Tolak Proyek Kereta Gantung Bandar Lampung, Prioritaskan Infrastruktur Dasar untuk Rakyat!

Penandatangan terbaru:
Andika Prasetyo dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada: Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan DPRD Kota Bandar Lampung

Kami adalah warga yang lelah menampung kecewa.

Kami adalah suara-suara yang terlalu lama tenggelam di genangan banjir,

tergelincir di jalanan rusak, dan tersesat dalam tumpukan sampah yang tak terselesaikan.

Namun kini kami dipaksa mendengar kabar: Proyek kereta gantung seharga Rp2,5 triliun akan dibangun—

bukan untuk mengatasi derita kami, tetapi untuk menjadi “ikon wisata”.

Katanya kerja sama dengan investor,

tapi kenyataannya 50% dana berasal dari pemerintah kota,

dari uang kami—rakyat Bandar Lampung.

Kami bertanya:
Apakah jalanan berlubang tak lebih penting dari kabel gantung?

Apakah banjir tahunan tak lebih urgen dari proposal proyek wisata?
Apakah suara kami hanya pantulan yang tak perlu didengar?

Kami menolak proyek kereta gantung ini!

Bukan karena kami anti kemajuan, tapi karena kami percaya: kemajuan sejati dibangun dari dasar yang kuat, bukan dari mimpi yang melayang-layang.

Kami menuntut:
Hentikan proses proyek kereta gantung hingga ada transparansi publik.

Fokuskan anggaran pada perbaikan infrastruktur dasar: jalan, drainase, dan pengelolaan sampah.
Libatkan masyarakat dalam setiap rencana pembangunan skala besar.

Kota ini milik bersama.

Dan kami tak akan diam ketika masa depan kami dibentuk tanpa kami.

 

Tanda tangani petisi ini dan sebarkan—karena kita tidak bisa dibungkam lagi.

#SuaraDariJalan #KitabJiwaBicara #Politik #Pemkot #BandarLampung #Lampung

avatar of the starter
mrs adviceinPembuka Petisi

10

Penandatangan terbaru:
Andika Prasetyo dan 9 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada: Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan DPRD Kota Bandar Lampung

Kami adalah warga yang lelah menampung kecewa.

Kami adalah suara-suara yang terlalu lama tenggelam di genangan banjir,

tergelincir di jalanan rusak, dan tersesat dalam tumpukan sampah yang tak terselesaikan.

Namun kini kami dipaksa mendengar kabar: Proyek kereta gantung seharga Rp2,5 triliun akan dibangun—

bukan untuk mengatasi derita kami, tetapi untuk menjadi “ikon wisata”.

Katanya kerja sama dengan investor,

tapi kenyataannya 50% dana berasal dari pemerintah kota,

dari uang kami—rakyat Bandar Lampung.

Kami bertanya:
Apakah jalanan berlubang tak lebih penting dari kabel gantung?

Apakah banjir tahunan tak lebih urgen dari proposal proyek wisata?
Apakah suara kami hanya pantulan yang tak perlu didengar?

Kami menolak proyek kereta gantung ini!

Bukan karena kami anti kemajuan, tapi karena kami percaya: kemajuan sejati dibangun dari dasar yang kuat, bukan dari mimpi yang melayang-layang.

Kami menuntut:
Hentikan proses proyek kereta gantung hingga ada transparansi publik.

Fokuskan anggaran pada perbaikan infrastruktur dasar: jalan, drainase, dan pengelolaan sampah.
Libatkan masyarakat dalam setiap rencana pembangunan skala besar.

Kota ini milik bersama.

Dan kami tak akan diam ketika masa depan kami dibentuk tanpa kami.

 

Tanda tangani petisi ini dan sebarkan—karena kita tidak bisa dibungkam lagi.

#SuaraDariJalan #KitabJiwaBicara #Politik #Pemkot #BandarLampung #Lampung

avatar of the starter
mrs adviceinPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi