Tinjau Ulang Kebijakan dan Pelaksanaan Psikotest CPNS Kementerian PUPR Tahun 2024

Masalahnya

Kepada Yth. Kementerian PU, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian PANRB, dan Lembaga Terkait,

Kami, peserta seleksi CPNS Kementerian PUPR Tahun 2024, dengan ini menyampaikan permohonan untuk meninjau ulang kebijakan serta pelaksanaan psikotest yang telah berlangsung.

Peserta seleksi CPNS yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mengikuti psikotest ini sangat dirugikan oleh ketidaksesuaian dalam pelaksanaan. Gangguan teknis, ketidakadilan dalam penilaian, dan kebijakan yang berubah-ubah menimbulkan tekanan psikologis, kebingungan, serta rasa tidak percaya terhadap proses seleksi ini. Selain itu, masyarakat luas juga turut terdampak, karena integritas dalam rekrutmen CPNS secara langsung memengaruhi kualitas pelayanan publik yang akan diterima.

Jika permasalahan ini tidak ditangani, maka kepercayaan publik terhadap sistem seleksi CPNS dan kredibilitas institusi pemerintah akan semakin menurun. Peserta yang memenuhi syarat namun terdiskriminasi oleh sistem akan kehilangan kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa. Namun, jika perbaikan dilakukan, hal ini dapat memulihkan kepercayaan publik, menjamin seleksi yang adil, dan memastikan hanya kandidat terbaik yang terpilih untuk membangun Indonesia.

Psikotest CPNS adalah bagian penting dalam seleksi yang langsung memengaruhi karier ribuan peserta. Penundaan dalam penanganan permasalahan ini akan semakin merugikan peserta yang telah dirugikan oleh ketidaksesuaian proses. Saat ini adalah momen yang tepat untuk meninjau ulang kebijakan dan pelaksanaan psikotest, karena evaluasi yang segera dapat mencegah permasalahan serupa terulang di masa depan.

Permasalahan Utama:

Pengubahan Kebijakan Aspek Integritas Tanpa Perhitungan Pembobotan Total:
Dalam PENGUMUMAN NOMOR: 14/PENG/Mn/2024, disebutkan bahwa aspek integritas diubah menjadi "aspek utama" dan kegagalan mencapai nilai minimum otomatis menggugurkan peserta. Namun, nilai integritas tidak dihitung dalam pembobotan akhir, meskipun aspek ini dianggap sangat penting.

  • Penghilangan nilai integritas dari total pembobotan merugikan peserta dengan nilai tinggi di aspek ini, yang seharusnya memberikan kontribusi positif pada hasil seleksi.
  • Kami mendesak agar nilai integritas dihitung dalam total pembobotan dengan bobot persentase penilaian aspek utama yang berdiri sendiri untuk memberikan keadilan kepada peserta yang menunjukkan tingkat integritas tinggi selama psikotest.

Hasil Psikotest yang Tidak Konsisten:
Pada psikotest sesi 1 hari Kamis, 28 November 2024, terdapat perbedaan antara nilai total yang ditampilkan di aplikasi Safe Exam Browser (SEB) dengan hasil hitungan manual peserta mengacu pada pengumuman NOMOR: 14/PENG/Mn/2024. Kejanggalan ini menimbulkan keraguan terhadap akurasi sistem penilaian.

Kualitas Pelaksanaan Psikotest Online yang Tidak Kondusif:

  • Gangguan suara dari peserta lain melalui platform Zoom sering kali mengganggu konsentrasi selama tes.
  • Penyelenggara tidak tanggap dalam mengelola situasi tersebut, sehingga banyak peserta merasa dirugikan karena tes memiliki batas waktu yang sangat ketat, seperti 50 soal hanya dalam 7 menit.

Pengadaan Vendor dengan Pengalaman Minim:

Berdasarkan data di LPSE kode tender 91331064 dan 91357064

  • PT Proxsis Solusi Humaka awalnya gagal memenuhi syarat tender pertama, yang mengharuskan vendor memiliki pengalaman setidaknya 3 pekerjaan dalam 3 tahun terakhir.
  • Namun, syarat diubah menjadi 1 pekerjaan dalam 3 tahun terakhir, sehingga vendor tersebut lolos meskipun memiliki pengalaman terbatas dalam pelaksanaan psikotest.
  • Dengan pengalaman kerja yang minim, bisa menjadi alasan banyaknya kendala teknis dan organisatoris yang terjadi selama pelaksanaan psikotest ini.

Permintaan Kami:

Peninjauan Kebijakan Aspek Integritas:

  • Pastikan nilai integritas dihitung dalam total pembobotan hasil akhir untuk memberikan penghargaan kepada peserta dengan skor tinggi di aspek ini.
  • Kebijakan harus diterapkan secara transparan dan adil sesuai prinsip meritokrasi.

Audit dan Evaluasi Pelaksanaan Psikotest:

  • Lakukan audit independen terhadap pelaksanaan psikotest, terutama terkait hasil penilaian dan keakuratan sistem aplikasi Safe Exam Browser (SEB).
  • Jika ditemukan kelemahan signifikan, pertimbangkan untuk memberikan kebijakan yang menguntungkan kepada peserta terdampak. Penurunan nilai passing grade atau syarat passing grade hanya salah satu antara nilai integritas atau nilai akhir pembobotan psikotes.
  • Bahkan jika fatal, menyelenggarakan ulang psikotest dengan persiapan teknis yang lebih baik.

Audit Proses Pengadaan Vendor:

  • Selidiki perubahan syarat tender yang memungkinkan vendor dengan pengalaman minim lolos.
  • Publikasikan hasil audit secara terbuka agar masyarakat memahami alasan pemilihan vendor ini.

Perbaikan Standar Pelaksanaan Psikotest Online:

  • Terapkan kebijakan mute jika memungkinkan untuk semua peserta selama pelaksanaan tes online guna mencegah gangguan suara.
  • Pastikan penyelenggara lebih sigap dalam menangani gangguan yang dapat memengaruhi konsentrasi peserta.

Akhir kata, Integritas adalah nilai penting dalam seleksi CPNS, baik sebagai aspek penilaian maupun dalam proses pelaksanaannya. Kami mendesak Kementerian PUPR dan pihak terkait untuk melakukan perbaikan segera agar seleksi CPNS berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalisme.

Tandatangani petisi ini untuk mendukung langkah perbaikan demi seleksi CPNS yang lebih baik di masa mendatang!

avatar of the starter
Kumis GondrongPembuka Petisi

3.511

Masalahnya

Kepada Yth. Kementerian PU, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian PANRB, dan Lembaga Terkait,

Kami, peserta seleksi CPNS Kementerian PUPR Tahun 2024, dengan ini menyampaikan permohonan untuk meninjau ulang kebijakan serta pelaksanaan psikotest yang telah berlangsung.

Peserta seleksi CPNS yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mengikuti psikotest ini sangat dirugikan oleh ketidaksesuaian dalam pelaksanaan. Gangguan teknis, ketidakadilan dalam penilaian, dan kebijakan yang berubah-ubah menimbulkan tekanan psikologis, kebingungan, serta rasa tidak percaya terhadap proses seleksi ini. Selain itu, masyarakat luas juga turut terdampak, karena integritas dalam rekrutmen CPNS secara langsung memengaruhi kualitas pelayanan publik yang akan diterima.

Jika permasalahan ini tidak ditangani, maka kepercayaan publik terhadap sistem seleksi CPNS dan kredibilitas institusi pemerintah akan semakin menurun. Peserta yang memenuhi syarat namun terdiskriminasi oleh sistem akan kehilangan kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa. Namun, jika perbaikan dilakukan, hal ini dapat memulihkan kepercayaan publik, menjamin seleksi yang adil, dan memastikan hanya kandidat terbaik yang terpilih untuk membangun Indonesia.

Psikotest CPNS adalah bagian penting dalam seleksi yang langsung memengaruhi karier ribuan peserta. Penundaan dalam penanganan permasalahan ini akan semakin merugikan peserta yang telah dirugikan oleh ketidaksesuaian proses. Saat ini adalah momen yang tepat untuk meninjau ulang kebijakan dan pelaksanaan psikotest, karena evaluasi yang segera dapat mencegah permasalahan serupa terulang di masa depan.

Permasalahan Utama:

Pengubahan Kebijakan Aspek Integritas Tanpa Perhitungan Pembobotan Total:
Dalam PENGUMUMAN NOMOR: 14/PENG/Mn/2024, disebutkan bahwa aspek integritas diubah menjadi "aspek utama" dan kegagalan mencapai nilai minimum otomatis menggugurkan peserta. Namun, nilai integritas tidak dihitung dalam pembobotan akhir, meskipun aspek ini dianggap sangat penting.

