Decision Maker

Lukman Hakim Saifuddin

  • Menteri Agama Republik Indonesia

Lukman Hakim Saifuddin adalah Menteri Agama sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II dan Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014.


Does Lukman Hakim Saifuddin have the power to decide or influence something you want to change? Start a petition to this decision maker.Start a petition
Petitioning Joko Widodo, Komisi VIII DPR RI, Lukman Hakim Saifuddin

Negara Tidak Perlu Mengatur Sekolah Minggu dan Katekisasi

Saya Jusuf, dosen di Maluku Tengah. Kalau ditanya, tiap warga Maluku pasti masih ingat konflik Ambon. Kami saling menghantam, menghancurkan, membakar, membunuh. Tapi kami tersadar, pada akhirnya kami yang hancur sendiri. Sekarang kami sudah mulai membangun hubungan yang lebih baik. Semua hidup harmonis, karena kami semua belajar dari konflik terdahulu. Tapi dengar rencana DPR untuk sahkan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, saya resah. Regulasi itu seperti “pedang” yang bisa digunakan kelompok tertentu untuk melukai hak beragama sesama warga negara. Dalam RUU itu disebut, penyelenggaraan Sekolah Minggu dan Katekisasi HARUS ADA IZIN dari pemerintah kabupaten/kota. Pesertanya pun diharuskan minimal 15 orang, jika kurang maka Sekolah Minggu dan Katekisasi bisa dibatalkan. Saya jadi ingat SKB 2 Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah yang digunakan kelompok tertentu untuk menghalangi, membubarkan, mempersekusi dengan kekerasan kegiatan ibadah pemeluk agama lain yang diakui resmi negara. Negara tak banyak bertindak meski memakan banyak korban. RUU ini janganlah dijadikan alat lain untuk melukai pemeluk agama. Harusnya konflik Ambon dulu dijadikan pelajaran. Harusnya keharmonisan Ambon kini dijadikan tujuan. Dulu saat MTQ Nasional, peserta tinggal di rumah warga Kristen. Saat Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional (Protestan), peserta tinggal di rumah masyarakat muslim. Kini saat pesta paduan suara gerejani nasional di Ambon, warga muslimnya juga meminta agar peserta juga tinggal di rumah-rumah mereka. Mari kita minta Komisi VIII DPR untuk membatalkan aturan tentang pembatasan kegiatan keagamaan dalam RUU Pesantren dan Keagamaan. Mari berdiri bersama untuk menolak Pendidikan non-formal Kristen diundangkan. Suara kalian adalah bukti bahwa kita masih merindukan Indonesia yang semua warganya bisa hidup berdampingan dalam damai. Tolong tandatangani dan sebarkan petisi ini. Salam hormat Jusuf Nikolas Anamofa

Jusnick Anamofa
222,625 supporters
Petitioning Joko Widodo, Lukman Hakim Saifuddin, yasona , Yasonna Laoly, Ummat Islam, Umat Islam

