
Tuntut keadilan untuk korban malpraktek di RSUD Abdul Muluk
Masalahnya
Ayah saya, Sir Hamilton, adalah sosok yang penuh cinta dan semangat bagi keluarga kami. Beliau selalu memberikan yang terbaik untuk kami, menginspirasi saya dengan ketulusan hatinya. Namun, hidupnya harus berakhir tragis di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, akibat malpraktek medis yang tak dapat diterima.
Saya merasa hancur, tidak hanya karena kehilangan ayah saya tercinta, tetapi juga karena insiden memilukan ini bukanlah yang pertama terjadi di rumah sakit tersebut. Kami dibiarkan tanpa bukti yang jelas, dan setiap pertanyaan yang kami ajukan seolah tertutup rapat tanpa respons yang memadai. Seharusnya rumah sakit adalah tempat yang aman dan dapat diandalkan, bukan tempat di mana nyawa seseorang terancam akibat kelalaian.
Masih ada banyak keluarga lain yang kehilangan orang tercinta mereka, dan suara mereka juga dibungkam dengan berbagai cara. Kejadian malpraktek tak bisa dianggap remeh, terutama ketika keselamatan pasien menjadi taruhannya. Kita harus memohon pengawasan yang lebih ketat dan sistem akuntabilitas yang lebih baik di RSUD Abdul Muluk.
Secara statistik, malpraktek medis menyumbang ribuan nyawa setiap tahunnya di Indonesia, namun banyak sekali kasus yang tidak sampai ke meja hijau. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 30% pengaduan pasien di negara ini berkaitan dengan dugaan malpraktek. Ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan dan harus segera diatasi untuk mencegah kematian sia-sia.
Saya minta kepada pihak berwenang, terutama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk menyelidiki lebih dalam praktik-praktik buruk di RSUD Abdul Muluk. Kami membutuhkan jawaban dan tindakan nyata untuk mencegah hal serupa terjadi pada keluarga lain. Sistem evaluasi dan audit berkala serta peningkatan pelatihan bagi tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal yang signifikan.
Tolong tandatangani petisi ini jika Anda peduli dengan keselamatan pasien dan percaya bahwa setiap keluarga layak mendapatkan keadilan demi nyawa yang hilang. Bersama-sama, kita bisa membuat perubahan nyata dan menjaga agar tidak ada lagi keluarga yang harus mengalami kepedihan serupa.

174
Masalahnya
Ayah saya, Sir Hamilton, adalah sosok yang penuh cinta dan semangat bagi keluarga kami. Beliau selalu memberikan yang terbaik untuk kami, menginspirasi saya dengan ketulusan hatinya. Namun, hidupnya harus berakhir tragis di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, akibat malpraktek medis yang tak dapat diterima.
Saya merasa hancur, tidak hanya karena kehilangan ayah saya tercinta, tetapi juga karena insiden memilukan ini bukanlah yang pertama terjadi di rumah sakit tersebut. Kami dibiarkan tanpa bukti yang jelas, dan setiap pertanyaan yang kami ajukan seolah tertutup rapat tanpa respons yang memadai. Seharusnya rumah sakit adalah tempat yang aman dan dapat diandalkan, bukan tempat di mana nyawa seseorang terancam akibat kelalaian.
Masih ada banyak keluarga lain yang kehilangan orang tercinta mereka, dan suara mereka juga dibungkam dengan berbagai cara. Kejadian malpraktek tak bisa dianggap remeh, terutama ketika keselamatan pasien menjadi taruhannya. Kita harus memohon pengawasan yang lebih ketat dan sistem akuntabilitas yang lebih baik di RSUD Abdul Muluk.
Secara statistik, malpraktek medis menyumbang ribuan nyawa setiap tahunnya di Indonesia, namun banyak sekali kasus yang tidak sampai ke meja hijau. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 30% pengaduan pasien di negara ini berkaitan dengan dugaan malpraktek. Ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan dan harus segera diatasi untuk mencegah kematian sia-sia.
Saya minta kepada pihak berwenang, terutama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk menyelidiki lebih dalam praktik-praktik buruk di RSUD Abdul Muluk. Kami membutuhkan jawaban dan tindakan nyata untuk mencegah hal serupa terjadi pada keluarga lain. Sistem evaluasi dan audit berkala serta peningkatan pelatihan bagi tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal yang signifikan.
Tolong tandatangani petisi ini jika Anda peduli dengan keselamatan pasien dan percaya bahwa setiap keluarga layak mendapatkan keadilan demi nyawa yang hilang. Bersama-sama, kita bisa membuat perubahan nyata dan menjaga agar tidak ada lagi keluarga yang harus mengalami kepedihan serupa.

Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 4 September 2026