

Kepada:
Presiden Republik Indonesia,
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,
Menteri Kesehatan,
Menteri Sosial,
Badan Gizi Nasional
---
📢 Mengapa Petisi Ini Penting
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang gizi anak justru terbukti membawa ancaman nyata terhadap kesehatan mereka.
Menurut JPPI, hingga 4 Oktober 2025, korban keracunan MBG telah menembus 10.482 anak secara nasional.
Dalam kurun 29 September hingga 3 Oktober saja, ada tambahan 1.883 kasus baru.
Data sebelumnya (27 September) yaitu 8.649 anak menjadi korban telah melesat tajam dalam waktu hanya beberapa hari.
Indikator juga muncul dari dugaan manipulasi anggaran lokal: di Makassar, dapur MBG Panakkukang 02 menyatakan bahwa alokasi per porsi menu MBG ditetapkan hanya Rp 6.500, padahal seharusnya jauh lebih tinggi sesuai standar nasional — menandakan adanya pemangkasan dana yang bisa berdampak pada mutu dan keamanan makanan.
Akibatnya dapur tersebut terpaksa menghentikan operasi, dan sekitar 3.569 siswa kehilangan akses makan bergizi.
Ini bukan sekadar kelalaian — ini gambaran kegagalan sistemik dan potensi korupsi/penyelewengan dalam penyediaan kebutuhan dasar anak-anak.
---
⚠️ Masalah Utama yang Perlu Diperhatikan
1. Penurunan anggaran per porsi
Di Makassar, alokasi turun menjadi Rp 6.500 dibandingkan standar semula (misalnya Rp 10.000)—menyisakan pertanyaan besar mengenai kualitas bahan, kebersihan, ataupun volume porsi.
2. Potensi Korupsi & Penyelewengan
Pemotongan anggaran lokal seperti ini membuka ruang untuk manipulasi, pengurangan mutu bahan, atau penggantian bahan inferior.
Dana yang “dipangkas” bisa disalahgunakan jika audit dan pengawasan tidak ketat.
3. Risiko Kesehatan & Keselamatan
Lonjakan korban dari 8.649 ke 10.482 dalam waktu singkat menunjukkan bahwa bahayanya terus meningkat.
Jika makanan disediakan dalam mutu rendah karena dana dipangkas, risiko keracunan massal akan semakin besar.
4. Ketiadaan Pertanggungjawaban
Sejauh ini, siapa pun yang terkena dampak tidak jelas bisa meminta ganti rugi.
Pemerintah daerah atau pengelola dapur MBG enggan menjawab pertanggungjawaban publik atas konsekuensi dari pemangkasan anggaran ini.
---
✊ Tuntutan Kami
Berdasarkan fakta-fakta terbaru, kami mendesak pemerintah untuk:
1. Segera menghentikan seluruh program MBG, agar tidak ada korban tambahan.
2. Mengalihkan seluruh anggaran MBG menjadi bantuan tunai langsung kepada orang tua, sehingga mereka bisa memilih makanan bergizi sesuai kebutuhan anaknya.
3. Menegakkan sistem audit dan pengawasan transparan: semua dapur MBG (SPPG) harus diaudit independen, laporan terbuka ke publik.
4. Memberi sanksi hukum dan administratif terhadap pihak yang terbukti memangkas anggaran, menyalahgunakan dana, atau lalai dalam menyediakan makanan aman.
5. Membuka investigasi atas praktik pemangkasan dana per porsi, termasuk di Makassar dan kota/kabupaten lain yang menunjukkan indikasi serupa.
---
👨👩👧👦 Kenapa Anda Harus Mendukung
Anak-anak kita bukanlah eksperimen kebijakan.
Setiap suara, tanda tangan, dan dukungan berarti satu langkah lebih dekat untuk menghentikan tragedi yang terus berulang.
Mari kita tuntut transparansi, keadilan, dan perlindungan nyata bagi generasi penerus bangsa.
✍️ Tandatangani dan sebarkan petisi ini sekarang!
#StopMBG #SelamatkanAnakIndonesia #SaveOurChildren
#LawanKorupsi