BuBaRKaN BANSER

Seharusnya organisasi besar kepemudaan ormas NU ini berfungsi sebagai penegak amar ma'ruf nahi munkar, pelindung sesama muslim, menyebarkan kebaikan walau berbeda mahzab, menjaga ketauhidan. Disaat umat muslim fokus sibuk dengan membantu korban bencana DONGGALA SIGI PALU LOMBOKBANSER justru sibuk menjaga gereja, membubarkan pengajian, memusuhi ulama, dan hari ini membakar bendera Ar RayahJika apa yang dilakukan saat ini lebih meresahkan sesama muslim dalam berdakwah serta mencoreng kerukunan sesama, alangkah baiknya organisasi Banser dibubarkan saja!Mengacu pada Pasal 59 ayat 3 Perppu no 2/2017 yg sdh disahkan jd UU no 16/2017 (UU Ormas) maka BANSER sudah memenuhi kriteria pembubaran ormas dan tepat publik minta pada pemerintah untuk  DIBUBARKAN ! Bunyi perpu no 2 / 2017 pasal 3:Ormas dilarang: 1. melakukan tindakan permusuhan terhadap suku,agama, ras, atau golongan; 2. melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia; 3. melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial;  4. melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bendera tauhid  ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺭَﺍﻳَﺘُﻪُ ﺳَﻮْﺩَﺍﺀَ ﻭَﻟِﻮَﺍﺅُﻩُ ﺃَﺑْﻴَﺾَ Rayah-nya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berwarna hitam, sedangkan benderanya, yaitu Liwa berwarna putih. HR. Thabrani, Hakim dan Ibnu Majah Pada Liwa’ dan Rayah sama-sama tertulis lafzh al-Jalâlah. MEREKA MALAH MEMBAKAR BENDERA ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ  Para sahabat pun mempertahankan ar-Rayah dengan MENGORBANKAN NYAWA agar ar-Rayah itu tidak jatuh. Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin Umair mempertahankan ar-Rayah yang ia pegang hingga kedua lengan beliau putus tertebas oleh musuh, namun beliau masih terus mendekap Rayah itu dengan sisa kedua lengannya hingga akhirnya ia SYAHID. Liwa’ dan Rayah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam merupakan lambang AKIDAH Islam.   Bagaimana mungkin seorang Muslim melecehkan panji Tauhid, padahal kalimat tauhid itulah yang akan menyelamatkan dia di akhirat kelak dari siksa neraka??? Bagaimana mungkin seorang Muslim, yang mengaku menjadi pengikut Nabi Shallallahu alaihi wassalam, yang di akhirat berharap mendapat syafaat beliau, justru MEMBENCI dan MERENDAHKAN panji Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam??? Bagaimana mungkin seorang Muslim yang berdoa agar di akhirat dinaungi di bawah Liwa’ al-Hamdi Rasul Shallallahu alaihi wassalam justru MEMUSUHI panji itu saat di dunia??? Ya Rabb, lindungi kami.. KITA SERUKAN dan KITA MINTA PEMERINTAH BUBARKAN BANSER !

Shilvia Nanda
168,048 supporters
Closed
Petitioning Naheed Nenshi, John Tory, Jim Watson, Barack Obama, Amnesty International Australia, Human Rights Campaign, United Nations Security Council, Human Rights Watch, Lawyers Committee for Human Rights, ...

