Decision Maker

Telkomsel

Telkomsel is a brand name of a GSM and UMTS Mobile phone network operator which operates in Indonesia. It was founded in 1995, and is a subsidiary of Telkom Indonesia.


Does Telkomsel have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Victory
Petitioning Telkomsel

Internet Untuk Rakyat: Save @Telkomsel @kemkominfo

Telkomsel menerapkan kebijakan zonasi sebagai penanda wilayah layanan paket data internet. Namanya wow banget "Indonesia Genggam Internet" dengan 12 zona wilayah. Efeknya juga super sekali. Perbedaan harga antara zona 1 dan zona 12 adalah 100%. Semisal peket data 2GB di zona 1 hanya Rp.65.000 sementara di zona 12 harganya Rp.120.000. Nah... ada penawaran paling menarik, yaitu paket flash dengan kuota 14GB harganya hanya Rp.550.000. Sangat kompetitif. Mungkin ini harga yang wajar dan cukup terjangkau menurut Telkomsel. Contoh skema harga liat di sini Kami di zona 12 tak punya pilihan lain. Telkomsel seakan sudah menyatu dalam hidup kami. Terlebih karena provider internet yang punya jaringan paling mantaap dan merata hanya Telkomsel. Sehingga Telkomsel jadi semacam jendela kami melihat dan berbicara pada dunia. Namun jendela itu tak pernah terbuka sepenuhnya. Kami hanya diberi sedikit cela, mengintip dunia dari balik sela jendela. Kadang kami berfikir bahwa ketimpangan ini sungguh tidak adil. Warga di sini butuh akses internet yang manusiawi, murah lebih baik (lelet dikit engak masalah) biar akses informasi, pendidikan, pariwisata, pemerintahan, industry kreatif dan geliat ekonomi bisa hidup. Telkomsel mungkin tidak menyadari bahwa pembagian 12 zona itu jadi semacam Shadow State, Negara Bayangan di dunia maya, namun nyata terasa di detak dada yang jelata. Mirip slogannya, “Makin Indonesia TELKOMSEL Begitu Dekat Begitu Nyata”. Memang terasa nyata sekali tarifnya mencekik. Banyak orang bilang begini: "kita tinggal satu atap (Indonesia) kok makan dengan lauk dan menu yang berbeda. Katanya satu bahasa, satu nusa-bangsa, satu tumpah-darah. Tapi kok tarif internet rupa-rupa warnanya?" Kami merasa iba, karena bila menghitung sampai angka ke 12, maka harus pake tambahan 2 jari kaki. Dan saudara-saudara yang hidup di zona 11 dan 12 mungkin masuk dalam hitungan jempol kaki dan kelingking kaki. Bisa mengakses internet di sini (NTT-Maluku-Papua) adalah satu kemewahan tersendiri. Kami harus mampu mengelola pendapatan pas-pasan biar tidak ketinggalan zaman. Kami bisa belajar banyak hal dari internet dan semua itu telah memberi kontribusi postif dalam hidup kami. Meskipun kami sadar, bila terlalu sering beli paket data internet maka kami bisa kurang gizi dan miskin mendadak. Kami juga paham, Telkomsel adalah BUMN. Lini bisnis yang punya sumbangsi besar bagi APBN. Bayangkan, pada 2014 laba bersih Telkomsel itu Rp.66,25 triliun atau naik 10% dari tahun sebelumnya. Ini BUMN masa depan yang harus dijaga, dirawat sepenuh jiwa-raga. Berpindah ke lain hati (provider) bukanlah watak kami. Sejak pertama membeli HP kartu pertama yang tertanam adalah Telkomsel. Hingga tak jarang ada yang sudah setia 5 tahun, 10 tahun atau bahkan 15 tahun hidup bersama Telkomsel. Romantis sekali. Okelah, kadang Telkomsel bermurah hati dengan berbagi layanan paket special atau promo. Tapi lagi-lagi itu sifatnya temporer saja. Lagian kami tak terbiasa dengan layanan seperti itu. Rakyat cuma butuh kepastian, tak perlu basa-basi dengan promo. Kami butuh tarif reguler yang pasti lagi manusiawi. Apakah kami terlalu lugu, hingga selalu terlena dengan modus-promo yang rupawan nan menawan?  Telkomsel tak perlu promosi di sini. Percaya atau tidak, nyatanya Telkomsel di NTT-Maluku-Papua itu sudah mirip pasangan hidup. The only one, Tak tergantikan. Mungkin ada yang pernah kehilangan Hp. Rasanya itu kayak putus cinta. Dunia tiba-tiba rasa hampa, jadi kelabu, lalu panik, galau, risau, sendiri sepi, penuh haru-biru. Bukan karna HP, melainkan kartu Telkomsel itu. Biasanya lalu menggerutu "aduuh... sayang banget sama kartunya udah banyak yang tau nomer itu". Memang business is business. Tapi ingat, Telkomsel itu punya Rakyat Indonesia. Meskipun kami sadar tak baik menuntut lebih. Karena volume-akumulasi pengguna Telkomsel di sini cukup mini. Mungkin hanya 5% dari total pengguna Telkomsel yang 143 juta. Meskipun demikian, kami sangat yakin bahwa kebijakan ini sukses membuat banyak pengguna dari zona 1 sampai 12 frustasi dan tersiksa. Kami percaya bila Telkomsel sedikit saja bermurah hati melakukan penyesuaian harga maka Telkomsel bisa jadi penerus TVRI. Tugas utama nan mulia: "Menjalin Persatuan dan Kesatuan". Dan pasti, pengguna telkomsel semakin bertambah, semakin loyal, semakin radikal dan menjadi patriot sejati. Karena menurut kami, penyesuaian harga itu hal yang wajar. Telkomsel juga tidak akan serta-merta bangkrut bila ada sedikit penyesuaian harga. Sedikit saja, enggak usah banyak-banyak. Takutnya kami dituduh tak bersyukur, banyak menuntut, lebay, manja, ngeyel atau ingkar tak tau terima kasih. Owh Telkemsel.... dengarlah jeritan suara kami. Suara yang keluar dari lubuk hati kami paling dalam. Setulus-tulusnya cinta. Wahai Telkomsel yang bijak-bestari. Sudilah kiranya engkau mengabulkan permohonan kami yang sahaya ini. Tak banyak, cuma satu, satu saja. Biar Tuan Untung Terus dan kami bahagia lahir-batin: Hapus kebijakan zonasi paket data internet. Tentukan tariff reguler yang manusiawi, masuk akal, realistis dan visioner. Ini bukan hanya untuk masadepan Telkomsel tapi juga MasaDepan Seluruh Rakyat Indonesia. MERDEKA!!! _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ UPDATE PETISI   APA KABAR @kemkominfo PAK @rudiantara_id ?#Internet-Untuk-Rakyat. Ambon, 28 Juli 2015. Sudah 10.117 pendukung paraf petisi: Internet Untuk Rakyat: Save @Telkomsel @KemenBUMN @kemkominfo. Arus media lalu membuat kecurangan Telkomsel telanjang dihadapan netizen. Dukungan itu datang dari netizen yang berasal dari 22 negara. Telkomsel kalut dan panik. Sampai tiba-tiba menurunkan tarifnya. Karena kalau tidak begitu, maka image-nya yang jelek bisa bikin harga saham Telkomsel melorot di pasar bursa. Ini kabar baik. Tapi menurut saya ini terlalu MUDAH, terlalu SEDERHANA untuk sekelas provider terbesar nomor 6 di dunia. Apakah ini inovasi tarif atau political will sahaja? Ataukah ada udang dibalik rempeyek? Memang harganya sudah lumayanlah, kembali ke tariff awal sama seperti 2014 lalu. Ini Kemenangan [kecil] yang patut disyukuri oleh seluruh rakyat Telkomsel. Meskipun Telkomsel masih bersikukuh mempertahankan Zonasi [Negara Bagian ala Telkomsel]. Sekarang kita menunggu keterangan resmi [press release] dari TELKOMSEL agar tak ada modus di antara pulsa. Jadi ini statusnya mengambang. Bila tidak ada keterangan resmi, maka kita patut curiga bahwa ada deal di bawah meja yang melibatkan BRTI - TELKOMSEL - MENKOMINFO. Karena sebelumnya BRTI [Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia] menyanggupi skema SUBSIDI yang anggarannya diambil dari Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (Universal Service Obligation/USO). Liat di sini. USO adalah jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak [PP no.7 thn 2009] yang wajib disetor oleh operator telekomunikasi. Yaitu deangan besaran 1.25% dari pendapatan kotor perusahaan pertahun. Kabarnya, nilai akumulasi total bisa mencapai Rp.4 Triliun/tahun. Selama ini, Menkominfo menggunakan anggaran tersebut untuk membuat program edukasi dan pemberdayaan di masyarakat. Seperti PLIK, MPLIK, Internet Kecamatan, Desa Bordering dan masih banyak lagi. Intinya program yang langsung “to the point” ke publik. Nah… bila betul demikian maka logikanya begini. Provider Telekomunikasi macam Telkomsel bayar USO ke Pemerintah. Lalu Pemerintah balikin itu duit ke Telkomsel dalam bentuk subsidi pembangunan jaringan, pemeliharaan, bayar kariawan, bonus dll. Artinya udah engak ada lagi program yang langsung ke masyarakat. Kalo sudah begitu, memangnya rakyat jelata kayak kita ini apa bisa di kata? Marah dan Pasrah juga salah? Diam apa lagi? SEBAGAIMAN TUNTUTAN DALAM PETISI:Hapus kebijakan zonasi paket data internet. Tentukan tariff reguler yang manusiawi, masuk akal, realistis dan visioner. Ini bukan hanya untuk masadepan Telkomsel tapi juga MasaDepan Seluruh Rakyat Indonesia. Terbukti Naik-Turun Tarif Data Seluler itu mudah banget. Bisa dalam semalam. Kerena otoritas penuh ada di tangan operator kayak Telkomsel. Lalu bagaimana dengan posisi Regulator atau Menkominfo? Pasti MENKOMINFO cerdas, paham dan sadar bahwa dalam Permen Menkominfo [No.9 Thn 2008 tentang Tatacara penetapan tarif jasa telekumunikasi], belum mengatur tentang tarif layanan Data Seluler. Jadi ada kesan pembiaran atau mungkin kolaborasi yang dilakukan secara Terstruktur-Sistematis-Masif. Sehingga nasib masyarakat Indonesia masih akan diombang-ambingkan oleh sesuatu yang namanya politik “Devide At Impera ala Zonasi Tarif Data” para provider macam Telkomsel. MAKA REVISI PERMEN:Satu-satunya cara agar ada kejelasan dan kepastian hukum maka PERMEN MENKOMINFO NO.9 TAHUN 2008 tentang tata cara penetapan tarif jasa telekomunikasi, WAJIB DIREVISI MENKOMINFO. Permen inilah penyebab semua kecurangan ini. Jikalau pak @rudiantara_id selaku Menteri enggan melakukannya. Maka Biarlah 143 juta pengguna jasa telekumunikasi di Indonesia mendera kesengsaraan dan menanggung semua derita. Kami siap. Kami rela. Kami sudah Iklas lahir-batin Pak. Memang selalu begini nasib yang Jelata di Republik ini. Tolong Pak jangan pisahkan kami jadi 12. Kami bahagia bila menyatu. Biarlah kami jadi satu, sebagaimana NKRI ini. Satu Nusa. Satu Bangsa. Satu Bahasa. Satu Tarif Indonesia. MERDEKA !!!  

Djali Gafur
16,153 supporters
Petitioning KEMENKOMINFO, Tumblr, Telkomsel

Kembalikan Tumblr di Indonesia

Rasanya nama Tumblr sudah tidak asing lagi di mata pengguna internet. Memiliki fungsi ganda sebagai media sosial, wadah berbagi inspirasi dan mencari pertemanan dan banyak lagi manfaat yang tidak bisa dijabarkan dalam satu paragraf saja. Mengulik dari semua itu, apakah pantas kita melihat pemblokiran Tumblr dari satu sisi saja? Banyak yang mengatakan bahwa alasan Kemenkominfo memblokir Tumblr semata karena banyaknya konten negatif di sana. Sedangkan selain Tumblr juga banyak sekali situs-situs yang menyediakan 'konten negatif', juga memasang iklan dewasa yang belum sesuai dipandang oleh kalangan bawah umur. Lalu apakah alasan 'banyaknya konten negatif' cukup kuat untuk mendukung pemblokiran Tumblr? Tumblr berdampak sangat besar pada generasi milenial zaman sekarang, baik dari segi seni dan estetika, ekonomi, dan sumber inspirasi. Konten negatif bukan lagi hal yang dapat terelakkan bagi pengguna internet, dan itu semua kembali bergantung pada kompas moral sang pengguna, jadi seharusnya bukan situsnya yang diblokir, melainkan Kemenkominfo harus mengambil langkah lebih bermanfaat, yaitu memantau pengguna internet agar lebih terbuka wawasannya soal 'hidup positif di dunia maya'. Ini bukan salah Tumblr. Banyak yang membutuhkan Tumblr. Kembalikan Tumblr.

Aprilia Yudha
212 supporters
Petitioning Telkomsel, Indosat, XL, 3

Stop Telkomsel, Indosat, dkk dalam Pengiklanan Paket Internet HP Terselubung

Saya eneg dengan iklan2 palsu pas mau beli internet prepaid HP di telkomsel, indosat dan kroni2nya.  Gw kira perusahaan swasta berkompetisi demi kepuasan pelanggan, tapi nyatanya 1 1 mauny ngebohongin pelanggan.  Masa gw beli internet dia judulnya 2gb + 5gb (4g), trus tiba2 pas udah beli jadi 1gb+1gb+5gb. What the fuck is this? Ngapain elu jualan bandwidth aja harus muter2 kaya kambing conge?  Itu marketing tingkat dewa atau mau ngebohongin pelanggan? Kasian banget kita pelanggan elu bully.  Telkomsel, Indosat, dll please simplify your internet package deals. Jangan ada paket terselubung yg pake bahasa dewa lagi. Ini sudah 2017, sebentar lg 2020, free trade asean. Malu sama dunia.   

Danny Saksono
50 supporters