AKSES PINTU M1 BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA SEMAKIN DIPERSULIT!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


UPDATE PETISI 20 FEB 2018

Terimakasih banyak atas dukungan dari teman-teman. Perjuangan kita mulai menuai hasilnya: Parkiran M1 kini telah dikelola kembali oleh Angkasa Pura. Tidak ada lagi tindakan angkut motor seperti yang telah kami sorot sebelumnya. Peraturan telah ditegakkan.

Tetapi, masih tersisa sebuah masalah: kondisi M1 tetap (bahkan lebih) semrawut. Hal ini dikarenakan kapasitas parkiran M1 tetap sangat terbatas (bahkan ketimbang parkiran bebas sebelumnya): kurang lebih hanya menampung 415 motor. Padahal, ada banyak perusahaan jasa aviasi yang berkantor di Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan Angkasa Pura jelas salah satunya, dan kami yakin pekerja yang bersepeda motor jumlahnya lebih dari 415 motor ini.

Kondisi TOD M1

Kami melalui petisi ini masih tetap menanyakan peraturan "Satu Pintu Masuk Untuk Kawasan Bandara Internasional". Apabila salah satu alternatif untuk memasuki kawasan Bandara Soetta dari arah Tanggerang adalah melalui jalan perimeter, kami merasa perlu memertanyakan kualitas jalanan perimeter, baik yang Utara maupun yang Selatan.

Underpass Soetta Salah Desain, Menteri Basuki Instruksikan Dibongkar

Menurut pantauan kami, kondisi Perimeter Utara tidak kalah memprihatinkan, seperti banyaknya jalan berlubang.

Sekali lagi, terimakasih banyak atas usaha dari rekan-rekan yang berwenang dalam menyediakan solusi yang layak untuk aksesibilitas karyawan bandara, maupun pengguna jasa bandara yang berdomisili di Tanggerang. Akan tetapi, masih ada banyak PR yang perlu sama-sama kita selesaikan. Sekiranya kita tetap terbuka terhadap masukan dan solusi bersama, demi kebaikan kita bersama.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Dear Pemerintah RI, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kepolisian RI,

Saya mau melaporkan bahwa di Bandara Soekarno Hatta terjadi aksi pembuatan peraturan yang merugikan masyarakat Tangerang yang bekerja di Bandara Soekarno Hatta.

Mohon untuk dapat dicek di pintu M1 (bekas pintu masuk bandara dari sisi tangerang), saat ini warga Tangerang tidak bisa berkendara masuk ke dalam bandara melalui pintu ini. Warga Tangerang harus memutar melalui jalan perimeter untuk bisa masuk ke bandara atau dengan cara memarkir (liar?) di luar bandara sekitar M1 lalu masuk dengan jalan kaki, lalu menggunakan angkutan di dalam bandara (shuttle perusahaan, satya ardha, ojek).

Untuk memutar melalui perimeter menjadi tantangan tersendiri, jalan di perimeter selatan memiliki karakteristik berikut: jalanan panjang (sejauh 16 KM), dua arah tanpa pembatas, banyak lubang, angin kencang, dan kecepatan tinggi, menjadikannya berbahaya bagi pengguna sepeda motor. Seingat saya sudah banyak kecelakaan terjadi di jalur ini, (mohon untuk dapat cek data di kepolisian). Terlebih lagi pada awal Februari kemarin terjadi tembok perimeter yang ambrol dan memakan korban seorang karyawan yang bekerja di Bandara Soekarno Hatta, hal ini meningkatkan rasa tidak aman masyarakat untuk melewati perimeter selatan. Saat ini perimeter selatan ditutup, sehingga untuk masuk ke dalam bandara harus melewati jalur perimeter utara atau memotong di tengah perimeter selatan melalui Juru Mudi, yang mana perjalanannya menjadi jauh lebih jauh.

Kisah Perimeter Bandara 1

Selain melalui jalur perimeter selatan, masyarakat dapat masuk ke bandara melalui pintu M1. Di sekitar pintu M1 ini kendaraan diparkir, lalu masyarakat dapat masuk ke bandara dengan jalan kaki. Sebagai gambaran, pintu masuk M1 saat ini adalah besi yang terdiri dari dua kolom seukuran masing-masing lebar +- 1 meter, kolom ini dipasang palang setinggi lutut sehingga normalnya hanya pejalan kaki yang bisa masuk. Namun pada kenyataannya ada oknum masyarakat yang menggunakan pintu itu untuk keluar masuk sepeda motor. Masyarakat yang mau memasukkan sepeda motor harus membayar, lalu oknum ini akan mengangkatkan sepeda motor untuk memasukkan/mengeluarkan melalui pintu ini. Pada awalnya masyarakat harus membayar Rp 10.000,00, namun sejak pintu perimeter selatan ditutup (karena kejadian tembok ambrol) harganya naik menjadi Rp 20.000,00. Saat ini dalam pengamatan saya antrian untuk masuk menjadi lebih panjang. Pintu masuk yang awalnya untuk pejalan kini diambil alih untuk usaha angkat motor. Masyarakat yang berjalan kaki pun menjadi lebih susah. Kegiatan ini memuncak pada jam-jam masuk dan pulang kantor, yaitu 06.00-08.00 dan 15.30-17.30.

Kegiatan angkut sepeda motor ini sebenernya sangat aneh dan mencurigakan. Jika memang ada peraturan untuk pintu M1 tidak boleh dilewati sepeda motor seharusnya kegiatan angkut sepeda motor ini tidak diperbolehkan dan harus dibersihkan. Namun jika sepeda motor boleh masuk melalui pintu m1 seharusnya masyarakat tidak perlu membayar, dan sebaiknya dibuatkan pintu untuk sepeda motor. Yang manapun artinya ada pelanggaran dalam kegiatan angkut sepeda motor ini.

Kisah Perimeter Bandara 2

Pada akhirnya yang masyarakat harapkan adalah perjalanan yang aman, cepat, murah, serta aturan yang jelas.

Mohon dapat dilihat foto / video yang saya lampirkan.



Hari ini: Hamba mengandalkanmu

Hamba Allah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "AKSES PINTU M1 BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA SEMAKIN DIPERSULIT!!". Bergabunglah dengan Hamba dan 9.269 pendukung lainnya hari ini.