarti juga menyelamatkan kehidupan kita. Menteri Kehutanan punya kewajiban hukum melindungi Orangutan, berhenti berikan izin perusahaan, dan cabut izin-izin yang saat ini bercokol di habitat mereka.
Kita upayakan bersama peningkatan kualitas lingkungan kita. Kita upayakan bersama keberlangsungan hidup Orangutan, agar mereka tetap ada, saling jaga dengan makhluk hidup lainnya dan tidak menjadi sejarah.
Dukung dan sebar tagar #JagaHutanJagaOrangutan di media sosial dan grup whatsapp mu. Jangan biarkan Orangutan punah dan ekosistem kita rusak akibat aktivitas perusahaan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Bantu tanda tangani petisi ini, dan terus bersuara bersama untuk lingkungan yang lebih sehat dan terjaga.

863
Masalahnya
Orangutan merupakan spesies payung yang berperan menjaga dan menumbuhkan pohon-pohon di hutan. Sisa biji-bijian dari makanan orangutan ataupun feses mereka sangat dibutuhkan oleh hutan, untuk itu mereka kerap disebut petani hutan yang membantu menjaga ekosistem kita.
Tapi, saat ini kehidupan orangutan semakin terancam, potensi kepunahan mereka sangat tinggi akibat perdagangan ilegal, dan hilangnya ruang hidup mereka.
Setiap tahun, habitat orangutan terdeforestasi seluas 19.014 ha, atau hampir setara dengan 1,5 kali luas Jakarta Selatan. Deforestasi ini disebabkan oleh pertambangan, industri dan berbagai aktivitas pembangunan.
Memiliki DNA 97% yang mirip dengan manusia, Orangutan hidup dengan cara serupa dengan kita. Induk betina orangutan memiliki ikatan yang kuat dengan anaknya seperti ikatan ibu dan anak manusia. Di usia remaja, Orangutan bermain dengan peers group mereka, seperti manusia yang suka berkumpul dengan circle pertemanannya.
Hal lain yang menarik, saat musim kawin, Orangutan akan mencari pasangan dari kelompok lain. Sedihnya, deforestasi memfragmentasi area jelajah mereka–buldozer perusahaan memisahkan mereka. Hal ini memaksa orangutan kawin dengan keluarga sedarah (inses), kelainan DNA mengintai, kematian tak ayal terjadi.
Pernah lihat Orangutan dewasa mengemis di perkebunan sawit? Rusaknya habitat menyingkirkan mereka dari tempat hidupnya, semakin mendekatkan Orangutan dengan pemukiman warga. Konflik manusia-Orangutan tak terhindarkan.
Orangutan tidak boleh punah, dan menyelamatkan mereka, berarti juga menyelamatkan kehidupan kita. Menteri Kehutanan punya kewajiban hukum melindungi Orangutan, berhenti berikan izin perusahaan, dan cabut izin-izin yang saat ini bercokol di habitat mereka.
Kita upayakan bersama peningkatan kualitas lingkungan kita. Kita upayakan bersama keberlangsungan hidup Orangutan, agar mereka tetap ada, saling jaga dengan makhluk hidup lainnya dan tidak menjadi sejarah.
Dukung dan sebar tagar #JagaHutanJagaOrangutan di media sosial dan grup whatsapp mu. Jangan biarkan Orangutan punah dan ekosistem kita rusak akibat aktivitas perusahaan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Bantu tanda tangani petisi ini, dan terus bersuara bersama untuk lingkungan yang lebih sehat dan terjaga.

863
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 Agustus 2025