Aktifkan Kembali Halte-Halte KA Komuter Susi di Sepanjang Jalur Surabaya-Sidoarjo


Aktifkan Kembali Halte-Halte KA Komuter Susi di Sepanjang Jalur Surabaya-Sidoarjo
Masalahnya
Halte-halte (shelter) di sepanjang jalur Surabaya-Sidoarjo pernah dipakai sebagai tempat untuk naik dan turun para penumpang kereta komuter. KA Komuter Surabaya-Sidoarjo (Susi) resmi beroperasi pada 2004 dengan nama Delta Express. Awalnya banyak pekerja yang memanfaatkan Komuter Susi. Namun, lama-kelamaan Komuter Susi kalah saing dengan moda transportasi lain. Jam keberangkatan berkurang. Penumpang terus menurun.
Saat pandemi melanda, PT KAI menghentikan operasional halte-halte sehingga mangkrak. Kondisi halte-halte saat ini tidak terawat. Fasilitas penunjang lainnya seperti parkir motor dan kamar mandi juga tidak terawat. Pintu kamar mandi rusak, bahkan aroma tak sedap menyeruak. Lalu, ada pula botol dan kayu-kayu berserakan.
PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan jika halte-halte itu akan difungsikan. Sayangnya, mereka tidak bisa memastikan kapan halte-halte itu bakal aktif kembali.
Hal ini ironis mengingat saat ini pandemi hampir berakhir. Terlebih Presiden Jokowi telah mencabut status PPKM di seluruh Indonesia. Kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang aman, nyaman, dan murah cukup tinggi.
Trans Jatim dan Suroboyo Bus telah menjadi pilihan sebagian masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo untuk mobilitas. Sayang, opsi lain seperti kereta tidak banyak. Kalaupun ada, jadwalnya terbatas dengan jam yang tidak bersahabat untuk para pekerja.
Angka kecelakaan di sepanjang jalur Surabaya-Sidoarjo cukup tinggi. Beberapa kali kecelakaan dialami pengendara motor yang melintas di jalur itu. Kecelakaan-kecelakaan di ruas jalan antara Aloha dan Gedangan menyebabkan korban luka-luka dan bahkan meninggal dunia.
Masyarakat tak punya banyak pilihan selain menggunakan kendaraan pribadinya. Meski peluang mengalami kecelakaan cukup besar, masyarakat lebih memilih naik kendaraan pribadi. Penyebabnya karena kendaraan pribadi lebih bisa diandalkan ketimbang transportasi publik untuk bepergian.
Melihat kondisi dan fakta-fakta di atas, PT KAI sebaiknya segera mengaktifkan kembali halte-halte KA Komuter Susi. Dengan beroperasinya kembali halte-halte tersebut, masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo punya banyak alternatif angkutan. Hal ini akan mengurangi resiko kecelakaan saat memakai kendaraan pribadi.
Pemerintah dituntut untuk segera membuat kebijakan yang mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Reaktivasi halte-halte KA Komuter Susi adalah salah satu kebijakan yang bisa dikeluarkan. (*)
Salam
Iwan Iwe

Masalahnya
Halte-halte (shelter) di sepanjang jalur Surabaya-Sidoarjo pernah dipakai sebagai tempat untuk naik dan turun para penumpang kereta komuter. KA Komuter Surabaya-Sidoarjo (Susi) resmi beroperasi pada 2004 dengan nama Delta Express. Awalnya banyak pekerja yang memanfaatkan Komuter Susi. Namun, lama-kelamaan Komuter Susi kalah saing dengan moda transportasi lain. Jam keberangkatan berkurang. Penumpang terus menurun.
Saat pandemi melanda, PT KAI menghentikan operasional halte-halte sehingga mangkrak. Kondisi halte-halte saat ini tidak terawat. Fasilitas penunjang lainnya seperti parkir motor dan kamar mandi juga tidak terawat. Pintu kamar mandi rusak, bahkan aroma tak sedap menyeruak. Lalu, ada pula botol dan kayu-kayu berserakan.
PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan jika halte-halte itu akan difungsikan. Sayangnya, mereka tidak bisa memastikan kapan halte-halte itu bakal aktif kembali.
Hal ini ironis mengingat saat ini pandemi hampir berakhir. Terlebih Presiden Jokowi telah mencabut status PPKM di seluruh Indonesia. Kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang aman, nyaman, dan murah cukup tinggi.
Trans Jatim dan Suroboyo Bus telah menjadi pilihan sebagian masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo untuk mobilitas. Sayang, opsi lain seperti kereta tidak banyak. Kalaupun ada, jadwalnya terbatas dengan jam yang tidak bersahabat untuk para pekerja.
Angka kecelakaan di sepanjang jalur Surabaya-Sidoarjo cukup tinggi. Beberapa kali kecelakaan dialami pengendara motor yang melintas di jalur itu. Kecelakaan-kecelakaan di ruas jalan antara Aloha dan Gedangan menyebabkan korban luka-luka dan bahkan meninggal dunia.
Masyarakat tak punya banyak pilihan selain menggunakan kendaraan pribadinya. Meski peluang mengalami kecelakaan cukup besar, masyarakat lebih memilih naik kendaraan pribadi. Penyebabnya karena kendaraan pribadi lebih bisa diandalkan ketimbang transportasi publik untuk bepergian.
Melihat kondisi dan fakta-fakta di atas, PT KAI sebaiknya segera mengaktifkan kembali halte-halte KA Komuter Susi. Dengan beroperasinya kembali halte-halte tersebut, masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo punya banyak alternatif angkutan. Hal ini akan mengurangi resiko kecelakaan saat memakai kendaraan pribadi.
Pemerintah dituntut untuk segera membuat kebijakan yang mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Reaktivasi halte-halte KA Komuter Susi adalah salah satu kebijakan yang bisa dikeluarkan. (*)
Salam
Iwan Iwe

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 Januari 2023