Bantu Esa Memindahkan Jenazah Umminya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Masih ingat dengan anak perempuan yang nekat mencegat dan naik keatas mobil ambulance di salah satu rumah sakit di Makassar beberapa waktu lalu ? 

Andi Esa Abram keberatan ketika tim gugus Covid-19 Rumah Sakit membawa jenazah umminya ( Ibu Nurhayani ) untuk dimakamkan di pekuburan khusus korban Covid-19 di Macanda. Pemberitaanya sempat viral dan kami pun mencoba mendengar langsung dari Esa perihal kronologis hingga almarhumah umminya diputuskan untuk dimakamkan di macanda.

Esa bercerita, pada tanggal 15 Mei 2020 tiba-tiba sebagian tubuh sebelah kiri almarhumah umminya mulai mati rasa, sehingga keluarga berinisiatif memeriksakan ke salah satu rumah sakit di Makassar, akan tetapi ditolak dengan alasan RS tersebut merupakan RS rujukan Covid-19 dan tidak menerima penyakit lain, kemudian keluarga memutuskan ke RS terdekat lainnya, di RS tersebut ibu Nurhayanai diterima di UGD dengan beberapa proses serta sempat melalui pemeriksaan thoraks dan bagian kepala. Setelah itu dipasangi selang untuk membantu makanan masuk ke lambung, akan tetapi kondisi ibu nurhayani tetap menurun dan akhirnya dinyatakan meninggal oleh pihak RS.

Sampai disini bagi Esa kepergian ummi tercinta merupakan hal yang masih sulit diterima, meski begitu bersama ettanya yang baru saja tiba dari luar kota, mereka berusaha tegar dan mulai mengurusi administrasi yang dirasa perlu untuk kepulangan jenazah umminya, alangkah bingungnya ketika Esa diberitahu kalau keluarga tidak perlu mengurusi kepulangan jenazah, karena ini sudah masuk kedalam pembiayaan pasien Covid-19,dan almarhumah harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Dimana lagi hasil swab almarhumah belum keluar, akan tetapi jenazah ibu nurhayani sudah diputuskan untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Timbul pertanyaan dalam benak Esa "Ummi ku tidak sakit corona, saya bersedia membayar biaya RS sedari ummi saya dirawat pukul enam tadi sampai sekarang, saya ingin memakamkan ummiku ditempat yang selayaknya". Hasil swab almarhumah ibu Nurhayani baru dikeluarkan pihak RS setelah tujuh hari berlalu setelah pemakaman, dan hasilnya NEGATIF. Berpegang pada hasil swab yang NEGATIF Esa beserta keluarga berusaha menempuh jalur mediasi agar jenazah umminya dapat dipindahkan ke pemakaman yang telah disediakan dikampung halamannya, diantaranya bertemu dengan tim gugus Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan dan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan secara langsung, pada pertemuan itu gubernur mengatakan akan mengkaji dan memindahkan secepatnya jenazah almarhumah ibu Nurhayani. 

Pada hari ini, tanggal 22 Juni 2020, sudah 38 hari berlalu sejak pemakaman almarhumah ibu Nurhayani, dan ESA masih berjuang agar jenazah umminya dapat dipindahkan dari pekuburan macanda ke tempat yang keluarga sudah siapkan.

Oleh karena itu saya membuat petisi untuk meminta bantuan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk memberi kejelasan terkait pemindahan jenazah almarhumah ibu Nurhayani.

Salam hangat,

Isei Audrey