Stop Aktivitas Perusakan di Kawasan Gunung Meratus Kalsel #JagaMeratus

Masalahnya

Waktu kecil, saya bermimpi untuk jalan-jalan ke hutan. Dulu saya tinggal di Ibu Kota di Pulau Jawa sehingga kalau mau lihat hutan, mesti nonton acara seperti Jejak Petualang atau Jejak Si Gundul. Sebesar itu rasa suka saya sama hutan. Makanya dulu saya juga ikut jadi volunteer salah satu Komunitas Jaga Hutan agar motivasinya bisa lihat hutan secara langsung.


Untuk mewujudkan mimpi saya itu, saya merantau ke Kalimantan Selatan. Diketahui daerah yang dikelilingi hutan dan tidak berpolusi seperti daerah asal tempat tinggal saya, pada akhirnya bisa melihat Pegunungan Meratus, salah satu pegunungan terbesar di Indonesia.


Tapi beberapa tahun ini, wilayah hutan di Meratus semakin berkurang banyak. Pada awal merantau ditahun 2016, saya merasa udara di Kalimantan lebih sejuk daripada asal tempat tinggal saya. Tapi sekarang, bahkan sempat ada peringatan dari BMKG tentang hot wave atau gelombang udara panas di Kalsel!


Dampak perusakan hutan Kalsel yang terparah adalah banjir bandang di awal 2021. Banjir besar itu merendam 11 dari 13 kabupaten/kota dan 102.340 rumah penduduk. Hampir 650 ribu orang terdampak banjir, 35 orang meninggal, dan 135 ribu orang mengungsi. 


Masyarakat dan organisasi masyarakat sipil ramai-ramai menolak tambang yang menjadi biang kerok kerusakan Pegunungan Meratus. Di 2021, setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya Walhi Kalsel berhasil memenangkan gugatan di Mahkamah Agung untuk menghentikan operasi salah satu perusahaan tambang.


Tapi saat ini masih ada perusahaan tambang legal dan ilegal yang terus merusak Pegunungan Meratus. Terutama di daerah Hulu Sungai Tengah (HST). Menurut Walhi Kalsel, daerah Hulu Sungai Tengah (HST) merupakan salah satu Kabupaten yang rentan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Juga merupakan penyangga pangan hingga ke berbagai Provinsi lain.


Karena itu, melalui petisi ini, saya memohon kepada Gubernur dan DPRD Kalsel untuk menghentikan operasi tambang ilegal dan legal di Pegunungan Meratus. Saya tahu banyak pejabat publik di Kalsel juga peduli pada perlindungan Meratus. Bahkan Kabupaten HST punya peraturan daerah yang secara tegas menolak eksploitasi industri ekstraktif skala besar.


Kalau masyarakat juga menunjukkan dukungan untuk inisiatif ini, kita bisa mendorong pemulihan hutan di kawasan Pegunungan Meratus. Dan meminimalisir dampak kerusakan lingkungan di Kalsel.


Tolong dukung dan tandatangani petisi ini ya teman-teman. Yuk kita ikut mengawal isu ini sebagai anak muda yang peduli lingkungan di Kalsel. 

avatar of the starter
Anak Muda KalimantanPembuka PetisiSeorang anak muda kalimantan yang sangat menyukai isu lingkungan khususnya isu kerusakan hutan di wilayah kalimantan. Dengan melalui akun petisi ini diharapkan bagar dapat sebuah keadilan terhadap kerusakan hutan di kalimantan.
Petisi ini mencapai 2 pendukung

Masalahnya

Waktu kecil, saya bermimpi untuk jalan-jalan ke hutan. Dulu saya tinggal di Ibu Kota di Pulau Jawa sehingga kalau mau lihat hutan, mesti nonton acara seperti Jejak Petualang atau Jejak Si Gundul. Sebesar itu rasa suka saya sama hutan. Makanya dulu saya juga ikut jadi volunteer salah satu Komunitas Jaga Hutan agar motivasinya bisa lihat hutan secara langsung.


Untuk mewujudkan mimpi saya itu, saya merantau ke Kalimantan Selatan. Diketahui daerah yang dikelilingi hutan dan tidak berpolusi seperti daerah asal tempat tinggal saya, pada akhirnya bisa melihat Pegunungan Meratus, salah satu pegunungan terbesar di Indonesia.


Tapi beberapa tahun ini, wilayah hutan di Meratus semakin berkurang banyak. Pada awal merantau ditahun 2016, saya merasa udara di Kalimantan lebih sejuk daripada asal tempat tinggal saya. Tapi sekarang, bahkan sempat ada peringatan dari BMKG tentang hot wave atau gelombang udara panas di Kalsel!


Dampak perusakan hutan Kalsel yang terparah adalah banjir bandang di awal 2021. Banjir besar itu merendam 11 dari 13 kabupaten/kota dan 102.340 rumah penduduk. Hampir 650 ribu orang terdampak banjir, 35 orang meninggal, dan 135 ribu orang mengungsi. 


Masyarakat dan organisasi masyarakat sipil ramai-ramai menolak tambang yang menjadi biang kerok kerusakan Pegunungan Meratus. Di 2021, setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya Walhi Kalsel berhasil memenangkan gugatan di Mahkamah Agung untuk menghentikan operasi salah satu perusahaan tambang.


Tapi saat ini masih ada perusahaan tambang legal dan ilegal yang terus merusak Pegunungan Meratus. Terutama di daerah Hulu Sungai Tengah (HST). Menurut Walhi Kalsel, daerah Hulu Sungai Tengah (HST) merupakan salah satu Kabupaten yang rentan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Juga merupakan penyangga pangan hingga ke berbagai Provinsi lain.


Karena itu, melalui petisi ini, saya memohon kepada Gubernur dan DPRD Kalsel untuk menghentikan operasi tambang ilegal dan legal di Pegunungan Meratus. Saya tahu banyak pejabat publik di Kalsel juga peduli pada perlindungan Meratus. Bahkan Kabupaten HST punya peraturan daerah yang secara tegas menolak eksploitasi industri ekstraktif skala besar.


Kalau masyarakat juga menunjukkan dukungan untuk inisiatif ini, kita bisa mendorong pemulihan hutan di kawasan Pegunungan Meratus. Dan meminimalisir dampak kerusakan lingkungan di Kalsel.


Tolong dukung dan tandatangani petisi ini ya teman-teman. Yuk kita ikut mengawal isu ini sebagai anak muda yang peduli lingkungan di Kalsel. 

avatar of the starter
Anak Muda KalimantanPembuka PetisiSeorang anak muda kalimantan yang sangat menyukai isu lingkungan khususnya isu kerusakan hutan di wilayah kalimantan. Dengan melalui akun petisi ini diharapkan bagar dapat sebuah keadilan terhadap kerusakan hutan di kalimantan.

Pengambil Keputusan

Gubernur Kalimantan Selatan
Gubernur Kalimantan Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
DPRD Kalsel
DPRD Kalsel
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Perkembangan Terakhir Petisi