"Selamatkan Profesi Gizi Indonesia"

Masalahnya

Kami, para tenaga dan mahasiswa gizi di seluruh Indonesia, menyampaikan suara hati kami terhadap kondisi serius yang sedang terjadi. Kasus MBG yang belakangan ini mencuat bukan hanya soal dapur atau manajemen—tetapi soal harga diri profesi gizi, keselamatan masyarakat, dan mutu layanan yang seharusnya dijaga negara.

 

Di tengah kebutuhan masyarakat akan edukasi gizi yang tepat, pemerintah justru membuka ruang bagi tenaga tanpa kompetensi untuk mengisi posisi strategis. Lulusan SMA yang hanya dilatih 3 bulan tidak bisa disetarakan dengan profesi gizi yang menempuh pendidikan ilmiah bertahun-tahun. Kesalahan kebijakan ini bukan hanya meremehkan profesionalisme, tetapi berpotensi membahayakan kesehatan publik.

 

Kami tidak menolak inovasi. Kami menolak penurunan standar.

 

Kami tidak anti-pemberdayaan. Kami anti pemangkasan kualitas demi kepentingan tertentu.

 

Kami tidak mencari konflik. Kami hanya menuntut keadilan profesi, sebagaimana negara harus melindungi standar keahlian dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.

 

Melalui petisi ini, kami menyampaikan:

 

Tuntutan Kami

 

1. Pemerintah meninjau ulang kebijakan yang mengizinkan tenaga non-profesional mengisi peran ahli gizi.

2. Persagi selaku organisasi profesi untuk bersikap aktif, vokal, dan berpihak pada warganya, bukan diam.

3. Menetapkan standar kompetensi yang jelas dan tidak bisa dinegosiasikan demi keselamatan masyarakat.

4. Menghentikan segala bentuk praktik pemotongan profesi yang merendahkan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

 

Kami percaya bahwa setiap profesi punya marwah, dan marwah itu wajib dilindungi. Jika hari ini profesi gizi dilemahkan, maka besok profesi lain akan mengikuti.

 

Kami bukan sedang meminta fasilitas.

Kami sedang meminta keadilan, kualitas, dan keamanan publik.

Saat ini kami lelah, kecewa, dan merasa tidak lagi punya tempat mengadu. Namun kami percaya:

Suara yang benar, jika disuarakan bersama, tidak akan bisa diabaikan.

 

Dukung petisi ini demi masa depan gizi Indonesia yang lebih bermartabat.

Demi rakyat yang berhak mendapatkan layanan yang aman dan kompeten.

Demi profesi yang sudah kami perjuangkan dengan ilmu, waktu, dan pengorbanan.

 

Kami hanya ingin profesi kami dihargai. Setidaknya… setara dengan usaha yang sudah kami berikan.

avatar of the starter
ILHAMI PUTRIPembuka Petisi

5.078

Masalahnya

Kami, para tenaga dan mahasiswa gizi di seluruh Indonesia, menyampaikan suara hati kami terhadap kondisi serius yang sedang terjadi. Kasus MBG yang belakangan ini mencuat bukan hanya soal dapur atau manajemen—tetapi soal harga diri profesi gizi, keselamatan masyarakat, dan mutu layanan yang seharusnya dijaga negara.

 

Di tengah kebutuhan masyarakat akan edukasi gizi yang tepat, pemerintah justru membuka ruang bagi tenaga tanpa kompetensi untuk mengisi posisi strategis. Lulusan SMA yang hanya dilatih 3 bulan tidak bisa disetarakan dengan profesi gizi yang menempuh pendidikan ilmiah bertahun-tahun. Kesalahan kebijakan ini bukan hanya meremehkan profesionalisme, tetapi berpotensi membahayakan kesehatan publik.

 

Kami tidak menolak inovasi. Kami menolak penurunan standar.

 

Kami tidak anti-pemberdayaan. Kami anti pemangkasan kualitas demi kepentingan tertentu.

 

Kami tidak mencari konflik. Kami hanya menuntut keadilan profesi, sebagaimana negara harus melindungi standar keahlian dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.

 

Melalui petisi ini, kami menyampaikan:

 

Tuntutan Kami

 

1. Pemerintah meninjau ulang kebijakan yang mengizinkan tenaga non-profesional mengisi peran ahli gizi.

2. Persagi selaku organisasi profesi untuk bersikap aktif, vokal, dan berpihak pada warganya, bukan diam.

3. Menetapkan standar kompetensi yang jelas dan tidak bisa dinegosiasikan demi keselamatan masyarakat.

4. Menghentikan segala bentuk praktik pemotongan profesi yang merendahkan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

 

Kami percaya bahwa setiap profesi punya marwah, dan marwah itu wajib dilindungi. Jika hari ini profesi gizi dilemahkan, maka besok profesi lain akan mengikuti.

 

Kami bukan sedang meminta fasilitas.

Kami sedang meminta keadilan, kualitas, dan keamanan publik.

Saat ini kami lelah, kecewa, dan merasa tidak lagi punya tempat mengadu. Namun kami percaya:

Suara yang benar, jika disuarakan bersama, tidak akan bisa diabaikan.

 

Dukung petisi ini demi masa depan gizi Indonesia yang lebih bermartabat.

Demi rakyat yang berhak mendapatkan layanan yang aman dan kompeten.

Demi profesi yang sudah kami perjuangkan dengan ilmu, waktu, dan pengorbanan.

 

Kami hanya ingin profesi kami dihargai. Setidaknya… setara dengan usaha yang sudah kami berikan.

avatar of the starter
ILHAMI PUTRIPembuka Petisi

Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 16 November 2025