Stop Konten Media Sosial Berbahaya Bagi Anak dan Keluarga

Masalahnya

Bahaya Konten Media Sosial

Media sosial sangat berperan dalam kehidupan masyarakat masa kini, namun di balik berbagai manfaatnya, tersimpan berbagai bahaya media sosial bagi kesehatan dan kesehatan mental anak Indonesia.

Anak dan remaja Indonesia yang masih dalam masa pertumbuhan akan dengan sangat mudah menyerap berbagai materi yang disajikan secara tidak bertanggung jawab. Belum lagi mekanisme post dan repost tanpa klarifikasi kepada sumber informasi terpercaya semakin berpotensi menimbulkan misinformasi yang merugikan bagi anak dan remaja Indonesia.

Salah satu contohnya adalah konten rekaman suara antara seorang pria dengan pria lain yang mengimplikasikan bahwa mereka memiliki hubungan sesama jenis. Postingan tersebut di-unggah dan di-unggah kembali berkali-kali memenuhi semua ruang media sosial. Konten berbahaya ini justru berpotensi menjadi ajang sosialisasi, edukasi dan promosi terselubung bagi perilaku tersebut untuk diketahui secara terbuka oleh masyarakat, terutama anak dan remaja Indonesia, yang berpotensi menumbuhkan rasa ingin tahu, yang kemudian juga berpotensi menempatkannya sebagai sebuah kewajaran nilai baru.

Mari lindungi kesehatan dan kesehatan mental anak, remaja dan keluarga Indonesia dari bahaya konten media sosial, dengan cara segera me-report konten-konten yang membahayakan mereka.

Untuk Tiktok, mohon klik simbol share, cari simbol bendera dan klik sebagai upaya melaporkan dan meminta media sosial Tiktok untuk menghapus konten tersebut.

Jangan biarkan oknum-oknum yang ingin mengejar kepentingan pribadi, demi konten kontroversial, membahayakan anak dan remaja Indonesia.

Mari biasakan masyarakat untuk mempertimbangkan baik-baik segala hal sebelum menggunggah berita apapun

  • T        is it True ?
  • H        is it Helpful ?
  • I          is it Inspiring ?
  • N        is it Necessary ?
  • K        is it Kind ?

 

A. Kasandra Putranto

Psikolog Klinis Forensik

avatar of the starter
A. Kasandra PutrantoPembuka PetisiPsikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 1992 dengan kompetensi Klinis dan Forensik, memiliki STR dan SIP sejak 2018, SIPP Himpsi sejak 1997 serta sertifikat kompetensi Psikolog Forensik sejak tahun 2019

573

Masalahnya

Bahaya Konten Media Sosial

Media sosial sangat berperan dalam kehidupan masyarakat masa kini, namun di balik berbagai manfaatnya, tersimpan berbagai bahaya media sosial bagi kesehatan dan kesehatan mental anak Indonesia.

Anak dan remaja Indonesia yang masih dalam masa pertumbuhan akan dengan sangat mudah menyerap berbagai materi yang disajikan secara tidak bertanggung jawab. Belum lagi mekanisme post dan repost tanpa klarifikasi kepada sumber informasi terpercaya semakin berpotensi menimbulkan misinformasi yang merugikan bagi anak dan remaja Indonesia.

Salah satu contohnya adalah konten rekaman suara antara seorang pria dengan pria lain yang mengimplikasikan bahwa mereka memiliki hubungan sesama jenis. Postingan tersebut di-unggah dan di-unggah kembali berkali-kali memenuhi semua ruang media sosial. Konten berbahaya ini justru berpotensi menjadi ajang sosialisasi, edukasi dan promosi terselubung bagi perilaku tersebut untuk diketahui secara terbuka oleh masyarakat, terutama anak dan remaja Indonesia, yang berpotensi menumbuhkan rasa ingin tahu, yang kemudian juga berpotensi menempatkannya sebagai sebuah kewajaran nilai baru.

Mari lindungi kesehatan dan kesehatan mental anak, remaja dan keluarga Indonesia dari bahaya konten media sosial, dengan cara segera me-report konten-konten yang membahayakan mereka.

Untuk Tiktok, mohon klik simbol share, cari simbol bendera dan klik sebagai upaya melaporkan dan meminta media sosial Tiktok untuk menghapus konten tersebut.

Jangan biarkan oknum-oknum yang ingin mengejar kepentingan pribadi, demi konten kontroversial, membahayakan anak dan remaja Indonesia.

Mari biasakan masyarakat untuk mempertimbangkan baik-baik segala hal sebelum menggunggah berita apapun

  • T        is it True ?
  • H        is it Helpful ?
  • I          is it Inspiring ?
  • N        is it Necessary ?
  • K        is it Kind ?

 

A. Kasandra Putranto

Psikolog Klinis Forensik

avatar of the starter
A. Kasandra PutrantoPembuka PetisiPsikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 1992 dengan kompetensi Klinis dan Forensik, memiliki STR dan SIP sejak 2018, SIPP Himpsi sejak 1997 serta sertifikat kompetensi Psikolog Forensik sejak tahun 2019
Perkembangan terakhir petisi