Petisi ditutup

Hapuskan UU tentang Penistaan Agama

Petisi ini mencapai 38 pendukung


Hapuskan UU tentang Penodaan(penistaan) Agama demi Demokrasi. 

Undang-undang tentang penistaan agama semakin menimbulkan keresahan di masyarakat karena dapat digunakan semena-mena oleh golongan yang memiliki kepentingan lebih. 

Bukan sekadar kekecewaan politik, melainkan melihat keadaan yang mungkin saja terjadi ke depannya, UU ini saya rasa tidak sesuai dengan PANCASILA yang menghendaki ketuhanan, bukan keagamaan, kemanusiaan, persatuan bangsa, demokrasi, dan keadilan. 

Jika sedikit kita berani berendah hati mengurangi ego pribadi, bukankan agama satu - sama lainnya juga saling menistakan?

Contohnya, 

  • Kristen Protestan adalah agama hasil skisma Gereja Katholik yang tentu dianggap menistakan agama oleh Hierarki Katholik sehingga dianggap sebagai agama yang lain daripada Agama Kristen yang dahulu hanya Gereja Katholik
  • Kekristenan adalah pemberontakan terhadap teologi dan hukum adat Agama Yahudi.
  • Agama Buddha melecehkan Agama Hindu Tradisional India karena menolak hukum kasta Hindu dan banyak alasan lainnya. 
  • Dalam Kitab Suci Al-Qur'an dikatakan Yesus sebagai Isa tidak disalibkan seperti yang tertuang pada Injil Kristen. Bukankah sebenarnya, ini adalah penistaan agama?
  • Dan banyak kasus lainnya

Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap agama yang adalah Jalan menuju Tuhan lewat spiritualitas masing-masing, juga saudara-saudara sekalian yang menjadikan agama sebagai idealisme hidup. Tolong saudara memfikirkan fakta ini.

Memang masing-masing agama memungkinkan dianggap melecehkan satu - sama lain, tetapi tidak masalah bukan kita hidup berdampingan dalam masyarakat yang heterogen di Indonesia ini? Selayaknya dalam kehidupan pribadi pun kita seperti masing-masing agama tersebut. Artinya penistaan agama tidak relevan untuk diterapkan, mengingat agama sendiri saling menistakan. 

Hukum ataupun norma tentang penistaan agama membatasi kebebasan beragama sebagai HAM. 

Lihat saja kenyataan di masyarakat. Banyak aliran kepercayaan di luar agama yang diakui NKRI adalah agama adat, agama asimilasi adat dengan agama besar di dunia, dan agama adat asing atau agama yang belum diakui resmi oleh pemerintah RI. Banyak dari antara mereka didiskriminasi karena stigma di masyarakat bahwa di luar keyakinan mereka sebagai sesat dan lain sebagainya. Terlebih lagi di kriminalisasi dengan alasan penistaan agama. Bukankah sebenarnya, ekspresi individu untuk mengerti Tuhan Yang Maha Esadengan caranya sendiri adalah HAM dan kebebasan beragama yang didukung penuh PANCASILA dan UUD1945?

Atas dasar kesimpulan yang saya tulis 'bold' dan uraian lainnya di atas, saya memohon pengertian banyak orang untuk mendukung petisi yang saya buat demi kebebasan berekspresi dan berbicara sebagai konsekuensi sistem demokrasi yang seharusnya senantiasa dikembangkan dan dilestarikan di NKRI. 



Hari ini: Samuel mengandalkanmu

Samuel Simanjuntak membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tanda Tangani Petisi Hapuskan UUPenistaan Agama demi Demokrasi". Bergabunglah dengan Samuel dan 37 pendukung lainnya hari ini.