
Gerakan ini hadir dalam semangat kasih, perdamaian, dan persaudaraan di dalam Kristus. Kami mengajak seluruh pendukung untuk menyampaikan aspirasi dengan sikap yang santun, hormat, dan bertanggung jawab.
Kami dengan tegas tidak mendukung penggunaan kata-kata yang menghina, merendahkan, memfitnah, maupun menyerang pribadi siapa pun—baik itu para Uskup, Presbiter, Diakon, maupun umat dari yurisdiksi mana pun.
Perlu kami tegaskan bahwa tujuan utama petisi ini bukan untuk mencari celah kesalahan pihak tertentu atau memicu polemik yurisdiksi, melainkan murni untuk mendorong semangat dialog, rekonsiliasi, dan kedamaian bagi masa depan Gereja Ortodoks di Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh penandatangan untuk senantiasa menjaga tutur kata dan sikap agar tetap mencerminkan kasih Kristus dan nilai-nilai luhur tradisi Ortodoks. Mari kita tunjukkan bahwa kerinduan akan persatuan dimulai dari kemurnian niat dan kerendahan hati kita masing-masing.