Usulan Perbaikan Formasi CPNS: Cegah Kekosongan karena Syarat Jurusan Tidak Relevan

Penandatangan terbaru:
Titin Suprianti dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada Yth.
Menteri PANRB, Kepala BKN, dan Para Pemangku Kepentingan Rekrutmen ASN di Indonesia

Dengan hormat,

Kami menyampaikan aspirasi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap perbaikan tata kelola rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam proses pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang selama ini telah menghabiskan anggaran, tenaga, dan waktu yang besar dari negara.

Namun demikian, kami menemukan permasalahan substantif yang berulang dan luput dari perhatian, yaitu:

Masih adanya formasi CPNS yang kosong bukan karena kurangnya pelamar, melainkan karena syarat jurusan yang ditentukan tidak tersedia di sistem pendidikan nasional.

Contoh konkret:
Formasi yang mensyaratkan pelamar dari jurusan seperti “S1 Kearsipan”, padahal faktanya jurusan tersebut tidak tersedia secara resmi di jenjang S1 di Indonesia.
Akibatnya, formasi tersebut tidak terisi, meskipun terdapat banyak peserta yang sudah lulus passing grade dari rumpun ilmu yang relevan. 

Dampak Permasalahan Ini:

  • Kekosongan formasi ASN, yang berimbas pada keterbatasan pelayanan publik.
  • Anggaran seleksi terbuang sia-sia, padahal negara tengah mengefisiensikan belanja.
  • Peserta dirugikan, meski telah lolos passing grade secara sah dan kompetitif.
  •  Risiko usia maksimal CPNS terlampaui, sehingga peserta kehilangan hak untuk mengabdi.
  • Menghambat upaya negara menekan angka pengangguran, karena peluang kerja yang seharusnya terbuka justru dibiarkan kosong.

Usulan Solusi Perbaikan:

  1. Optimalisasi peserta lulus passing grade ke formasi kosong yang memiliki keterkaitan rumpun ilmu, meskipun nama jurusannya tidak identik.
  2. Evaluasi sistem penyusunan formasi, agar ke depannya tidak lagi mencantumkan jurusan yang tidak tersedia di sistem pendidikan Indonesia.
  3. Libatkan Kemendikbudristek dan PDDikti secara langsung dalam penyusunan formasi, agar selaras dengan data riil pendidikan nasional.
  4. Buka ruang sinkronisasi dan uji publik sebelum formasi ditetapkan, agar potensi kekeliruan ini dapat dikoreksi lebih awal oleh masyarakat dan akademisi.

Mengapa Saat Ini Adalah Waktu yang Tepat untuk Bertindak?

Kami meyakini, memperbaiki hal ini tidak perlu menunggu lebih lama lagi.
Setiap tahun yang dibiarkan berlalu tanpa perbaikan, hanya akan mengulang pola yang sama: formasi kosong, anggaran terbuang, pelayanan terganggu, dan peluang kerja hilang.

Langkah kecil hari ini dapat mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.
Jika dibiarkan terus, dampaknya bukan hanya bagi peserta seleksi, tapi juga bagi masyarakat yang menanti pelayanan yang lebih baik.

Perbaikan ini bukan semata demi mereka yang melamar, melainkan demi terciptanya birokrasi yang lebih sehat, rekrutmen yang lebih adil, dan negara yang lebih efisien.

Kami percaya, kebijakan yang baik bukan hanya yang sesuai aturan, tetapi juga yang memberi manfaat nyata dan masuk akal bagi rakyat.
Kini saat yang tepat untuk memulai perbaikan itu, sebelum kesempatan dan kepercayaan masyarakat terbuang percuma.

