Petisi ditutup

Tolak Hasil Pemilu Raya UINSA!

Petisi ini mencapai 204 pendukung


Demokrasi di UIN Sunan Ampel Surabaya dinilai sudah cacat, Kopurwa (Komisi Pemilu Raya Mahasiswa) selaku penyelenggara Pemilu Raya diduga tidak netral.

Mulai dari pengumuman pembukaan pendaftaran calon yang sangat mendadak dan singkat, Ketua Kopurwa yang tidak bisa dihubungi dan terkesan disembunyikan, Pemilu yang diwakili, Banyak mahasiswa yang tidak tahu kalau pada 20 April kemarin ada pencoblosan DEMA U serta Proses pemungutan suara yang tidak serentak.

Dengan ini kami Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya menolak keras hasil Pemilu Raya.

-

"Hidup kadang memang tidak adil, tapi itu bukanlah menjadi alasan untuk menyerah"

Share petisi ini dan kabarkan di tangan kita tergengam arah bangsa!!!

Setiap kali dukungan anda maka sebuah email akan masuk ke Rektor, Wakil Rektor 3, Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. ALI MUFRODI, MA (Email Pribadi) dan Gedung Rektorat.

Suara Mahasiswa

Ananda Setia
Jujur saya kecewa dengan demokrasi di uinsa. Kopurwa harusnya mengedepankan asas LUBERJURDIL. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa itu tidak terjadi, hal ini sangat terkesan dialihkan dengan pemilihan kahima ataupun dema/sema disetiap fakultas.

Alfianti Dara
Saya menandatangani petisi karena merasa sangat di kelabuhi oleh kapurwa. Seakan akan kami ini bodoh.

Fawaidul Makkiyah
Saya mendatangani petisi ini karena dalam pemira kapurwa tidak independen dan tidak adil serta tidak melibatkan mahasiswa uinsa secara keseluruhan.

muhlis maduratna
Seharusnya Undang undang atau aturan pemilihan president mahasiswa disepakati oleh mahasiswa. Pelaksanaannya juga harus transparan akuntabel dan netral. Kalau ini dibiarkan sama aja UINSA setuju terhadap lahirnya generasi kolot dan dholim. Tunduk Tertindas atau Bangkit Melawan

Muhammad Guntur
Kami, kalian ajarkan untuk menjunjung tinggi demokrasi tp kalian pula yg mencontohkan bagaimana kalian menginjak2 demokrasi

Sudah salah, sombong pula.
Gimana masa mendatang??
Pemimpinnya di hasilkan dengan cara kotor, ambisius tapi jongkok.
Bilangnya mahasiswa menaati sumpahnya.... saat sumpah berahir jadi sampah.

eva septiani
Demi allah saya tidak ridho atas pemilu dan terpilihnya presiden dema u tahun ini.
Tolong jangan diam siapa saja yang bertanggung jawab atas kedzoliman dalam kampus uinsa ini.
Saya marah karena saya sangat mencintai uinsa. Miris pendiri kampus melihat tingkah oknum kampus sekarang.

Hasan Al Aziz
Saya menandatangani ini karena nilai nilai demokrasi dalam pemilu raya mahasiswa luntur.

Gita Purnamasari Riwayanti
Saya menandatangani ini, karena saya merasa hak suara saya telah hilang. Tiba-tiba ada pemilu yang bahkan banyak maba yang belum tau tentang pemilu ini,mana demokrasi yang adil dan transparan? Sunggu disayangkan sekali!

Yustiana Safitri
Yg jujur sajalah. Saya aja g tau kalau ada pemilu raya di kampus UINSA.

Rangga Abdin
segera dislesaikan jgn sampai ini berkelanjutkan memalukan !!!!!
Mahasiswa abal2
Kapurwanya smoga cepat sadar

Rachmanda Bayu Hilmawan
Tidak ada transparansi sama sekali dan sangat tertutup seharusnya ini untuk mahasiswa dan semua mahasiswa berhak untuk tau dan memilih

Dihan Syahri
Saya menandatangani petisi ini karena. Demokrasi telah di kampus UINSA. Apa kagak malu mahasiswa yg notabennya mendukung demokrasi malah menghianati demokrasi. Is is is sungguh terlalu

Khumairoh Choir
Sebaiknya diulang sesui dengan sistem demokrasi deh. Biyar kita smua mahasiswa bisa menyalurkan suranya masing2

