Tolak habit mendidik dengan mendadak di SMK Telkom Malang

Tolak habit mendidik dengan mendadak di SMK Telkom Malang

Penandatangan terbaru:
Favian Zaahir dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

SMK Telkom Malang dikenal sebagai salah satu institusi vokasi terbaik di kota kami. Namun, di balik reputasi tersebut, terdapat kebiasaan buruk yang terus berulang dan berdampak langsung pada siswa, yaitu budaya pengambilan keputusan mendadak, khususnya dalam penjadwalan ujian dan kegiatan akademik.

Pemicu terbaru dari keresahan ini adalah pelaksanaan tes Viera secara mendadak, disusul dengan agenda munaqosah hafalan yang juga diinformasikan tanpa persiapan memadai. Namun, masalah ini bukan kejadian satu kali. Jauh sebelum itu, siswa sudah dibiasakan menghadapi ketidakpastian serupa dalam berbagai bentuk ujian.

Pada masa PSAJ, UTS, dan UAS, jadwal ujian kerap diumumkan secara tiba-tiba. Akibatnya, guru harus mengejar penyampaian materi dalam waktu yang sangat singkat, sementara siswa dipaksa belajar terburu-buru tanpa kesempatan memahami materi secara mendalam. Pola ini menciptakan budaya belajar yang berorientasi pada kejar tayang, bukan pemahaman.

Masalah serupa juga terjadi di luar ranah ujian, termasuk dalam pengalaman pribadi saya di bidang lomba. Saya sempat ditawarkan kembali untuk mengikuti LKS bidang AI tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya, tim kami telah menyatakan penolakan. Namun, tanpa konfirmasi lanjutan, kami tiba-tiba didaftarkan secara sepihak. Ketika kami meminta penjelasan, alasan yang diberikan tidak transparan dan cenderung dibuat-buat, sehingga kami berada pada posisi yang sulit untuk menolak.

Keputusan mendadak tanpa komunikasi yang sehat seperti ini berujung pada persiapan yang tidak optimal dan akhirnya berkontribusi pada kekalahan dua tim yang terlibat.

Budaya serupa juga terlihat dalam pelaksanaan event dan organisasi di lingkungan sekolah, di mana keputusan penting sering dibuat secara mendadak tanpa perencanaan matang. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar, yaitu lemahnya perencanaan jangka panjang dan minimnya kemampuan adaptasi institusi dalam mengelola agenda secara strategis.

Ketika pola seperti ini terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun, maka ini bukan lagi sekadar kesalahan teknis, melainkan kebiasaan sistemik yang telah mengakar dalam budaya sekolah.

Pendidikan yang baik tidak hanya soal materi dan fasilitas, tetapi juga soal manajemen yang sehat, terstruktur, dan menghargai kesiapan peserta didik. Siswa berhak mendapatkan kepastian jadwal, transparansi keputusan, dan lingkungan belajar yang mendukung proses pengembangan diri secara optimal.

Kami memohon kepada pihak manajemen SMK Telkom Malang untuk:

Menyusun kalender akademik dan ujian dengan lebih terencana
Mengumumkan jadwal kegiatan penting jauh hari sebelumnya
Menghentikan budaya pengambilan keputusan mendadak tanpa komunikasi transparan
Membangun sistem manajemen yang lebih profesional dan adaptif
Dengan perubahan ini, SMK Telkom Malang dapat benar-benar menjadi institusi pendidikan unggul, bukan hanya dalam citra, tetapi juga dalam kualitas pengelolaan internalnya.

Mohon tandatangani petisi ini jika Anda peduli terhadap kualitas pendidikan, kesehatan mental siswa, dan masa depan generasi muda di SMK Telkom Malang.

avatar of the starter
Arsyad MahardikaPembuka Petisi

288

Penandatangan terbaru:
Favian Zaahir dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

SMK Telkom Malang dikenal sebagai salah satu institusi vokasi terbaik di kota kami. Namun, di balik reputasi tersebut, terdapat kebiasaan buruk yang terus berulang dan berdampak langsung pada siswa, yaitu budaya pengambilan keputusan mendadak, khususnya dalam penjadwalan ujian dan kegiatan akademik.

Pemicu terbaru dari keresahan ini adalah pelaksanaan tes Viera secara mendadak, disusul dengan agenda munaqosah hafalan yang juga diinformasikan tanpa persiapan memadai. Namun, masalah ini bukan kejadian satu kali. Jauh sebelum itu, siswa sudah dibiasakan menghadapi ketidakpastian serupa dalam berbagai bentuk ujian.

Pada masa PSAJ, UTS, dan UAS, jadwal ujian kerap diumumkan secara tiba-tiba. Akibatnya, guru harus mengejar penyampaian materi dalam waktu yang sangat singkat, sementara siswa dipaksa belajar terburu-buru tanpa kesempatan memahami materi secara mendalam. Pola ini menciptakan budaya belajar yang berorientasi pada kejar tayang, bukan pemahaman.

Masalah serupa juga terjadi di luar ranah ujian, termasuk dalam pengalaman pribadi saya di bidang lomba. Saya sempat ditawarkan kembali untuk mengikuti LKS bidang AI tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya, tim kami telah menyatakan penolakan. Namun, tanpa konfirmasi lanjutan, kami tiba-tiba didaftarkan secara sepihak. Ketika kami meminta penjelasan, alasan yang diberikan tidak transparan dan cenderung dibuat-buat, sehingga kami berada pada posisi yang sulit untuk menolak.

Keputusan mendadak tanpa komunikasi yang sehat seperti ini berujung pada persiapan yang tidak optimal dan akhirnya berkontribusi pada kekalahan dua tim yang terlibat.

Budaya serupa juga terlihat dalam pelaksanaan event dan organisasi di lingkungan sekolah, di mana keputusan penting sering dibuat secara mendadak tanpa perencanaan matang. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar, yaitu lemahnya perencanaan jangka panjang dan minimnya kemampuan adaptasi institusi dalam mengelola agenda secara strategis.

Ketika pola seperti ini terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun, maka ini bukan lagi sekadar kesalahan teknis, melainkan kebiasaan sistemik yang telah mengakar dalam budaya sekolah.

Pendidikan yang baik tidak hanya soal materi dan fasilitas, tetapi juga soal manajemen yang sehat, terstruktur, dan menghargai kesiapan peserta didik. Siswa berhak mendapatkan kepastian jadwal, transparansi keputusan, dan lingkungan belajar yang mendukung proses pengembangan diri secara optimal.

Kami memohon kepada pihak manajemen SMK Telkom Malang untuk:

Menyusun kalender akademik dan ujian dengan lebih terencana
Mengumumkan jadwal kegiatan penting jauh hari sebelumnya
Menghentikan budaya pengambilan keputusan mendadak tanpa komunikasi transparan
Membangun sistem manajemen yang lebih profesional dan adaptif
Dengan perubahan ini, SMK Telkom Malang dapat benar-benar menjadi institusi pendidikan unggul, bukan hanya dalam citra, tetapi juga dalam kualitas pengelolaan internalnya.

Mohon tandatangani petisi ini jika Anda peduli terhadap kualitas pendidikan, kesehatan mental siswa, dan masa depan generasi muda di SMK Telkom Malang.

avatar of the starter
Arsyad MahardikaPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi