Tokopedia, Tolong Kembalikan Aksesibilitas bagi Pengguna Tunanetra!

300

Ayo dapatkan 500 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Pertama-tama, kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tokopedia yang telah hadir dan berkembang sebagai salah satu layanan belanja daring yang lahir dari Indonesia.
Bagi banyak orang, Tokopedia bukan sekadar aplikasi untuk mencari dan membeli barang.

Bagi penyandang tunanetra, Tokopedia juga pernah menjadi salah satu pilihan utama untuk berbelanja secara daring dengan lebih mandiri.
Dengan bantuan pembaca layar seperti TalkBack maupun teknologi asistif lainnya, pengguna tunanetra dapat menelusuri produk, membaca informasi, memilih barang, hingga melakukan berbagai aktivitas belanja melalui aplikasi Tokopedia.

Aksesibilitas yang relatif cukup baik pada masa-masa sebelumnya membuat Tokopedia cukup nyaman digunakan tanpa selalu membuat penyandang tunanetra bergantung pada bantuan orang lain.
Sayangnya, pengalaman itu kini mulai berubah.
Dalam versi Tokopedia terkini, aksesibilitas aplikasi mengalami penurunan yang sangat terasa bagi pengguna pembaca layar, baik pada sistem operasi Android, atau pun iOS.
Kami menemukan semakin banyak tombol atau elemen antarmuka yang tidak memiliki label yang dapat dibaca dengan baik oleh pembaca layar.
Navigasi pun juga terasa semakin berat dan kompleks. Dalam beberapa bagian, terdapat pula elemen yang ketika dipilih justru membawa pengguna menuju bagian atau fungsi yang berbeda dari yang diinformasikan oleh pembaca layar sebelumnya.
Bagi pengguna yang melihat layar secara visual, persoalan seperti tombol tanpa label mungkin tampak sederhana.
Namun, bagi para penyandang tunanetra yang mengoperasikan telepon pintar melalui pembaca layar, label, struktur navigasi, urutan fokus, serta informasi mengenai fungsi suatu elemen merupakan bagian yang sangat penting.

Ketika sebuah tombol hanya dibacakan sebagai "tombol", tanpa diketahui apa fungsinya, kami harus menebak. Ketika fokus pembaca layar berpindah secara tidak terduga atau suatu elemen menjalankan fungsi yang berbeda dari informasi yang dibacakan, proses belanja yang seharusnya mandiri berubah menjadi membingungkan dan melelahkan.

Inilah yang membuat kami sedih.
Tokopedia yang dahulu menjadi salah satu aplikasi belanja daring pilihan bagi banyak pengguna tunanetra perlahan menjadi lebih sulit digunakan.
Padahal, aksesibilitas bukan hanya sebuah fitur tambahan saja.
Akantetapi, Bagi penyandang disabilitas, aksesibilitas adalah pintu untuk dapat menggunakan teknologi secara mandiri dan setara.

Hak atas aksesibilitas juga memiliki dasar hukum yang kuat.

Indonesia telah meratifikasi Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) atau Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011.

Dalam Pasal 9 Konvensi tersebut, aksesibilitas mencakup informasi dan komunikasi, teknologi dan sistem informasi dan komunikasi, serta layanan elektronik.

Konvensi tersebut juga menekankan pentingnya entitas swasta yang menyediakan fasilitas dan layanan bagi masyarakat untuk memperhatikan seluruh aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Semangat yang sama ditegaskan kembali melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pasal 24 antara lain memberikan hak kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi melalui media yang mudah diakses.

Di tingkat internasional sendiri, pengembangan layanan digital yang aksesibel juga telah memiliki rujukan teknis melalui Web Content Accessibility Guidelines atau WCAG yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C).

WCAG dibangun di atas empat prinsip utama yang dikenal sebagai POUR, yaitu:

  1.  Perceivable atau dapat dipersepsikan
  2. Operable atau dapat dioperasikan,
  3. Understandable atau dapat dipahami, dan
  4. Robust, atau cukup andal untuk dipergunakan bersama berbagai teknologi, termasuk teknologi asistif.

W3C juga menyediakan panduan penerapan prinsip WCAG pada perangkat lunak dan aplikasi, sehingga aksesibilitas bukan sesuatu yang mustahil diterapkan dalam pengembangan aplikasi modern.
Karena itu, melalui petisi ini kami tidak sedang meminta perlakuan istimewa.
Kami (para penyandang tunanetra), dan masyarakat umum pemerhati isu disabilitas, hanya ingin para penyandang tunanetra dapat berbelanja dengan hak, kenyamanan, dan kemandirian yang sama seperti pengguna lainnya.
Kami mengajak Tokopedia untuk kembali memberikan perhatian serius terhadap aksesibilitas aplikasi bagi pengguna tunanetra dan pengguna teknologi asistif.

Kami berharap Tokopedia dapat melakukan evaluasi aksesibilitas secara menyeluruh, memperbaiki tombol dan elemen yang tidak memiliki label, membenahi struktur dan alur navigasi, memastikan setiap elemen bekerja secara konsisten dengan informasi yang diberikan kepada pembaca layar, serta apabila memang diperlukan dapat melibatkan penyandang tunanetra secara langsung dalam proses pengujian aksesibilitas.

Kami juga berharap aksesibilitas menjadi bagian terpenting, dari proses pengembangan dan pengujian setiap pembaruan aplikasi, bukan baru diperhatikan setelah hambatan muncul dan dikeluhkan oleh pengguna.
Sebelumnya, Tokopedia pernah menunjukkan bahwa aplikasi belanja daring dapat digunakan dengan nyaman oleh pengguna tunanetra.

Karena itulah kami percaya Tokopedia dapat melakukannya kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Penyandang Tunanetra  ingin kembali membuka Tokopedia, mencari barang yang  dibutuhkan, membaca informasi produk, memilih, dan berbelanja secara mandiri.

Jika Anda percaya bahwa teknologi dan layanan digital seharusnya dapat digunakan oleh semua orang, dukung dan tandatangani petisi ini.

Aksesibilitas bukan hanya tentang penyandang disabilitas. Aksesibilitas adalah tentang memastikan tidak ada seorang pun yang ditinggalkan oleh perkembangan teknologi.

avatar of the starter
Dwi Citolaksono, S​.​PdPembuka PetisiPegiat teknologi asistif, lulusan program studi Pendidikan Luar Biasa dan aktif terlibat dalam proyek pengembangan teknologi bagi disabilitas.

Pengambil Keputusan

Tokopedia
Tokopedia

Perkembangan Terakhir Petisi