Petition updateSelamatkan Webtoon Lokal: Beri Ruang untuk Karya Anak Bangsa! 🇮🇩SURAT TERBUKA: Manifes 5.000+ Suara untuk Masa Depan Webtoon Lokal Indonesia
Anggie JhovannyJakarta Timur, Indonesia
Jul 6, 2026

Kepada Manajemen Naver Korea & Line Webtoon Indonesia

​Hari ini, petisi "Selamatkan Webtoon Lokal: Beri Ruang Untuk Karya Anak Bangsa" yang saya buat, sudah resmi didukung oleh 5.000+ orang pembaca dan penulis di Indonesia dalam waktu 3 bulan.

​Angka 5.000 ini adalah bukti kalau ribuan orang di Indonesia sudah gerah dengan kondisi industri komik saat ini. Kami ingin menyampaikan 3 tuntutan penting langsung ke manajemen pusat:

​1. Jangan Pilih Kasih Antara Komik Korea dan Komik Lokal!

​Kami melihat platform belakangan ini terus-menerus membanjiri beranda dengan komik impor dari Korea. Komik luar negeri itu sudah aman karena punya modal besar dan dibaca di banyak negara.

​Sementara itu, komik lokal kita dipaksa bersaing di lapangan yang tidak adil. Akibat beranda penuh komik luar, komik lokal baru yang rilis dalam setahun sekarang cuma bisa dihitung pakai jari. Dan itupun beberapanya memiliki episode yang tidak panjang. Dan kalaupun mau rilis, agak mudah dirilis di kanvas, bukan secara resmi/official. Ini namanya monopoli pasar yang mematikan karya anak bangsa!

Sangat tidak adil dan tidak sehat secara iklim kompetisi jika kreator lokal—yang 100% bergantung pada pasar domestik—harus bertarung di atas lapangan yang miring. Membanjiri beranda dengan komik impor demi kapitalisasi slot, hingga membuat perilisan judul webtoon lokal baru dalam setahun hanya bisa dihitung dengan jari, adalah bentuk pembatasan ruang hidup bagi industri kreatif tuan rumah.

--------------------

​2. Stop Paksa Komik Lokal Tamat Buru-Buru (Rushed Ending)!

​Komik itu adalah karya sastra dan seni, bukan sekadar barang jualan yang kalau views-nya turun sedikit langsung dipotong episodenya.

Komik adalah sebuah karya sastra visual yang membutuhkan ruang tumbuh. Kebijakan platform yang secara sepihak memotong episode, memaksa tamat prematur (rushed ending), atau menghentikan kontrak karya lokal hanya karena standar algoritma kuantitas yang kaku, adalah bentuk pengabaian terhadap nilai seni.

​Contoh nyatanya ada beberapa komik yang masih berjalan, komik-komik itu diberi kesempatan untuk tetap tayang jika pembeli episode koinnya mencapai atau melebihi target. Atau komik yang sudah lama hiatus lalu aktif kembali, sekalinya sudah aktif, dipaksa untuk tamat. Kebijakan kaku seperti ini sangat kejam dan tidak menghargai loyalitas kreator serta pembaca lokal.

 

--------------------

​3. Jamin Kesejahteraan dan Hak Komikus Lokal

​Komikus Indonesia bukan buruh pabrik yang bisa diganti kapan saja saat mereka sakit. Kami menuntut transparansi kontrak, pembagian slot promosi yang adil di aplikasi, dan jaminan kesehatan serta jam kerja yang manusiawi untuk para komikus lokal.

Penutup: Kami Tidak Akan Diam

Taktik menyembunyikan komentar kami di media sosial atau memantau gerakan ini secara diam-diam tidak akan bisa menghapus fakta bahwa 5.000+ orang sudah sadar dan berkontribusi demi menyelamatkan hiburan mereka.

​Indonesia adalah salah satu pasar terbesar kalian. Kami suka membaca Webtoon, tapi kami jauh lebih membela martabat dan karya kreator negara kami sendiri. Kami menunggu respons nyata dan perubahan kebijakan dari Naver Korea dan Line Webtoon Pusat.

Hormat Kami,

​Seluruh Pembaca Webtoon Lokal Indonesia

Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X