TOLAK CARETAKER! STOP AROGANSI PIMPINAN PUSAT! KADER GP ANSOR AKAR RUMPUT BERSUARA


TOLAK CARETAKER! STOP AROGANSI PIMPINAN PUSAT! KADER GP ANSOR AKAR RUMPUT BERSUARA
Masalahnya
Suara-suara keresahan dari kader dan pengurus GP Ansor di tingkat Ranting, PAC hingga PC di seantero Provinsi Jawa Tengah terus bermunculan. Mereka menyayangkan, mempertanyakan, kecewa dan sedih dengan terbitnya Surat Keputusan Caretaker oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor terhadap Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah. Benar-benar amat disayangkan!
Keriuhan ini bermula munculnya Surat Keputusan Caretaker untuk Kepengurusan PW GP Ansor Jateng yang alasannya sangat jelas mengada-ada. Anehnya, Surat Keputusan Caretaker ternyata ada dua. Yang pertama muncul, bernomor 1079/PP/SK-01/IX/2024 tertanggal 06 September 2024 dan tertandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum Addin Jauharuddin dan Sekretaris Jenderal A Rifqi Al Mubarok. Dalam surat tersebut, tim caretaker berjumlah 19 orang.
Beberapa hari kemudian, beredar Surat Keputusan Caretaker yang kedua, dengan nomor surat sama dan tanggal yang sama yaitu, 1079/PP/SK-01/IX/2024 tertanggal 06 September 2024 dan tertandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum Addin Jauharuddin dan Sekretaris Jenderal A Rifqi Al Mubarok. Anehnya, ada perubahan nama, jumlah tim caretaker bertambah, hingga ada nama yang hilang. Kali ini, jumlah tim caretaker menjadi 28 orang, nama Ketua Dewan Penasihatnya diganti dari H Mujiburrohman menjadi H Ulil Archam. Nama aneh seperti, BASUDEWA KRISNA juga hilang, sudah berubah menjadi nama asli yang bersangkutan yaitu, Kristanto.
Padahal, pada 6 September 2024 diketahui Ketua Umum Addin Jauharuddin masih berada di Mesir untuk melantik Pengurus PC GP Ansor Mesir.
Secara tata kelola administrasi sebagaimana diketahui oleh para Pengurus Ranting GP Ansor di Tingkat Desa/Kelurahan, tidak boleh ada surat dengan penomoran sama tapi isinya berbeda.
Mencermati isi dalam surat Keputusan Caretaker itu, yang menjadi dasar utama adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil). Alasan itu sungguh tidak berdasar atau tak sesuai dengan fakta.
Faktanya, persiapan Konferwil telah dilaksanakan sejak tahun 2023 dengan pembentukan panitia. Namun atas kehendak PP, Konferwil diminta dilaksanakan setelah Kongres XVI GP Ansor pada Februari 2024. Setelah Kongres, pembahasan persiapan Konferwil mulai dilakukan hingga dilaksanakannya Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jateng di IAIN Kudus pada Sabtu, 29 Juni 2024 yang dihadiri PC se Jateng dan menyepakati digelarnya Konferwil pada Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang.
Panitia kemudian terus menggodok materi Konferwil. Draft materi juga telah didistribusikan ke seluruh PC dan PAC se Jateng untuk dibahas di daerah masing-masing yang hasilnya dibahas lagi di Pra-Konferwil. Pra-Konferwil kemudian terlaksana di Hotel Kusuma Sahid Prince Solo pada 1 Agustus 2024 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 35 PC Se Jateng, membahas dan menyepakati Tata Tertib (Tatib) Konferwil, Program Kerja hingga Persyaratan Calon Ketua PW. Seluruh materi yang disepakati itu sudah siap untuk disahkan ke forum tertinggi yakni Konferwil. Pra-Konferwil pun dibuka oleh Sekjen PP GP Ansor, dihadiri pula Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin.
