STOP KENAIKAN PAJAK KENDARAAN JAWA TENGAH! Rakyat Sudah Tercekik, Dengar Suara Kita!

Penandatangan terbaru:
Ken Indoputra dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Salam Sejahtera bagi Kita Semua.  Om Swastyastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan.

Saudara-saudara warga Jawa Tengah yang terkasih, terutama di Semarang, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Banyumas, Cilacap, Purwokerto dan seluruh penjuru provinsi ini...

Bayangkan pagi ini Anda bangun, membuka aplikasi pajak, lalu melihat tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tiba-tiba melonjak drastis—16%, 17%, bahkan hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Motor tua yang sudah setia menemani Anda mencari nafkah, mobil keluarga yang dipakai antar-jemput anak sekolah, kini pajaknya membengkak tanpa ampun. Di saat harga sembako naik, UMR belum naik signifikan, PHK merajalela, dan ekonomi masih terpuruk pasca-pandemi... kenapa justru kantong rakyat yang dikencangkan lagi?

Ini bukan sekadar angka di layar. Ini air mata ibu-ibu yang harus memilih: bayar pajak atau beli beras untuk anak? Ini keringat bapak-bapak ojek online yang harus tambah jam kerja hanya untuk nutup tagihan mendadak ini. Ini harapan anak muda yang ingin punya kendaraan pertama, tapi sekarang merasa mimpi itu semakin jauh karena beban pajak yang mencekik.

Pemprov bilang "tidak ada kenaikan tarif", tapi kenyataannya? Diskon opsen yang dulu menenangkan kita di 2025 tiba-tiba dicabut di 2026. Opsen yang seharusnya untuk pembangunan daerah, tapi jalan provinsi masih banyak berlubang, banjir belum teratasi, dan infrastruktur belum sebanding dengan yang kita bayar. Kami bayar lebih banyak, tapi apa yang kami dapat? Hanya janji diskon 5% yang masih "dalam kajian", sementara dompet kami sudah bolong sekarang!

Kami muak dengan kurangnya sosialisasi, muak dengan penjelasan teknis yang terasa dingin, muak melihat uang pajak kami seolah tak berarti bagi kesejahteraan rakyat kecil. Karena itu, kami bersatu dalam gerakan ini. Gerakan yang lahir dari rasa sakit yang sama, dari jeritan yang sama: CUKUP SUDAH!

Kami menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera:

  1. Tinjau ulang Perda No. 12/2023 dan hapuskan atau kurangi opsen PKB yang memberatkan rakyat.
  2. Berikan diskon permanen minimal 15-20% untuk PKB hingga ekonomi benar-benar pulih—bukan janji setengah hati 5%!
  3. Transparansi penuh penggunaan dana pajak: ke mana uang kami mengalir? Mengapa infrastruktur masih menyedihkan?
  4. Bebaskan bea balik nama dan relaksasi pajak bagi kendaraan lama yang nilai jualnya sudah anjlok.

Setiap tanda tangan di petisi ini adalah teriakan: Kami bukan ATM berjalan! Kami adalah rakyat yang lelah diam! Satu tanda tangan bisa mengubah kebijakan. Ribuan tanda tangan bisa mengguncang Jawa Tengah. Mari kita buktikan bahwa suara rakyat Jawa Tengah tidak bisa diabaikan lagi.

Tanda tangani sekarang—untuk anak-anak kita, untuk keluarga kita, untuk masa depan Jawa Tengah yang lebih adil! #StopBayarPajak #PajakAdilUntukRakyat #SuaraJateng

Terima kasih atas dukungan dan solidaritas Anda. Bersama, kita kuat! 💪❤️

avatar of the starter
Maya JaniePembuka Petisi

13

Penandatangan terbaru:
Ken Indoputra dan 11 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Salam Sejahtera bagi Kita Semua.  Om Swastyastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan.

Saudara-saudara warga Jawa Tengah yang terkasih, terutama di Semarang, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Banyumas, Cilacap, Purwokerto dan seluruh penjuru provinsi ini...

Bayangkan pagi ini Anda bangun, membuka aplikasi pajak, lalu melihat tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tiba-tiba melonjak drastis—16%, 17%, bahkan hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Motor tua yang sudah setia menemani Anda mencari nafkah, mobil keluarga yang dipakai antar-jemput anak sekolah, kini pajaknya membengkak tanpa ampun. Di saat harga sembako naik, UMR belum naik signifikan, PHK merajalela, dan ekonomi masih terpuruk pasca-pandemi... kenapa justru kantong rakyat yang dikencangkan lagi?

Ini bukan sekadar angka di layar. Ini air mata ibu-ibu yang harus memilih: bayar pajak atau beli beras untuk anak? Ini keringat bapak-bapak ojek online yang harus tambah jam kerja hanya untuk nutup tagihan mendadak ini. Ini harapan anak muda yang ingin punya kendaraan pertama, tapi sekarang merasa mimpi itu semakin jauh karena beban pajak yang mencekik.

Pemprov bilang "tidak ada kenaikan tarif", tapi kenyataannya? Diskon opsen yang dulu menenangkan kita di 2025 tiba-tiba dicabut di 2026. Opsen yang seharusnya untuk pembangunan daerah, tapi jalan provinsi masih banyak berlubang, banjir belum teratasi, dan infrastruktur belum sebanding dengan yang kita bayar. Kami bayar lebih banyak, tapi apa yang kami dapat? Hanya janji diskon 5% yang masih "dalam kajian", sementara dompet kami sudah bolong sekarang!

Kami muak dengan kurangnya sosialisasi, muak dengan penjelasan teknis yang terasa dingin, muak melihat uang pajak kami seolah tak berarti bagi kesejahteraan rakyat kecil. Karena itu, kami bersatu dalam gerakan ini. Gerakan yang lahir dari rasa sakit yang sama, dari jeritan yang sama: CUKUP SUDAH!

Kami menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera:

  1. Tinjau ulang Perda No. 12/2023 dan hapuskan atau kurangi opsen PKB yang memberatkan rakyat.
  2. Berikan diskon permanen minimal 15-20% untuk PKB hingga ekonomi benar-benar pulih—bukan janji setengah hati 5%!
  3. Transparansi penuh penggunaan dana pajak: ke mana uang kami mengalir? Mengapa infrastruktur masih menyedihkan?
  4. Bebaskan bea balik nama dan relaksasi pajak bagi kendaraan lama yang nilai jualnya sudah anjlok.

Setiap tanda tangan di petisi ini adalah teriakan: Kami bukan ATM berjalan! Kami adalah rakyat yang lelah diam! Satu tanda tangan bisa mengubah kebijakan. Ribuan tanda tangan bisa mengguncang Jawa Tengah. Mari kita buktikan bahwa suara rakyat Jawa Tengah tidak bisa diabaikan lagi.

Tanda tangani sekarang—untuk anak-anak kita, untuk keluarga kita, untuk masa depan Jawa Tengah yang lebih adil! #StopBayarPajak #PajakAdilUntukRakyat #SuaraJateng

Terima kasih atas dukungan dan solidaritas Anda. Bersama, kita kuat! 💪❤️

avatar of the starter
Maya JaniePembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi