Bantu Warga Rusunawa Gunungsari Eks Stren Kali Jagir Menuntut Audiensi Pemprov Jatim

Bantu Warga Rusunawa Gunungsari Eks Stren Kali Jagir Menuntut Audiensi Pemprov Jatim

Masalahnya

Pada tahun 2009 silam, terjadi penggusuran pemukiman warga di stren Kali Jagir, Kampung Baru Barata Jaya.Sekitar 350 rumah warga diratakan dengan tanah, akhirnya warga terkantung-kantung saat itu sehingga harus tinggal di tepian jalan stren kali jagir, pada saat itu Soekarwo  selaku Gubernur Jawa Timur hadir memberikan janji untuk membangunkan rumah subsidi dan sebagai tempat tinggal sementara mereka ditempatkan di Rusunawa Gunungsari

Pada 2011, warga mulai menempati rumah transit di rusunawa gunungsari dengan harapan akan segera diberi rumah subsidi secepatnya oleh Soekarwo sesuai janji yang diberikan.


Di tahun 2014, warga menagih janji, pemerintah beralibi rumah subsidi yang masih dalam proses pembebasan lahan.

Ditagih kembali oleh warga pada tahun 2016 ternyata masih proses pengerukan tanah.

Hingga pada tahun 2019, warga tiba-tiba mendapat tagihan sebesar 30 jutaan, akan tetapi karena posisi warga yang bermukim di Rusunawa hanya berstatus sebagai transit akhirnya tagihan tersebut ditarik oleh pemerintah.

Dan lagi-lagi pada tahun 2023 kembali mendapat tagihan sebesar 6 juta sampai 8 juta, tanpa ada kejelasan tentang rumah subsidi. 


Tepat pada tanggal 22 Mei 2024 terjadi kericuhan antar warga dan petugas Satpol PP dan TNI POLRI, sekitar 1200an aparat diturunkan dan 15 orang ditangkap atas kejadian tersebut. Anak-Anak mengalami trauma akibat intimidasi dan kehadiran aparat, yang berujung pada gangguan psikologis seperti ketakutan, stres, dan kecemasan. Beberapa anak menolak atau bahkan putus sekolah.

Hingga sampai hari ini warga terpaksa tinggal di luar ruangan tanpa adanya kejelasan nasib dari mereka, mereka dipaksa untuk membayar tanpa dibolehkan untuk dicicil padahal mereka adalah rakyat kecil yang harus diayomi oleh pemerintah. hingga hari ini tindakan pengancaman dan peneroran warga masih berlanjut seperti hal nya mematikan saluran air dan didatangi oleh para preman.

Lantas Dimana Pemerintah sekarang? Yang Seharusnya Memberikan Langkah Solutif Bukan Represif yang Menindas Rakyat nya Sendiri.

 

Tuntutan Warga Terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur :

  1. Pembangunan rumah subsidi sesuai dengan janji SOEKARWO
  2. Warga diperbolehkan untuk tinggal di Rusunawa Gunungsari kembali 
  3. Mengurangi beban keuangan langsung bagi warga Rusunawa dengan memberikan opsi pembayaran sewa dengan mencicil

Bantu kami mengisi petisi ini, untuk pemerintah mau mencari solusi yang terbaik melalui audiensi dengan Pemprov Jawa Timur.

 

avatar of the starter
BEM UNAIRPembuka Petisi

37

Ayo dapatkan 50 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Pada tahun 2009 silam, terjadi penggusuran pemukiman warga di stren Kali Jagir, Kampung Baru Barata Jaya.Sekitar 350 rumah warga diratakan dengan tanah, akhirnya warga terkantung-kantung saat itu sehingga harus tinggal di tepian jalan stren kali jagir, pada saat itu Soekarwo  selaku Gubernur Jawa Timur hadir memberikan janji untuk membangunkan rumah subsidi dan sebagai tempat tinggal sementara mereka ditempatkan di Rusunawa Gunungsari

Pada 2011, warga mulai menempati rumah transit di rusunawa gunungsari dengan harapan akan segera diberi rumah subsidi secepatnya oleh Soekarwo sesuai janji yang diberikan.


Di tahun 2014, warga menagih janji, pemerintah beralibi rumah subsidi yang masih dalam proses pembebasan lahan.

Ditagih kembali oleh warga pada tahun 2016 ternyata masih proses pengerukan tanah.

Hingga pada tahun 2019, warga tiba-tiba mendapat tagihan sebesar 30 jutaan, akan tetapi karena posisi warga yang bermukim di Rusunawa hanya berstatus sebagai transit akhirnya tagihan tersebut ditarik oleh pemerintah.

Dan lagi-lagi pada tahun 2023 kembali mendapat tagihan sebesar 6 juta sampai 8 juta, tanpa ada kejelasan tentang rumah subsidi. 


Tepat pada tanggal 22 Mei 2024 terjadi kericuhan antar warga dan petugas Satpol PP dan TNI POLRI, sekitar 1200an aparat diturunkan dan 15 orang ditangkap atas kejadian tersebut. Anak-Anak mengalami trauma akibat intimidasi dan kehadiran aparat, yang berujung pada gangguan psikologis seperti ketakutan, stres, dan kecemasan. Beberapa anak menolak atau bahkan putus sekolah.

Hingga sampai hari ini warga terpaksa tinggal di luar ruangan tanpa adanya kejelasan nasib dari mereka, mereka dipaksa untuk membayar tanpa dibolehkan untuk dicicil padahal mereka adalah rakyat kecil yang harus diayomi oleh pemerintah. hingga hari ini tindakan pengancaman dan peneroran warga masih berlanjut seperti hal nya mematikan saluran air dan didatangi oleh para preman.

Lantas Dimana Pemerintah sekarang? Yang Seharusnya Memberikan Langkah Solutif Bukan Represif yang Menindas Rakyat nya Sendiri.

 

Tuntutan Warga Terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur :

  1. Pembangunan rumah subsidi sesuai dengan janji SOEKARWO
  2. Warga diperbolehkan untuk tinggal di Rusunawa Gunungsari kembali 
  3. Mengurangi beban keuangan langsung bagi warga Rusunawa dengan memberikan opsi pembayaran sewa dengan mencicil

Bantu kami mengisi petisi ini, untuk pemerintah mau mencari solusi yang terbaik melalui audiensi dengan Pemprov Jawa Timur.

 

avatar of the starter
BEM UNAIRPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi