Stop Buru Burung Pleci Biar Tetap Bisa Minum Kopi Gayo


Stop Buru Burung Pleci Biar Tetap Bisa Minum Kopi Gayo
Masalahnya
Kalau kamu penikmat kopi sepertiku, baca petisi ini sampai habis ya. Karena bisa jadi
keberadaan kopi favoritmu, dipengaruhi oleh ini.
Aku Shafa, petani dan produsen kopi Gayo. Di awal tahun ini, aku baru sadar kalau kualitas kopi Gayo sangat dipengaruhi oleh keberadaan Burung Pleci. Burung Pleci menjadi salah satu spesies kunci yang berperan penting dalam menjaga kualitas kopi Gayo. Burung Pleci memangsa hama, terutama hama penggerek buah kopi. Sehingga keutuhan citarasa kopi Gayo tetap terjaga.
Sayangnya, Burung Pleci (Zosterops palpebrosus) sudah semakin sedikit, karena
banyak diburu. Status keberadaannya dipastikan bisa punah jika terus menerus diburu.
Bagi petani kopi sepertiku, masalah ini sangat serius. Keluargaku hidup dari bertani kopi
sejak tahun 90-an. Aku pun juga mengikuti jejak bapakku menjadi petani kopi di tahun 2020.
Setelah usaha coffee shop-ku tutup karena terdampak pandemi.
Saat menjual kopi di coffee shop ataupun ke roastery, pelanggan sangat memperhatikan
kualitas kopi. Di kalangan roastery sendiri, kopi gayo dikenal sebagai bumbu utama dalam industri kopi, dimana sering dibuat untuk bahan blending
atau campuran karena aroma dan rasanya yang spesifik.
Jadi kalau ada penurunan kualitas kopi Gayo, maka akan sangat berpengaruh pada bisnis
kopi sendiri.
Kehadiran burung pleci dalam perkebunan kopi Gayo memiliki dampak penting pada
ekosistem pertanian kopi dan kualitas biji kopi. Fungsi burung pleci sebagai pengontrol
hama, penyebar benih kopi, penyeimbang ekosistem dan hayati di perkebunan.
Mengingat pentingnya keberadaan burung Pleci, terutama bagi petani dan penikmat kopi,
saya meminta kepada Dirjen Penegakkan Hukum KLHK Ridho Sani untuk menindak
tegas perburuan burung Pleci.
Dulu sempat ada penggagalan penyelundupan ribuan ekor burung Pleci oleh Satuan Polisi
Reaksi Cepat di Langkat, Sumatera Utara. Tapi sekarang perburuan kembali marak. Saya
harap pemburu burung Pleci ditindak tegas kembali.
Kalau burung Pleci dilestarikan, ekosistem perkebunan kopi Gayo dan kualitas biji kopinya
dapat terjaga. Dan tentunya kita nggak mau Burung Pleci punah kan? Tolong dukung dan
sebarkan petisi ini ya teman-teman.
Salam,
Shafa
Petani dan Produsen Kopi Gayo
#JagaPleciJagaKopi

698
Masalahnya
Kalau kamu penikmat kopi sepertiku, baca petisi ini sampai habis ya. Karena bisa jadi
keberadaan kopi favoritmu, dipengaruhi oleh ini.
Aku Shafa, petani dan produsen kopi Gayo. Di awal tahun ini, aku baru sadar kalau kualitas kopi Gayo sangat dipengaruhi oleh keberadaan Burung Pleci. Burung Pleci menjadi salah satu spesies kunci yang berperan penting dalam menjaga kualitas kopi Gayo. Burung Pleci memangsa hama, terutama hama penggerek buah kopi. Sehingga keutuhan citarasa kopi Gayo tetap terjaga.
Sayangnya, Burung Pleci (Zosterops palpebrosus) sudah semakin sedikit, karena
banyak diburu. Status keberadaannya dipastikan bisa punah jika terus menerus diburu.
Bagi petani kopi sepertiku, masalah ini sangat serius. Keluargaku hidup dari bertani kopi
sejak tahun 90-an. Aku pun juga mengikuti jejak bapakku menjadi petani kopi di tahun 2020.
Setelah usaha coffee shop-ku tutup karena terdampak pandemi.
Saat menjual kopi di coffee shop ataupun ke roastery, pelanggan sangat memperhatikan
kualitas kopi. Di kalangan roastery sendiri, kopi gayo dikenal sebagai bumbu utama dalam industri kopi, dimana sering dibuat untuk bahan blending
atau campuran karena aroma dan rasanya yang spesifik.
Jadi kalau ada penurunan kualitas kopi Gayo, maka akan sangat berpengaruh pada bisnis
kopi sendiri.
Kehadiran burung pleci dalam perkebunan kopi Gayo memiliki dampak penting pada
ekosistem pertanian kopi dan kualitas biji kopi. Fungsi burung pleci sebagai pengontrol
hama, penyebar benih kopi, penyeimbang ekosistem dan hayati di perkebunan.
Mengingat pentingnya keberadaan burung Pleci, terutama bagi petani dan penikmat kopi,
saya meminta kepada Dirjen Penegakkan Hukum KLHK Ridho Sani untuk menindak
tegas perburuan burung Pleci.
Dulu sempat ada penggagalan penyelundupan ribuan ekor burung Pleci oleh Satuan Polisi
Reaksi Cepat di Langkat, Sumatera Utara. Tapi sekarang perburuan kembali marak. Saya
harap pemburu burung Pleci ditindak tegas kembali.
Kalau burung Pleci dilestarikan, ekosistem perkebunan kopi Gayo dan kualitas biji kopinya
dapat terjaga. Dan tentunya kita nggak mau Burung Pleci punah kan? Tolong dukung dan
sebarkan petisi ini ya teman-teman.
Salam,
Shafa
Petani dan Produsen Kopi Gayo
#JagaPleciJagaKopi

698
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 9 September 2023