Free Ahed Tamimi

My name is Nasri Akil from Toronto, Canada. I started this campaign to support" Ahed Tamimi", her mother "Mariam", her cousin "Nur" and the other kids detained by the evil hands of the Zionists of the fake state of Israel. In a desperate hope to get enough signature to put pressure on decision makers to do something about the constant twisted detention of Palestinian kids. In turn this will expose the evil of the zionists and pressure the international community. I would like to mention here that this petition has nothing to do with race or religion or ethnicity. It's pure right against wrong. Zionism is not Judaism. Judaism is a religion not a race. Many Jews are not Zionists. Most Zionists are not Jews. Many Zionists hate Jews. Opposition to Israel is NOT anti-Semitism. Ahed Tamimi, 16, was arrested ( kidnapped actually ) by Israeli forces in the middle of the night. Since she was a young child, she has been active in weekly demonstrations against Israel’s theft of her family’s land in occupied Nabi Saleh. But as Tamimi stands against Israeli occupation, she underscores: whenever a people face oppression, we must show solidarity. Israeli soldiers shot Ahed Tamimi's relative in the head, leaving the teenage boy in a coma, and then invaded her family home. She demanded that the occupying Israeli soldiers leave her property immediately, shouting "don't touch me" and "leave!" Now she's in Israeli military detention, where 75% of Palestinian children report assault. Ahed is a child, and like thousands of Palestinian children she could be humiliated and abused if we don't get her out fast. She has become another child statistic of the countless other children detained illegally in Israel. Her court date is December 25th, 2017. She was taken into question at the Moscobiyeh prison, notorious for it's dungeon cell, torture tactics fully utilized on children, and extensive harassment. She was put in isolation, left in an icy cell, without proper food. In fives days she was moved three times. Why? To exhaust and break her.  When her mother arrived to be there with her, she too was arrested.  We demand that Ahed and all Palestinian children are released from Israeli prisons now.  The international community must put an end to the ill-treatment and detention of Palestinian children. Enough is enough.  Ahed Tamimi represent all the innocent kids in the Isareli detention and represent the Palestinians struggle against the illegal occupation of Palestine. Since 1967, Palestinian children in the Occupied Palestinian Territory have been living under Israeli military law and prosecuted in military courts. Israeli military law, which fails to ensure and denies basic and fundamental rights, is applied to the whole Palestinian population. Israel is the only country in the world that automatically prosecutes children in military courts that lack basic and fundamental fair trial guarantees. Since 2000, at least 8,000 Palestinian children have been arrested and prosecuted in an Israeli military detention system notorious for the systematic ill-treatment and torture of Palestinian children. Around 500-700 Palestinian children are arrested, detained and prosecuted in the Israeli military court system each year. The majority of Palestinian child detainees are charged with throwing stones, and three out of four experience physical violence during arrest, transfer or interrogation. Unlike Israeli children living in illegal settlements in the West Bank, Palestinian children are not accompanied by a parent and are generally interrogated without the benefit of legal advice, or being informed of their right. They are overwhelmingly accused of throwing stones, an offense that can lead to a potential maximum sentence of 10 to 20 years depending on a child’s age. AHED TAMIMI will go to trial on Christmas Day for slapping an Israeli soldier, illegally trespassing on her property, the day after her 15-year-old cousin was shot in the face. In December 2011, Mustafa Tamimi was killed during a protest in the village when an Israeli soldier shot him in the face with a tear gas canister. One year later, Israeli soldiers shot and killed Rashadi Tamimi in the village. One wonders why the "slap" is the Crime? I decided to do something about it and start with what I can. So that's why I am here asking you to help me help Ahed, her family and all the other kids. I also started a fund raising campaign on "GoFundMe" hoping to raise enough money to hire as many legal advisors to support Ahed and the others legaly in the court and get some justice. I mean enough is enough...I can't sleep I can't eat and these kids are experiencing all of that twist. Someone must do something. This is not right. This is not humanity. We cannot make this acceptable by doing nothing.  I earnestly ask that at the very least, we make some noise in support of Ahed Tamimi and the other children that are held prisoners with no charge, no defense, all in violation of international laws.   She is one, but we are many. It takes a united front to add pressure, to induce accountability and hopefully give freedom to the oppressed, weak and innocent.  To Ahed and all the children in Israeli jails: We stand by your side, and are holding you in our hearts. We will not give up until you are free. You are not alone. As a wise man ounce said: "Start by doing what's necessary; then do what's possible; and suddenly you are doing the impossible" Sign. Support. Make Noise. Add Pressure. Be Human.  what if Ahed was your daughter, sister or just a friend? What would you do?

Nasri Akil
68,583 supporters
Closed
Petitioning Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Lembaga Sensor Film Indonesia, Komisi Penyiaran Indonesia, Lembaga sensor Indonesia, Kementerian, Kem...

Stop Film Anak yang Melecehkan Agama!

Salah satu tugas sebagai orang tua adalah memilihkan hal-hal terbaik untuk tumbuh kembang dan pendidikan anak, termasuk untuk tontonan. Di tengah minimnya film anak, kehadiran film Naura dan Genk Juara (NGJ) diharapkan mampu menjadi salah satu tayangan yang bermanfaat bagi anak-anak. Namun sungguh disayangkan, dalam film tersebut kami mendapati banyak sekali hal yang tidak layak untuk anak-anak, termasuk pelecehan terhadap agama, dalam hal ini adalah pelecehan terhadap Islam. Banyak yang kami soroti dari film tersebut di antaranya adalah penggunaan busana  anak yang tidak sesuai dengan adat timur kita, di mana tokoh utama memakai celana sangat pendek yang kita kenal dengan hot pants, penokohan tokoh jahat yang sangat centil dan cenderung psikopat yang merupakan contoh buruk untuk anak-anak, dan yang paling kami perhatikan adalah penampilan berjenggot dan penggunaan kalimat-kalimat suci dalam agama Islam yang sengaja digunakan oleh tokoh penjahat yang dinamai Trio Licik! Poin terakhir ini yang sangat kami soroti. Di tengah masyarakat yang mengedepankan kebhinekaan, menjunjung tinggi toleransi antar ummat beragama, dan saling menghormati dengan sesama, kami melihat film ini justru sangat berpotensi memecah belah persatuan karena menyakiti ummat Islam. Untuk itu, kami meminta pada para Bapak dan Ibu yang berwenang dalam hal penyiaran, pendistribusian, dan pengawasan perfilman di Indonesia untuk dapat menindak tegas hal ini. Kami minta produser, sutradara, dan penulis skenario film Naura dan Genk Juara untuk MEMINTA MAAF di hadapn publik mengenai pelecehan terhadap ummat Islam! Kami meminta pada pihak yang berwenang untuk MENARIK dan MENSTOP peredaran dan pemutaran film Naura dan Genk Juara dari jaringan industri perfilman di Indonesia karena memecah belah persatuan bangsa! Demikian petisi ini kami buat. Terima kasih.

Windi Ningsih
50,621 supporters
Closed
Petitioning Lukman Hakim Saifuddin

Tolak Penghentian Pembangunan Gereja Santa Clara !

PETISI ini dipicu oleh aksi unjukrasa warga yang mengatas-namakan umat Islam Bekasi di Kantor Walikota Bekasi di Jl. Ahmad Yani, kota Bekasi, Jawa Barat. Para demonstran mengklaim, lokasi rencana pembangunan Gereja Santa Clara di kecamatan Bekasi Utara kota Bekasi, berada di kawasan penduduk beragama Islam dan belum mendapat izin dari warga sekitar. Padahal fakta menunjukkan, rencana pembangunan Gereja Katolik Paroki Santa Clara yang berlokasi di Jalan Duta Bulevard Barat Blok AE-3 No.7 RT03/RW06, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi itu, sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat tentang tata cara pendirian rumah ibadah di Indonesia. Buktinya, Forum Kerukunan Ummat Beragama Bekasi (FKUB) Bekasi mengeluarkan surat bernomor : 109/REK.FKUB/IV/2015 tertanggal 20 April 2015, tentang diizinkannya rencana pembangunan Gereja Santa Clara. Setelah surat itu keluar, pihak gereja mengurus IMB yang kemudian diterbitkan pada Juli 2015. Area gereja seluas 5.000 meter persegi yang memiliki 12.000 anggota jemaat ini, siap memulai pembangunan gedung gereja. Namun, usai kantornya didemo oleh warga pada 10 Agustus 2015, Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) mengatakan hasil negosiasi bersama perwakilan demonstran adalah rencana pembangunan gereja dihentikan. Pepen justru menunjuk pengadilan, jika masih ada pihak atau kelompok yang keberatan dan tetap menolak rencana pembangunan Gereja Santa Clara. "Untuk sementara status quo dulu," katanya. Teman-teman, Mari kita ikut petisi ini sebagai upaya turut memelihara toleransi umat-beragama di Indonesia. Partisipasi dan dukungan Anda akan sangat berarti untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa mendatang.

Jhonny Sitorus
15,032 supporters
Closed
Petitioning Joko Widodo, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Jaksa Agung H.M Prasetyo, Lukman Hakim Saifuddin, Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

ADILI PEMECAH BELAH BANGSA RIZIEQ SHIHAB

Pada tanggal 25 Desember 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, kami melihat akun @sayareya yang berisi twit dan potongan video ceramah Rizieq Shihab, "Rizieq Shihab menyindir ucapan Natal, "kalau Tuhannya beranak, bidannya siapa?" Penistaan gak sih? @WahhabiCC @FerryMaitimu Agar tahu persoalan kami mengunduh video dari akun itu, dan mendengarkan berulang-ulang di HP. Menurut pendapat dan penelitian kami, ceramah Rizieq Shihab dari video itu bisa mengganggu relasi antar umat Islam dan Kristen, karena kontennya memang terkesan mengejek keyakinan agama lain dan disampaikan di depan publik. Tanggal 26 Desember kami tahu dari media ada sekelompok mahasiswa Katolik yang melaporkan Rizieq, maka kami ambil keputusan untuk ikut melaporkan Rizieq agar dia tidak dianggap representasi umat Islam dan bukan persoalan antar Islam versus Kristen tapi antara yang mengolok-olok keyakinan agama lain yang harus berhadapan dengan hukum yang berlaku, sehingga kerukunan dan kedamaian antar umat Islam dan Kristen tidak terganggu. Mengapa kami melaporkan Rizieq Shihab? 1. Ceramah Rizieq Shihab mengancam kerukunan dan kedamaian umat beragama di Indonesia dengan mengolok-olok keyakinan agama lain. Kami dari Student Peace Institute (SPI) menyesalkan ceramah itu, kami melaporkan ke Polisi untuk menegaskan bahwa Rizieq Shihab bukan representasi umat Islam, kami tidak ingin relasi harmonis antara Umat Islam dan Kristen terganggu gara-gara seorang Rizieq Shihab. Masih banyak ceramah dari Kyai, Habib, Ustadz dan Ulama yang damai dan memperkuat kerukunan umat beragama. Kita yang sebangsa yang berbeda-beda suku, adat dan agama, kalau ada saudara sebangsa yang disakiti, maka kita juga merasa disakiti. Inilah wujud dari ukhuwah wathaniyah (persaudaraan tanah air). 2. Ceramah Rizieq Shihab tidak sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Surat Al-An'am 108 yang pada pokoknya melarang menghina Tuhan dan keyakinan agama lain, karena akan berbalas hinaan pada Tuhan dan Keyakinan Islam. "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan (QS Al-An'am, 108). 3. Ceramah Rizieq Shihab bisa diduga telah menyebarkan hinaan pada suatu golongan agama dan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA yang diduga melanggar KUHP Pasal 156 dan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Student Peace Institute
14,567 supporters
Petitioning Lukman Hakim Saifuddin

PETISI BELA HAIKAL HASAN BAROOS DARI SERANGAN SYIAHOKER

*Kami Para Alawiyyin Menyatakan Husin Bin Alwi Shihab Penganut Syi'ah Tidak Mewakili Kami*   Melihat berbagai sepak terjang dan tindak tanduk seorang penganut Aliran Syiah yang bernama Husein bin Alwi Shihab ( @husinShihab ), dengan ini kami Para Alawiyyin / Habaib / Dzuriyyah Rasulullah SAW menyatakan terlepas dan tidak bertanggung jawab atas segala sepak terjang Husein bin Alwi Shihab, dan Husein bukan merupakan representasi dari kami para Alawiyyin. Husein bin Alwi Shihab yang merupakan pendukung Ahok penista agama Islam adalah ketua kelompok "Cyber Indonesia" bersama para Ahoker lainnya seperti Permadi Arya (Abu Janda), Jack Boyd Lapian, Guntur Romli, Muannas Al Aidid dan lain-lain. Husein bin Alwi Shihab selama ini gencar menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab beserta para Ulama dan Habaib lainnya, juga telah mempolisikan Prof. Rocky Gerung, Bapak Reformasi Prof. Dr. Haji Amien Rais, Ustadz Haikal Hassan dan lain-lain. Bahwa nama-nama Ahokers seperti Husein Shahab, Idrus Shahab, Muannas Aidid, Zein Toyeng Assegaf, dan sejumlah nama lainnya adalah orang-orang yang sering mengatas-namakan Alawiyyin untuk menyerang para Habaib dan Ulama serta Aktivis 212. Dan masalah Ustadz Haikal Hassan adalah soal kekhilafannya di Tahun 2013 yang kemudian setelah Aksi 411 dan 212 yang menyatukan umat Islam, justru Ustadz Haikal Hassan mengakui dan sangat menghormati serta menyintai Ahlul Bait Nabi SAW. Dan secara khusus beliau mendukung dan membela habis-habisan perjuangan Habib Muhammad Rizieq Shihab kapan saja dan dimana saja. Kalau Husein bin Alwi Shihab mau mengkriminalisasi para Tokoh itu atas nama pribadi atau kelompoknya, itu silahkan saja, namun kami tidak terima Husein selalu membawa-bawa nama Alawiyyin dalam berbagai tindak tanduknya seolah-olah Husein mewakili seluruh Alawiyyin.  Padahal kami para Alawiyyin / Habaib / Dzurriyyah (Keturunan) Rasulullah SAW adalah penganut Ahlussunnah wal jama'ah, bukan pengikut aliran Syi'ah seperti yang dianut oleh Husein bin Alwi Shihab. Jika Husein bin Alwi Shihab terus menerus mangatas-namakan Alawiyyin untuk syahwat politik busuknya maka kami akan melaporkan dan menuntutnya secara hukum karena telah mencemarkan nama baik Alawiyyin sekaligus mengadu domba dan merusak hubungan harmonis Habaib dan Masyaikh yang sudah terjalin sejak lama. Berikut ini daftar nama kami para Alawiyyin yang menyatakan tidak pernah memberikan kuasa kepada Husein bin Alwi Shihab untuk mewakili para Alawiyyin apalagi untuk mengkriminalisasi para Ulama dan Habaib: 1. Hb Muhammad Rizieq Syihab (Mekkah). 2. Hb Muhsin bin Zaid Alattas (Jakarta). 3. Hb Alwi b .... Ba Agil (Madura) 4. Hb Ahmad b ... Al-Hamid (Malang) 5. Hb Ali Ba'agil (Jakarta) 6. Hb Muhammad b Soleh Al Habsyi (Cirebon) 7. Hb Zaki b ..... Alaydrus (Bandung) 8. Hb Mahdi b Hamzah Assegaf (Bogor) 9. Hb Abdullah b Ali Mauladawilah ( Malang ) 10. Hb Ahmad b Soleh Alattas (Bekasi) 11.Hb Ahmad Fikri Bafaraj (Jakarta) 12. Hb Muhammad b Husein Alattas (Bogor) 13. Hb Muhammad Hanif Alattas (Jakarta) 14. Habib Husni Bin Agil Ba'bud ( wonosobo)  15.Hb Umar bin Abdulloh Al attas ( cikarng ) 16. Habib Segaf bin Umar Basri Assegaf (Bogor) 17. Hb Haikal bin Thohir Alhaddad (Jakarta) 18. Hb Qurasy Baharun. 19.Hb Muhammad Bin Ahmad Vad'aq. ( Bekasi ). 20.Hb Hamid NaqIb BSA ( Bekasi ). 21. Muhammad Shofi Bin Abdurrahman Ba'abud(T.Grogot)  22. Hasan bin Ahmad Alaydrus (Kal-sel) 23.Ahmad bin abdurahman alhabsyi(pangkalanbun/sementara sekarang domisili jakarta) 24.Husein bin abdurahman al habsyi ( pangkalan bun,Kalteng). 25.Abdul Hadi Bin Ibrahim Alaydrus (Batukajang Kab. Paser Kaltim)  26.Achmad haikal bin syeh assegaf (SOLO/SKR DI JAKARTA)   Silahkan lanjutkan    

