Ayo, Mudahkan Akses Komunikasi Bagi Teman Tuli!


Ayo, Mudahkan Akses Komunikasi Bagi Teman Tuli!
Masalahnya
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Menurut data yang dihimpun oleh Kemensos melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD), pada tahun 2021, jumlah penyandang disabilitas yang terdata sejumlah 209.604 individu. Namun, keberadaan fasilitas kesehatan untuk penyandang Tuli masih belum merata. Padahal fasilitas kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Lalu bagaimana nasib teman kita penyandang Tuli yang selama ini masih merasa kesulitan dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia?
Faktanya banyak kita temukan di rumah sakit umum maupun swasta yang sering menggunakan audio untuk mengumumkan suatu informasi. Tentu hal ini menyulitkan teman Tuli dalam mendapatkan informasi yang valid. teman Tuli juga sering merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang sekitar dan tenaga kesehatan karena tidak semua orang mengerti dan dapat menggunakan bahasa isyarat. Maka banyak kita temukan teman Tuli lebih sering menggunakan tulisan untuk berkomunikasi. Walaupun metode tersebut kurang praktis karena harus selalu menyiapkan kertas dan pena.
Sungguh disayangkan hal ini terasa kurang adil untuk teman kita teman Tuli. Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang harusnya mampu melayani masyarakat dari kalangan apapun. Seharusnya akses informasi dan pelayanan untuk teman Tuli lebih diperbanyak di tempat umum seperti rumah sakit agar mempermudah teman Tuli memperoleh informasi. Selain itu, dengan kita belajar bahasa isyarat maka kita juga sudah ikut berkontribusi dalam membantu teman Tuli.
Maka mari kita dukung hak teman Tuli untuk memperoleh pelayanan dan fasilitas kesehatan yang adil serta belajar bahasa isyarat untuk mempermudah komunikasi.

Masalahnya
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Menurut data yang dihimpun oleh Kemensos melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD), pada tahun 2021, jumlah penyandang disabilitas yang terdata sejumlah 209.604 individu. Namun, keberadaan fasilitas kesehatan untuk penyandang Tuli masih belum merata. Padahal fasilitas kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Lalu bagaimana nasib teman kita penyandang Tuli yang selama ini masih merasa kesulitan dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia?
Faktanya banyak kita temukan di rumah sakit umum maupun swasta yang sering menggunakan audio untuk mengumumkan suatu informasi. Tentu hal ini menyulitkan teman Tuli dalam mendapatkan informasi yang valid. teman Tuli juga sering merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang sekitar dan tenaga kesehatan karena tidak semua orang mengerti dan dapat menggunakan bahasa isyarat. Maka banyak kita temukan teman Tuli lebih sering menggunakan tulisan untuk berkomunikasi. Walaupun metode tersebut kurang praktis karena harus selalu menyiapkan kertas dan pena.
Sungguh disayangkan hal ini terasa kurang adil untuk teman kita teman Tuli. Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang harusnya mampu melayani masyarakat dari kalangan apapun. Seharusnya akses informasi dan pelayanan untuk teman Tuli lebih diperbanyak di tempat umum seperti rumah sakit agar mempermudah teman Tuli memperoleh informasi. Selain itu, dengan kita belajar bahasa isyarat maka kita juga sudah ikut berkontribusi dalam membantu teman Tuli.
Maka mari kita dukung hak teman Tuli untuk memperoleh pelayanan dan fasilitas kesehatan yang adil serta belajar bahasa isyarat untuk mempermudah komunikasi.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 23 September 2022