  • Penghilangan nilai integritas dari total pembobotan merugikan peserta dengan nilai tinggi di aspek ini, yang seharusnya memberikan kontribusi positif pada hasil seleksi.
  • Kami mendesak agar nilai integritas dihitung dalam total pembobotan dengan bobot persentase penilaian aspek utama yang berdiri sendiri untuk memberikan keadilan kepada peserta yang menunjukkan tingkat integritas tinggi selama psikotest.

Hasil Psikotest yang Tidak Konsisten:
Pada psikotest sesi 1 hari Kamis, 28 November 2024, terdapat perbedaan antara nilai total yang ditampilkan di aplikasi Safe Exam Browser (SEB) dengan hasil hitungan manual peserta mengacu pada pengumuman NOMOR: 14/PENG/Mn/2024. Kejanggalan ini menimbulkan keraguan terhadap akurasi sistem penilaian.

Kualitas Pelaksanaan Psikotest Online yang Tidak Kondusif:

  • Gangguan suara dari peserta lain melalui platform Zoom sering kali mengganggu konsentrasi selama tes.
  • Penyelenggara tidak tanggap dalam mengelola situasi tersebut, sehingga banyak peserta merasa dirugikan karena tes memiliki batas waktu yang sangat ketat, seperti 50 soal hanya dalam 7 menit.

Pengadaan Vendor dengan Pengalaman Minim:

Berdasarkan data di LPSE kode tender 91331064 dan 91357064

  • PT Proxsis Solusi Humaka awalnya gagal memenuhi syarat tender pertama, yang mengharuskan vendor memiliki pengalaman setidaknya 3 pekerjaan dalam 3 tahun terakhir.
  • Namun, syarat diubah menjadi 1 pekerjaan dalam 3 tahun terakhir, sehingga vendor tersebut lolos meskipun memiliki pengalaman terbatas dalam pelaksanaan psikotest.
  • Dengan pengalaman kerja yang minim, bisa menjadi alasan banyaknya kendala teknis dan organisatoris yang terjadi selama pelaksanaan psikotest ini.

Permintaan Kami:

Peninjauan Kebijakan Aspek Integritas:

  • Pastikan nilai integritas dihitung dalam total pembobotan hasil akhir untuk memberikan penghargaan kepada peserta dengan skor tinggi di aspek ini.
  • Kebijakan harus diterapkan secara transparan dan adil sesuai prinsip meritokrasi.

Audit dan Evaluasi Pelaksanaan Psikotest:

  • Lakukan audit independen terhadap pelaksanaan psikotest, terutama terkait hasil penilaian dan keakuratan sistem aplikasi Safe Exam Browser (SEB).
  • Jika ditemukan kelemahan signifikan, pertimbangkan untuk memberikan kebijakan yang menguntungkan kepada peserta terdampak. Penurunan nilai passing grade atau syarat passing grade hanya salah satu antara nilai integritas atau nilai akhir pembobotan psikotes.
  • Bahkan jika fatal, menyelenggarakan ulang psikotest dengan persiapan teknis yang lebih baik.

Audit Proses Pengadaan Vendor:

  • Selidiki perubahan syarat tender yang memungkinkan vendor dengan pengalaman minim lolos.
  • Publikasikan hasil audit secara terbuka agar masyarakat memahami alasan pemilihan vendor ini.

Perbaikan Standar Pelaksanaan Psikotest Online:

  • Terapkan kebijakan mute jika memungkinkan untuk semua peserta selama pelaksanaan tes online guna mencegah gangguan suara.
  • Pastikan penyelenggara lebih sigap dalam menangani gangguan yang dapat memengaruhi konsentrasi peserta.

Akhir kata, Integritas adalah nilai penting dalam seleksi CPNS, baik sebagai aspek penilaian maupun dalam proses pelaksanaannya. Kami mendesak Kementerian PUPR dan pihak terkait untuk melakukan perbaikan segera agar seleksi CPNS berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalisme.

Tandatangani petisi ini untuk mendukung langkah perbaikan demi seleksi CPNS yang lebih baik di masa mendatang!

avatar of the starter
Kumis GondrongPembuka Petisi
Dukung sekarang

3.511


Pengambil Keputusan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Perkembangan terakhir petisi