Saadah Ashrof
14,475 supporters
Closed
Petitioning Joko Widodo

DUKUNG KAPOLRI BUBARKAN FPI

Begini Jawaban Kapolri Saat Diminta Untuk Bubarkan FPI !Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyebutkan bahwa pembubaran terhadap organisasi masyarakat (ormas) ini tidak bisa dilakukan begitu saja. menurut Tito, harus ada alasan yang kuat termasuk juga legitimasi hukum ataupun legitimasi publik untuk membubarkan sebuah ormas yang dirasa telah meresahkan. Hal itu telah disampaikai oleh Kapolri Tito Karnavian pada saat salah satu peserta kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama atau NU ini memberikan pertanyaan menganai alasan Polri yang masih belum juga membubarkan ormas yang dianggap mengancam keutuhan NKRI semisal adalah Front Pembela Islam atau FPI dan jua Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Pada hari Jumat 25 November 2016 Tito yang berada di Asrama Haji Pondok Gede mengatakan bahwa FPI ini merupakan Ormas. Untuk pembubaran bisa saja dilakukan apabila bertentangan dengan Pancasila dan juga aktif melakukan pelanggaran hukum. Diakui bahwa hingga saat ini Tito sudah menerima banyak laporan atas aksi-aksi anarkis yang pernah dilakukan oleh FPI. Walaupun begitu, polisi tidak bisa  begitu saja melakukan pembubaran terhadap FPI karena hingga saat ini masih belum ada landasan hukum. Sekalipun dalam Pasal 107 b UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Keamanan Negara hanya tertulis hukuman ancaman pidana selama 20  tahun penjara. Sehingga untuk memberlakukan aturan itu perlu adanya legitimasi publik.   Tito mengatakan bahwa untuk melakukan legitimasi ini akan memmerlukan dua langkah.  Legitimasi hukum dan juga publik. Legitimasi hukum ini berarti kita akan memperkuat fakta yang telah ada, bukti secara sistematis organisasi ini melakukan pelanggaran sehingga dinilai layak untuk dibubarkan. Lalu juga diperlukan legitimasi publlik karena kadang sudah jelas ada pelanggaran hukum tapi publik tidak menghendakinya. Tito menegaskan bahwa perlu sikap yang tegas dari pemerintah untuk melakukan pembubaran terhadap ormas-ormas yang dianggap mengancam NKRI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan cara duduk bersama untuk menentukan sikap dan menyamakan pemahaman pembubaran terhadap ormas tersebut. Mari Kita Satukan Suara Dukung Kapolri supaya bisa segera mengenyahkan Ormas Perusuh ini dari Bumi Pertiwi... Salam Kebhinekaan ............ MERDEKA !!! MERDEKA !!! MERDEKA !!!

NKRI Bhinneka Tunggal Ika
12,563 supporters
Petitioning Joko Widodo, Lukman Hakim Saifuddin, Tito Karnavian, Walikota Jambi Syarif Fasha

Segera Buka Segel Gereja di Jambi !

PETISI INI, dipicu oleh intoleransi yang terjadi di Jambi. Kali ini, Pemerintah Kota Jambi menyegel tiga gereja di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis (27/9/2018) pagi. Tiga gereja itu yakni Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Huria Kristen Indonesia Simpang Rimbo dan Gereja Methodist Indonesia Kanaan Jambi. Dalam aksinya, petugas Satpol PP Kota Jambi menempel sebuah kertas purtih bertulis "Bangunan/Kegiatan Ini Disegel". Pada kertas itu ditulis, tiga poin yang dilanggar antara lain Peraturan Daerah Nomor 47 tahun 2002 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 11 tahun 2014 tentang Izin Gangguan dan Perda Nomor 03 tahun 2015 tentang IMB. Surat itu ditandatangani penyidik Satpol PP Kota Jambi, Said Faizal, dan bukan oleh Walikota Jambi Syarif Fasha. Namun menurut pengurus Gereja Methodist Indonesia Oberlin Tampubolon, penyegelan gereja yang sudah berdiri sejak 1998 itu terjadi tiba-tiba, tanpa dilakukan musyawarah dengan pihak terkait sebelumnya. Diduga, tindakan Satpol PP itu dilatar-belakangi oleh adanya ancaman dari sekelompok orang untuk berdemonstrasi dengan melibatkan 1000 orang.  Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemkot Jambi, Liphan Pasaribu mengaku telah menerima surat desakan dari sekelompok warga, hingga pihaknya memutuskan untuk sementara menyegel ketiga gereja. "Diputuskan (disegel), untuk menghindari keributan yang tidak diinginkan, sementara kami tutup dulu," kata Pasaribu. Teman-teman, Mari kita dukung petisi ini sebagai upaya turut memelihara toleransi umat-beragama di Indonesia. Partisipasi Anda akan sangat berarti untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa depan.     

Jhonny Sitorus
3,919 supporters