Hormat kami,
[Para Penandatangan Petisi Ini]



#PerbaikanFormasiCPNS #OptimalisasiASN #EfisiensiAnggaran #FormasiKosong #RekrutmenAdil #KurangiPengangguran

avatar of the starter
Chapter …Pembuka Petisi

10

Penandatangan terbaru:
Titin Suprianti dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada Yth.
Menteri PANRB, Kepala BKN, dan Para Pemangku Kepentingan Rekrutmen ASN di Indonesia

Dengan hormat,

Kami menyampaikan aspirasi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap perbaikan tata kelola rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam proses pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang selama ini telah menghabiskan anggaran, tenaga, dan waktu yang besar dari negara.

Namun demikian, kami menemukan permasalahan substantif yang berulang dan luput dari perhatian, yaitu:

Masih adanya formasi CPNS yang kosong bukan karena kurangnya pelamar, melainkan karena syarat jurusan yang ditentukan tidak tersedia di sistem pendidikan nasional.

Contoh konkret:
Formasi yang mensyaratkan pelamar dari jurusan seperti “S1 Kearsipan”, padahal faktanya jurusan tersebut tidak tersedia secara resmi di jenjang S1 di Indonesia.
Akibatnya, formasi tersebut tidak terisi, meskipun terdapat banyak peserta yang sudah lulus passing grade dari rumpun ilmu yang relevan. 

Dampak Permasalahan Ini:

  • Kekosongan formasi ASN, yang berimbas pada keterbatasan pelayanan publik.
  • Anggaran seleksi terbuang sia-sia, padahal negara tengah mengefisiensikan belanja.
  • Peserta dirugikan, meski telah lolos passing grade secara sah dan kompetitif.
  •  Risiko usia maksimal CPNS terlampaui, sehingga peserta kehilangan hak untuk mengabdi.
  • Menghambat upaya negara menekan angka pengangguran, karena peluang kerja yang seharusnya terbuka justru dibiarkan kosong.

Usulan Solusi Perbaikan:

  1. Optimalisasi peserta lulus passing grade ke formasi kosong yang memiliki keterkaitan rumpun ilmu, meskipun nama jurusannya tidak identik.
  2. Evaluasi sistem penyusunan formasi, agar ke depannya tidak lagi mencantumkan jurusan yang tidak tersedia di sistem pendidikan Indonesia.
  3. Libatkan Kemendikbudristek dan PDDikti secara langsung dalam penyusunan formasi, agar selaras dengan data riil pendidikan nasional.
  4. Buka ruang sinkronisasi dan uji publik sebelum formasi ditetapkan, agar potensi kekeliruan ini dapat dikoreksi lebih awal oleh masyarakat dan akademisi.

Mengapa Saat Ini Adalah Waktu yang Tepat untuk Bertindak?

Kami meyakini, memperbaiki hal ini tidak perlu menunggu lebih lama lagi.
Setiap tahun yang dibiarkan berlalu tanpa perbaikan, hanya akan mengulang pola yang sama: formasi kosong, anggaran terbuang, pelayanan terganggu, dan peluang kerja hilang.

Langkah kecil hari ini dapat mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.
Jika dibiarkan terus, dampaknya bukan hanya bagi peserta seleksi, tapi juga bagi masyarakat yang menanti pelayanan yang lebih baik.

Perbaikan ini bukan semata demi mereka yang melamar, melainkan demi terciptanya birokrasi yang lebih sehat, rekrutmen yang lebih adil, dan negara yang lebih efisien.

Kami percaya, kebijakan yang baik bukan hanya yang sesuai aturan, tetapi juga yang memberi manfaat nyata dan masuk akal bagi rakyat.
Kini saat yang tepat untuk memulai perbaikan itu, sebelum kesempatan dan kepercayaan masyarakat terbuang percuma.

Hormat kami,
[Para Penandatangan Petisi Ini]



#PerbaikanFormasiCPNS #OptimalisasiASN #EfisiensiAnggaran #FormasiKosong #RekrutmenAdil #KurangiPengangguran

avatar of the starter
Chapter …Pembuka Petisi
Dukung sekarang

10


Perkembangan terakhir petisi