(Keterangan Foto: Sekjen PP GP Ansor H A Rifqi Al Mubarok saat membuka Pra-Konferwil GP Ansor Jateng di Solo, 1 Agustus 2024)
Selanjutnya, pada 5-15 Agustus 2024 dilaksanakan pendaftaran bakal calon yang kemudian muncul tiga kandidat yaitu, (1) Muhammad Hanif Mahfud (Ketua MDS Rijalul Ansor PW GP Ansor Jateng yang juga Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang), (2) Mochamad Hanies Cholil Barro’ (Wakil Bupati Rembang yang juga adik Ketua Umum PBNU dan juga adik mantan Ketua Umum PP GP Ansor yang kini Menteri Agama), dan (3) M. Shidqon Prabowo (Wakasatkorwil Banser Jawa Tengah yang juga Pengasuh Ponpes Asshodiqiyyah Kota Semarang).
Konferwil sedianya dilaksanakan 31 Agustus 2024 di MAJT Kota Semarang. Namun oleh Ketua Umum PP GP Ansor diminta ditunda sampai pertengahan September 2024, dengan alasan berbarengan dengan acara Rakornas GP Ansor di Jakarta. Ternyata, 6 September 2024 diterbitkan Surat Keputusan Caretaker.
Kemudian, mundurnya Ketua Panitia Pelaksana atau OC Konferwil setelah Pra-Konferwil yang dijadikan alasan adanya Surat Caretaker itu juga tak masuk akal. Memang, ketua panitia OC yaitu Muhammad Hanif Mahfud mundur karena maju sebagai bakal calon. Namun saat itu juga, panitia SC dan Pengurus Harian telah menggelar rapat dan menunjuk pengganti Ketua Panitia OC yang baru yang disahkan Surat Keputusan (SK) Panitia Konferwil yang baru.
Kabarnya, pihak panitia bahkan telah menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan Konferwil 31 Agustus 2024 untuk 1.900 peserta. Mulai dari sewa gedung, telah dibuat 2.000 pcs kaos Konferwil, goodie bag, kartu tanda peserta, manajemen pengamanan, materi Konferwil, termasuk pembentukan panitia lokal (panlok) dan lainnya.
(Keterangan Foto: Tumpukan kaos Konferwil GP Ansor Jateng 2024 yang telah disiapkan)
Di sisi lain, Jawa Tengah terbilang sebagai barometer GP Ansor secara nasional. Hal itu benar adanya, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Pendidikan kaderisasi yang digelar tiap akhir pekan berupa PKL-Susbalan sepanjang tahun, belum lagi PKD-Diklatsar di PAC-PAC tiap akhir pekan di seluruh pelosok Jawa Tengah, ini telah melahirkan ribuan kader berbaiat pada NU dan Kiyai. Begitupula, tim kaderisasi PW GP Ansor Jateng juga telah menerbitkan “Buku Modul PKD-Diklatsar”, bahkan ini adalah satu-satunya di dunia, termasuk PP pun belum memilikinya.
Keprihatinan juga diungkapkan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2014-2017 H Ikhwanudin. Bahkan, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah 2024-2017 H Hasyim Asyari juga membuat surat terbuka untuk Ketua Umum PP GP Ansor mengenai hal ini.
Bahkan, sebelumnya juga beredar kabar ada kandidat yang dipanggil oleh PP dan dipaksa untuk mengundurkan diri serta diminta memenangkan kandidat lainnya.
Kemudian muncul pertanyaan apa motif dari caretaker ini? Diduga, ada kepentingan tertentu di balik penunjukan caretaker, termasuk untuk memuluskan jalan bagi salah satu kandidat dan menjegal kandidat lainnya. Sebab, penunjukan caretaker justru tidak efektif, karena secara substansi bertujuan membentuk panitia baru, sementara panitia yang ada sudah siap melaksanakan Konferwil.
Pola serupa sebenarnya juga pernah terjadi di beberapa Kabupaten yang selenggarakan Konfercab, semisal PC Pemalang, dan Demak. Dengan dalih kewenangan pusat, calon yang didukung mayoritas arus bawah dikebiri melalui permainan mekanisme yang tidak bersahabat. Semoga peristiwa caretaker PW GP Ansor Jateng ini yang terakhir, kedepan tak lagi terjadi di PC-PC ataupun PW-PW yang lain di Indonesia yang mengalami hal serupa demi kebaikan dan kemajuan organisasi yang diisi oleh orang-orang yang benar-benar ingin berkhidmat.(*)
Disarikan dari berbagai sumber;
https://lingkar.co/jelang-konferwil-ansor-jateng-muncul-cawe-cawe-oknum-pegawai-kemenag/
https://sorotindonesia.com/gus-sholah-buka-suara-bantah-alasan-ansor-pusat-caretaker-ansor-jateng/2/
1.447
Masalahnya
Suara-suara keresahan dari kader dan pengurus GP Ansor di tingkat Ranting, PAC hingga PC di seantero Provinsi Jawa Tengah terus bermunculan. Mereka menyayangkan, mempertanyakan, kecewa dan sedih dengan terbitnya Surat Keputusan Caretaker oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor terhadap Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah. Benar-benar amat disayangkan!
Keriuhan ini bermula munculnya Surat Keputusan Caretaker untuk Kepengurusan PW GP Ansor Jateng yang alasannya sangat jelas mengada-ada. Anehnya, Surat Keputusan Caretaker ternyata ada dua. Yang pertama muncul, bernomor 1079/PP/SK-01/IX/2024 tertanggal 06 September 2024 dan tertandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum Addin Jauharuddin dan Sekretaris Jenderal A Rifqi Al Mubarok. Dalam surat tersebut, tim caretaker berjumlah 19 orang.
Beberapa hari kemudian, beredar Surat Keputusan Caretaker yang kedua, dengan nomor surat sama dan tanggal yang sama yaitu, 1079/PP/SK-01/IX/2024 tertanggal 06 September 2024 dan tertandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum Addin Jauharuddin dan Sekretaris Jenderal A Rifqi Al Mubarok. Anehnya, ada perubahan nama, jumlah tim caretaker bertambah, hingga ada nama yang hilang. Kali ini, jumlah tim caretaker menjadi 28 orang, nama Ketua Dewan Penasihatnya diganti dari H Mujiburrohman menjadi H Ulil Archam. Nama aneh seperti, BASUDEWA KRISNA juga hilang, sudah berubah menjadi nama asli yang bersangkutan yaitu, Kristanto.
Padahal, pada 6 September 2024 diketahui Ketua Umum Addin Jauharuddin masih berada di Mesir untuk melantik Pengurus PC GP Ansor Mesir.
Secara tata kelola administrasi sebagaimana diketahui oleh para Pengurus Ranting GP Ansor di Tingkat Desa/Kelurahan, tidak boleh ada surat dengan penomoran sama tapi isinya berbeda.
Mencermati isi dalam surat Keputusan Caretaker itu, yang menjadi dasar utama adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil). Alasan itu sungguh tidak berdasar atau tak sesuai dengan fakta.
Faktanya, persiapan Konferwil telah dilaksanakan sejak tahun 2023 dengan pembentukan panitia. Namun atas kehendak PP, Konferwil diminta dilaksanakan setelah Kongres XVI GP Ansor pada Februari 2024. Setelah Kongres, pembahasan persiapan Konferwil mulai dilakukan hingga dilaksanakannya Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jateng di IAIN Kudus pada Sabtu, 29 Juni 2024 yang dihadiri PC se Jateng dan menyepakati digelarnya Konferwil pada Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang.
Panitia kemudian terus menggodok materi Konferwil. Draft materi juga telah didistribusikan ke seluruh PC dan PAC se Jateng untuk dibahas di daerah masing-masing yang hasilnya dibahas lagi di Pra-Konferwil. Pra-Konferwil kemudian terlaksana di Hotel Kusuma Sahid Prince Solo pada 1 Agustus 2024 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 35 PC Se Jateng, membahas dan menyepakati Tata Tertib (Tatib) Konferwil, Program Kerja hingga Persyaratan Calon Ketua PW. Seluruh materi yang disepakati itu sudah siap untuk disahkan ke forum tertinggi yakni Konferwil. Pra-Konferwil pun dibuka oleh Sekjen PP GP Ansor, dihadiri pula Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin.
(Keterangan Foto: Sekjen PP GP Ansor H A Rifqi Al Mubarok saat membuka Pra-Konferwil GP Ansor Jateng di Solo, 1 Agustus 2024)
Selanjutnya, pada 5-15 Agustus 2024 dilaksanakan pendaftaran bakal calon yang kemudian muncul tiga kandidat yaitu, (1) Muhammad Hanif Mahfud (Ketua MDS Rijalul Ansor PW GP Ansor Jateng yang juga Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang), (2) Mochamad Hanies Cholil Barro’ (Wakil Bupati Rembang yang juga adik Ketua Umum PBNU dan juga adik mantan Ketua Umum PP GP Ansor yang kini Menteri Agama), dan (3) M. Shidqon Prabowo (Wakasatkorwil Banser Jawa Tengah yang juga Pengasuh Ponpes Asshodiqiyyah Kota Semarang).