Lubna Lu'luatul
Saya sangat miris dengan pemilihan presiden UINSA yang sangat TIDAK ADIL, kotor dan TOLOL. Telihat jelas bahwa KOPURWA BERPIHAK PADA SALAH SATU PARTAI SAJA. jadwal pencalonan, verifikasi, bahkan pemungutan suara terlihat GOPOH, bukti bahwa KOPURWA TIDAK INGIN ADA PARTAI LAIN YANG MENDAFTARKAN CALON SELAIN DARI PARTAI YG DIA DUKUNG. apakah UINSA adalah PENCETAK GENERASI BOBROK, sehingga tidak ada TINDAK LANJUT untuk DEMOKRASI BEJAT INI. atau mungkin KEADILAN DAN KEBENARAN SUDAH TIDAK BERARTI LAGI

Aziz Asy'arie
Demokrasi itu seluruh perorangan, bukan para orang yang tikus berdasi

Firdausu Ahla
sakit perut aku liat hasil pemilu uinsa. kau kemanakan sistem demokrasi yg kau agung2kan

Rama permana
Saya melihat kekotoran dalam pemilu raya, ketidak adilan dalam pemungutan hak suara , hak" kami sebagai mahasiswa telah dibungkamnya.
Saya sebagai angkatan maba 2016 merasa sangat amat kecewa , dengan pemilu anyir bau tai kambing tersebut.

Nur Octaviana
Menurut saya jadwal pemilihan presiden UINSA terlalu mendadak. Kurangnya sosialisasi, sehingga membuat partai yg lain kurang siap, sehingga yg maju hanya partai yg didukung oleh presiden resmi tahun lalu.

Ola __
Miris sebenarnya, karna bagi saya sendiri pemira seharusnya jadi oesta demokrasi malah jadi pesta milik pejabat tersendiri, katanya pemilihan presiden tapi pemilihannya tidak melibatkan seluruh mahasiswa, katanya kampus adalah miniatur negara. Jika negara pilpres melibatkan seluruh rakyat seharusnya kampus juga dong?.
Biasa momen pemira adalah momen paling berharga bagi saya khususnya, karna momen pemira ini adalah momen dimana saya menyuarakan hak saya untuk mendapatkan pemimpin yang pabtas untuk UINSA

Andi Dwi Hermawan
Banyaknya kecacatan pada PEMIRA tahun ini.
Apalagi untuk fakultas Saintek yang bahkan tidak diberikan info sama sekali

Rizha Alviana
Karena pemilihan tidak dilakukan secara jujur dan adil. Sehingga banyak orang yang tidak tahu kalo memang diadakan pilpres. Padahal mahasiswa mempunyai hak untuk memilih seorang pemimpin.

yuzin aini
politik tidak sehat . demokrasi diabaikan

muchamad adhi sofwan
Apabila idealisme mahasiswa di gadaikan dengan apapun , sampai kapan negeri ini akan dijajah dirinya sendiri. T(j)inta pergerakan

Mustaidatul Khoiroh
Saya menandatangani ini karena saya merasa hak suara saya telah dihilangkan

Harun Ar-Rosyid
Demokrasi adalah bagian dari politik. Namun sistem Pemilu Raya Mahasiswa semacam ini sama sekali tidak mencerminkan politik yang sehat, apalagi demokratis.
Pemegang sistem yang juga berpredikat agent of change, memang telah membawa perubahan di kampus UINSA tercinta, namun yang dibawa adalah perubahan ke arah lebih buruk, bahkan melebihi bobroknya sistem rezim orde baru.
SAYA MENANDATANGANI PETISI INI KARENA MENOLAK MEKANISME DAN HASIL PEMILU RAYA MAHASISWA UINSA DAN SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN UNTUK MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI YANG SEBENAR-BENARNYA.

Fahmi Faqih Fazrin
"SAYA MENANDATANGANI INI KARENA TIDAK ADA RASA DEMOKRASI DI KAMPUS SAYA TERCINTA INI (UINSA) DIKARENAKAN KOPURWA MEMIHAK DI SALAH SATU PARTAI... DAN ITU TINDAKAN YANG SAYA RASA CACAT BANGET!!!"

Iswatul Khasanah
"Karena cara yang dilakukan mereka itu sangat sangat berpihak pada mereka sendiri tidak demokratis menyalahi aturan yang sudah diterapkan seenaknya sendiri. Jika bersaing bersainglah secara sehat.. Kalau ini benar kenapa kok surat hak pilih gak ada kopnya KOPURWA tidak pernah memperlihatkan mukanya karena dia tau kalau dia salah... "

List Berita:
- http://kajiansurya.blogspot.co.id/2017/04/kopurwa-uinsa-dinilai-seperti-begal.html
- http://www.araaita.com/2017/04/mahasiswa-uinsa-bentrok-akibat-pemilu.html
- https://pmiiss.xyz/post.php?p=140



Hari ini: Aliansi Mahasiswa mengandalkanmu

Aliansi Mahasiswa UINSA membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya: Tolak Hasil Pemilu Raya UINSA!". Bergabunglah dengan Aliansi Mahasiswa dan 203 pendukung lainnya hari ini.