Peduli aga trias tahta , tolak pernyataan "ini musibah " wakil dekan fisip, unila.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


Aga trias tahta adalah mahasiswa jurusan sosiologi, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik unila. 

Meninggal dunia pada minggu 29/09/2019 saat mengikuti kegiatan diksar UKM CAKRAWALA 

jenazah Aga Trias tiba di rumah duka di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Minggu , saat magrib.

“Kedua orang tua korban mendapat informasi sekitar pukul 14.00 WIB, bahwa Aga masuk rumah sakit, dan setelah mendengar kabar tersebut mereka langsung menyusul korban ke Rumah Sakit Bumi Waras dan ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar tetangga korban

Menurut Pengurus UKMF Cakrawala, Shyntia Claudia, Mahasiswi prodi Sosiologi, Aga meninggal pada Minggu (29/9/2019).

Diceritakan Shyntia, pada hari Kamis atau hari kedua diksar, korban sempat terjatuh diduga mengalami drop.

Tapi langsung ada upaya penanganan dari panitia dibawa ke rumah warga di atas puncak," terangnya.

Sabtu, korban kembali terjatuh

Selain Aga, ada juga korban lain dalam diksar tersebut, di antaranya Muhammad Aldi Darmawan (18) dan Fans Salsa Romando (19) yang dirawat di rumah sakit.

Dikutip TribunWow.com dari TribunLampung.co.id, Selasa (1/10/2019), Aldi mengaku dirinya dianiaya senior, mulai dari dipukul, ditampar, hingga dipaksa merayap tanpa baju.

Diketahui, Aldi kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung, sementara Fans dirawat di RS Bintang Amin, Bandar Lampung.

Yang menjadi mirisnya adalah ketika peristiwa ini menelan nyawa , yang jika kita melihat dari kesaksian para peserta yang lain meninggalnya aga adalah karena tindak kekerasan yang berujung pada kematian maka benar yang ibunda aga trias tahta tuliskan dalam sepucuk surat yang menyatakan maaf karena sudah memberikan izin aga untuk pergi ke tempat PEMBANTAIAN (diksar UKM cakrawala) 

Pertanyaannya adalah siapa yang harus bertanggung jawab?  

Lucu ketika mendengar pernyataan bapak DADANG KARYA BHAKTI wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan dan alumni fisip unila,  yang menyatakan kejadian ini adalah musibah, seolah olah memang sudah menjadi takdir dari sang kuasa, pernyataan yang sedikit tercium aroma cuci tangan dari wakil dekan 3 fisip unila. 

Lalu apa yang harus kita lalukan?  

Cacatnya kegiatan kemahasiswaan di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik unila adalah bentuk ketidak sanggupan bapak dadang karya bhakti untuk memikul amanah sebagai seorang yang seharusnya menjadi penanggung jawab penuh disetiap seluk beluk kegiatan mahasiswa di kampus.

Maka yang diharap kan dari tanda tangan anda di petisi ini adalah sebagai bukti bahwa masih banyak mata mata yang tidak tidur melihat ketidak benaran itu terjadi dan mari kita kawal bersama sampai kejadian ini diungkap sebenar benarnya dan mendapatkan pertanggungjawaban sebaik baiknya.

Terimakasih.