Konferwil sedianya dilaksanakan 31 Agustus 2024 di MAJT Kota Semarang. Namun oleh Ketua Umum PP GP Ansor diminta ditunda sampai pertengahan September 2024, dengan alasan berbarengan dengan acara Rakornas GP Ansor di Jakarta. Ternyata, 6 September 2024 diterbitkan Surat Keputusan Caretaker.
Kemudian, mundurnya Ketua Panitia Pelaksana atau OC Konferwil setelah Pra-Konferwil yang dijadikan alasan adanya Surat Caretaker itu juga tak masuk akal. Memang, ketua panitia OC yaitu Muhammad Hanif Mahfud mundur karena maju sebagai bakal calon. Namun saat itu juga, panitia SC dan Pengurus Harian telah menggelar rapat dan menunjuk pengganti Ketua Panitia OC yang baru yang disahkan Surat Keputusan (SK) Panitia Konferwil yang baru.
Kabarnya, pihak panitia bahkan telah menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan Konferwil 31 Agustus 2024 untuk 1.900 peserta. Mulai dari sewa gedung, telah dibuat 2.000 pcs kaos Konferwil, goodie bag, kartu tanda peserta, manajemen pengamanan, materi Konferwil, termasuk pembentukan panitia lokal (panlok) dan lainnya.
(Keterangan Foto: Tumpukan kaos Konferwil GP Ansor Jateng 2024 yang telah disiapkan)
Di sisi lain, Jawa Tengah terbilang sebagai barometer GP Ansor secara nasional. Hal itu benar adanya, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Pendidikan kaderisasi yang digelar tiap akhir pekan berupa PKL-Susbalan sepanjang tahun, belum lagi PKD-Diklatsar di PAC-PAC tiap akhir pekan di seluruh pelosok Jawa Tengah, ini telah melahirkan ribuan kader berbaiat pada NU dan Kiyai. Begitupula, tim kaderisasi PW GP Ansor Jateng juga telah menerbitkan “Buku Modul PKD-Diklatsar”, bahkan ini adalah satu-satunya di dunia, termasuk PP pun belum memilikinya.
Keprihatinan juga diungkapkan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2014-2017 H Ikhwanudin. Bahkan, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah 2024-2017 H Hasyim Asyari juga membuat surat terbuka untuk Ketua Umum PP GP Ansor mengenai hal ini.
Bahkan, sebelumnya juga beredar kabar ada kandidat yang dipanggil oleh PP dan dipaksa untuk mengundurkan diri serta diminta memenangkan kandidat lainnya.
Kemudian muncul pertanyaan apa motif dari caretaker ini? Diduga, ada kepentingan tertentu di balik penunjukan caretaker, termasuk untuk memuluskan jalan bagi salah satu kandidat dan menjegal kandidat lainnya. Sebab, penunjukan caretaker justru tidak efektif, karena secara substansi bertujuan membentuk panitia baru, sementara panitia yang ada sudah siap melaksanakan Konferwil.
Pola serupa sebenarnya juga pernah terjadi di beberapa Kabupaten yang selenggarakan Konfercab, semisal PC Pemalang, dan Demak. Dengan dalih kewenangan pusat, calon yang didukung mayoritas arus bawah dikebiri melalui permainan mekanisme yang tidak bersahabat. Semoga peristiwa caretaker PW GP Ansor Jateng ini yang terakhir, kedepan tak lagi terjadi di PC-PC ataupun PW-PW yang lain di Indonesia yang mengalami hal serupa demi kebaikan dan kemajuan organisasi yang diisi oleh orang-orang yang benar-benar ingin berkhidmat.(*)
Disarikan dari berbagai sumber;
https://lingkar.co/jelang-konferwil-ansor-jateng-muncul-cawe-cawe-oknum-pegawai-kemenag/
https://sorotindonesia.com/gus-sholah-buka-suara-bantah-alasan-ansor-pusat-caretaker-ansor-jateng/2/
1.447
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 September 2024