Dukung Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT Tetap Beroperasi


Dukung Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT Tetap Beroperasi
Masalahnya
KUPANG, NTT - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) secara sepihak menutup operasional Laboratorium (Lab) Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) NTT, lewat surat yang diterbitkan pada 23 Agustus 2021.
Padahal Laboratorium Biomolekilar di NTT telah memberikan Tes PCR gratis untuk warga, sehingga warga tak perlu merogok kocek ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk tes PCR. Dalam perhari Laboratorium ini mampu memeriksa 320 sampel, dan hasilnya diketahui dalam waktu delapan jam.
Kepala Laboratorium (Lab) Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) NTT, Fima Inabuy menilai Universitas Nusa Cendana (Undana) tak berhak menghentikan operasi laboratorium tersebut.
Sebelum lab itu beroperasi, kata Fima, semua syarat sudah diperiksa oleh Litbangkes dan semuanya terpenuhi sehingga sudah ada Surat Ijin Operasional dari Litbangkes RI. Ia menyebut Lab Biokesmas adalah milik Pemprov NTT bukan milik Undana.
Ia menjelaskan SDM (Sumber Daya Manusia) Laboratorium Biokesmas saat ini semuanya dari Pemprov NTT. Tidak ada satupun SDM Undana.
“Oleh karena itu, Rektor tidak punya otoritas apapun untuk meminta lab berhenti beroperasi. Otoritas itu ada di Pemprov,” tambah Fima.
Menurutnya, pangkal permasalahan ini oleh adanya kesalahan pada MoU yang salah diterjemahkan sebagai surat hibah. Untuk hibah aset tidak pernah ada.
“Demikian juga, sampai hari ini tidak ada pembatalan SK bagi pengelola lab saat ini. Kecuali kalau memang Rektor berniat membatalkan SK Gubernur,” pungkas Fima.
Bukan pertama kali ruang dialog akademik tertutup oleh arogansi brutal dan vulgar para petinggi yang berpihak bukan pada rakyat.
Kritik dan keluh kesah Forum Akademia NTT (FAN) sebagai bagian dari masyarakat atas kebuntuan mencari jalan keluar dari krisis pandemi dengan membangun Laboratorium Biomolekuler Masyarakat Provinsi NTT itu kini terancam ditutup.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) memgancam akan menyegel Lab Biokesmas dan menyatakan "tidak berurusan dengan pelayanan".
Lab Biokesmas NTT mengambil posisi berdiri untuk kita semua yang lemah, dalam mengusahakan akses layanan kesehatan bagi semua orang. Sudah lebih dari satu tahun inisiatif baik ditunggu oleh rekan-rekan di Lab Biokesmas.
Tetapi sedari awal hingga saat ini, inisiatif baik yang harapannya bermuara pada kerja sama memberikan diri untuk bersama-sama keluar dari krisis, tidak pernah lebih dari sekedar upaya untuk menunjukkan kuasa.

Masalahnya
KUPANG, NTT - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) secara sepihak menutup operasional Laboratorium (Lab) Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) NTT, lewat surat yang diterbitkan pada 23 Agustus 2021.
Padahal Laboratorium Biomolekilar di NTT telah memberikan Tes PCR gratis untuk warga, sehingga warga tak perlu merogok kocek ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk tes PCR. Dalam perhari Laboratorium ini mampu memeriksa 320 sampel, dan hasilnya diketahui dalam waktu delapan jam.
Kepala Laboratorium (Lab) Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) NTT, Fima Inabuy menilai Universitas Nusa Cendana (Undana) tak berhak menghentikan operasi laboratorium tersebut.
Sebelum lab itu beroperasi, kata Fima, semua syarat sudah diperiksa oleh Litbangkes dan semuanya terpenuhi sehingga sudah ada Surat Ijin Operasional dari Litbangkes RI. Ia menyebut Lab Biokesmas adalah milik Pemprov NTT bukan milik Undana.
Ia menjelaskan SDM (Sumber Daya Manusia) Laboratorium Biokesmas saat ini semuanya dari Pemprov NTT. Tidak ada satupun SDM Undana.
“Oleh karena itu, Rektor tidak punya otoritas apapun untuk meminta lab berhenti beroperasi. Otoritas itu ada di Pemprov,” tambah Fima.
Menurutnya, pangkal permasalahan ini oleh adanya kesalahan pada MoU yang salah diterjemahkan sebagai surat hibah. Untuk hibah aset tidak pernah ada.
“Demikian juga, sampai hari ini tidak ada pembatalan SK bagi pengelola lab saat ini. Kecuali kalau memang Rektor berniat membatalkan SK Gubernur,” pungkas Fima.
Bukan pertama kali ruang dialog akademik tertutup oleh arogansi brutal dan vulgar para petinggi yang berpihak bukan pada rakyat.
Kritik dan keluh kesah Forum Akademia NTT (FAN) sebagai bagian dari masyarakat atas kebuntuan mencari jalan keluar dari krisis pandemi dengan membangun Laboratorium Biomolekuler Masyarakat Provinsi NTT itu kini terancam ditutup.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) memgancam akan menyegel Lab Biokesmas dan menyatakan "tidak berurusan dengan pelayanan".
Lab Biokesmas NTT mengambil posisi berdiri untuk kita semua yang lemah, dalam mengusahakan akses layanan kesehatan bagi semua orang. Sudah lebih dari satu tahun inisiatif baik ditunggu oleh rekan-rekan di Lab Biokesmas.
Tetapi sedari awal hingga saat ini, inisiatif baik yang harapannya bermuara pada kerja sama memberikan diri untuk bersama-sama keluar dari krisis, tidak pernah lebih dari sekedar upaya untuk menunjukkan kuasa.

Kemenangan
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 23 Agustus 2021