Pencabutan Peraturan Pelarangan Shisha di Cafe/ Resto

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Penerbitan surat edaran gubernur nomor : 328/SE/2020 tentang TERTIB USAHA PENYELENGGARAAN USAHA RUMAH MAKAN /RESTORAN SHISHA DALAM RANGKA PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) yang berisi tentang peraturan pelarangan menyediakan pelayanan shisha di usaha rumah makan atau restoran jelas sangat memberatkan bagi pengusaha shisha dan konsumen shisha di jakarta yang kemudian juga akan menjadi efek domino pagi pengusaha penyedia alat - alat shisha, pengusaha arang / bara, pengusaha muassal / tembakau, tenaga kerja peracik shisha, tenaga kerja pembakar arang dan tenaga kerja cleaning shisha.

Kami sebagai bagian dari pengguna dan pengusaha shisha sudah mengalami banyak kerugian pada saat penutupan total rumah makan dan restorant pada PSBB tahap awal, setelah PSBB era new normal kami telah menerapkan protokol kesehatan agar bisa menekan angka penyebaran penularan dengan cara melakukan pembersihan dan disinfekatan alat2 shisha sebelum dan sesudah digunakan, memberikan jarak bagi para pengunjung, memberikan mouth tip tiap pengunjung dan membatasi 1 shisha hanya boleh digunakan 1 pengunjung (tidak sharing).

Semoga dengan adanya petisi ini bisa jadi pertimbangan pemerintah untuk tidak melakukan pelarangan dalam penyediaan layanan shisha karena dampak ekonomi yang diberikan akan sangat buruk bagi kami dan keluarga kami. Kami siap untuk dilakukan inspeksi atas penerapan protokol kesehatan di tempat pelayanan shisha.

restoran / rumah makan yang memiliki ciri khas shisha tidak akan dapat bertahan tanpa memberikan pelayanan shisha di dalamnya, hal ini akan berdampak besar juga pada pengusaha restora yang telah memiliki banyak karyawan dan telah melakukan investasi besar pada restoran / rumah makan tersebut.

Demikian petisi ini kami buat sebagai bahan awal pertimbangan dan diskusi, selanjutnya kami siap diundang jika membutuhkan diskusi dan evaluasi lebih lanjut

Salam Hangat

APSI - Asosiasi Pengguna Shisha Indonesia