Tolak izin tambang emas PT Tambang Mas Sangihe (TMS)

Tolak izin tambang emas PT Tambang Mas Sangihe (TMS)

Penandatangan terbaru:
muhamad rafly dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Pulau Sangihe, yang terletak di bagian utara Indonesia, bukanlah sekedar tempat di peta—pulau ini memiliki arti yang jauh lebih dalam bagi kami, para warga lokal. Kisah penolakan tambang di pulau ini bukan hanya perjuangan tentang lingkungan, tetapi juga warisan budaya dan hak hidup damai di tanah leluhur kami. Saat ini, PT Tambang Mas Sangihe (TMS) berencana membuka tambang emas besar di pulau ini, mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam.

Bentangan alam Sangihe dihiasi dengan keanekaragaman hayati yang kaya, habitat bagi spesies flora dan fauna endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Pembukaan tambang akan merusak ekosistem yang rapuh ini dan berpotensi menyebabkan bencana ekologi yang tidak terukur. Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa pertambangan sering kali mengakibatkan pencemaran tanah dan air, yang dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Bagi warga Sangihe, tanah ini bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga memenuhi kebutuhan spiritual dan identitas budaya kami. Banyak situs-situs sakral terancam oleh penggalian tambang, yang dapat menggusur sejarah panjang dan ikatan komunitas yang telah terjalin selama berabad-abad.

Menurut laporan dari organisasi lingkungan, izin tambang yang diterbitkan juga melanggar beberapa peraturan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ini termasuk pelanggaran hak asasi manusia yang diakui secara internasional, di mana konsultasi yang adil dan menyeluruh dengan masyarakat terdampak tidak dilakukan. Penyebaran informasi yang tidak memadai hanya menambah ketegangan dan rasa ketidakadilan bagi masyarakat.

Kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan pihak terkait lainnya untuk menolak izin tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Sebaliknya, fokuslah pada pengembangan berkelanjutan yang menghargai lingkungan alam dan budaya. Yuk, tandatangani petisi ini untuk menyuarakan aspirasi kami dan melindungi masa depan Pulau Sangihe.
avatar of the starter
Erika PratiwiPembuka Petisi

14

Penandatangan terbaru:
muhamad rafly dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Pulau Sangihe, yang terletak di bagian utara Indonesia, bukanlah sekedar tempat di peta—pulau ini memiliki arti yang jauh lebih dalam bagi kami, para warga lokal. Kisah penolakan tambang di pulau ini bukan hanya perjuangan tentang lingkungan, tetapi juga warisan budaya dan hak hidup damai di tanah leluhur kami. Saat ini, PT Tambang Mas Sangihe (TMS) berencana membuka tambang emas besar di pulau ini, mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam.

Bentangan alam Sangihe dihiasi dengan keanekaragaman hayati yang kaya, habitat bagi spesies flora dan fauna endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Pembukaan tambang akan merusak ekosistem yang rapuh ini dan berpotensi menyebabkan bencana ekologi yang tidak terukur. Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa pertambangan sering kali mengakibatkan pencemaran tanah dan air, yang dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Bagi warga Sangihe, tanah ini bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga memenuhi kebutuhan spiritual dan identitas budaya kami. Banyak situs-situs sakral terancam oleh penggalian tambang, yang dapat menggusur sejarah panjang dan ikatan komunitas yang telah terjalin selama berabad-abad.

Menurut laporan dari organisasi lingkungan, izin tambang yang diterbitkan juga melanggar beberapa peraturan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ini termasuk pelanggaran hak asasi manusia yang diakui secara internasional, di mana konsultasi yang adil dan menyeluruh dengan masyarakat terdampak tidak dilakukan. Penyebaran informasi yang tidak memadai hanya menambah ketegangan dan rasa ketidakadilan bagi masyarakat.

Kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan pihak terkait lainnya untuk menolak izin tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Sebaliknya, fokuslah pada pengembangan berkelanjutan yang menghargai lingkungan alam dan budaya. Yuk, tandatangani petisi ini untuk menyuarakan aspirasi kami dan melindungi masa depan Pulau Sangihe.
avatar of the starter
Erika PratiwiPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi