Selamatkan NADIEM MAKARIM : Dia Bukan Koruptor, Korban Sistem yang Dijebak!

Masalahnya

Bebaskan NADIEM MAKARIM: Dia Bukan Koruptor, Korban Sistem yang Dijebak!

 

Kepada Yth:

 

1. Presiden Republik Indonesia

2. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia

3. Komisi Ombudsman Republik Indonesia

4. Komisi III DPR RI

5. Masyarakat Umum Indonesia

 

📜 Pendahuluan

 

Kami, masyarakat yang peduli terhadap keadilan dan netralitas hukum, menyatakan keprihatinan mendalam atas penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Berdasarkan fakta dan data yang terungkap, kami yakin bahwa Nadiem adalah korban dari sistem yang dijebak, bukan pelaku korupsi. Kami menuntut proses hukum yang adil, transparan, dan bebas dari kepentingan politik.

 

---

 

⚖️ Argumen Hukum dan Fakta Pendukung

 

1. Tidak Ada Bukti Langsung untuk Menjerat Nadiem

 

· Nadiem telah kooperatif selama proses pemeriksaan dan menyatakan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum: "Saya tidak melakukan apa pun. Allah akan melindungi saya, kebenaran akan terungkap" .

· Kejaksaan Agung belum memberikan bukti kuat yang menunjukkan niat langsung Nadiem untuk melakukan korupsi. Penetapan tersangka didasarkan pada dugaan, bukan fakta empiris yang solid .

 

2. Prosedur Pengadaan Dianggap Sudah Sesuai Aturan

 

· Nadiem menjelaskan bahwa pengadaan Chromebook dilakukan melalui mekanisme e-purchasing yang transparan dan sesuai dengan peraturan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) .

· Chromebook dipilih karena pertimbangan teknis dan ekonomis:

  · 💰 Lebih murah 10–30% dibandingkan produk sejenis.

  · 🔒 Fitur keamanan yang memblokir konten negatif (seperti pornografi dan judi online).

  · 🌐 Hanya ditujukan untuk sekolah dengan akses internet, bukan daerah 3T .

 

3. Tuduhan "Pemufakatan Jahat" Tidak Didukung Bukti Kuat

 

· Kejaksaan Agung menyatakan adanya permufakatan jahat, tetapi tidak menjelaskan secara rinci peran Nadiem dalam hal ini .

· Tidak ada bukti bahwa Nadiem menerima keuntungan finansial langsung dari pengadaan ini. Laporan kekayaan Nadiem (LHKPN) menunjukkan konsistensi, dan tidak ada peningkatan signifikan yang mencurigakan selama masa pengadaan .

 

4. Proses Hukum yang Tidak Transparan dan Diskriminatif

 

· ⚠️ Penahanan 20 hari dianggap tidak proporsional untuk kasus yang masih dalam tahap penyidikan .

· ⚠️ Pemeriksaan tidak melibatkan semua pihak kunci, seperti Jurist Tan (staf khusus Nadiem) yang mangkir dari panggilan penyidik .

· ⚠️ Media trial telah merusak reputasi Nadiem sebelum putusan pengadilan dikeluarkan .

 

5. Kontradiksi dalam Kajian Teknis

 

· Kejaksaan Agung menuduh Nadiem mengubah kajian teknis yang awalnya tidak merekomendasikan Chromebook. Namun, Nadiem membantah tuduhan ini dengan menjelaskan bahwa kajian ulang dilakukan untuk daerah non-3T yang memiliki akses internet .

· Laporan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) justru menyoroti masalah administratif (seperti salah alokasi dan tumpang tindih bantuan), bukan korupsi sistematis .

 

6. Dampak Politik dan Korporasi

 

· 🔍 Konflik kepentingan diduga melibatkan pihak lain, seperti staf khusus Nadiem yang memiliki hubungan keluarga dengan produsen Chromebook .

· 🏢 Penggeledahan kantor GoTo (mantan perusahaan Nadiem) dinilai tidak relevan karena Nadiem sudah tidak memiliki kaitan operasional sejak 2019 .

 

---

 

📊 Tabel Ringkasan Fakta vs. Tuduhan

 

Tuduhan Kejaksaan Agung Fakta dan Bantahan

Menetapkan spesifikasi teknis untuk Chromebook Chromebook dipilih karena lebih murah dan aman untuk siswa .

Menyebabkan kerugian negara Rp 1,98 triliun Kerugian belum terbukti; BPKP menyoroti kesalahan administratif, bukan korupsi .

Pemufakatan jahat dengan staf khusus Tidak ada bukti langsung; staf khusus justru mangkir dari pemeriksaan .

Pengubahan kajian teknis Kajian ulang untuk daerah non-3T, bukan mengubah kajian lama .

 

---

 

🛑 Tuntutan Petisi

 

Berdasarkan argumen di atas, kami menuntut:

 

1. Menghentikan penahanan terhadap Nadiem Makarim dan memberikan kebebasan selama proses hukum berlangsung.

2. Transparansi proses penyidikan, termasuk pembukaan rekaman pemeriksaan dan dokumen kajian teknis.

3. Pemeriksaan semua pihak terkait, termasuk staf khusus yang mangkir (Jurist Tan).

4. Netralitas hukum tanpa intervensi politik untuk menjamin keadilan.

5. Pelindungan terhadap nama baik Nadiem dari pemberitaan media yang tidak berimbang.

 

---

 

✍️ Penutup

 

Nadiem Makarim adalah simbol generasi muda Indonesia yang berani melakukan terobosan dalam pendidikan. Menjeratnya dengan tuduhan korupsi tanpa bukti kuat hanya akan membunuh inovasi dan membuat para pemimpin lain takut mengambil kebijakan progresif. Kami percaya bahwa kebenaran akan terungkap, dan keadilan harus ditegakkan untuk siapapun.

avatar of the starter
Bung SyafrinPembuka Petisi

8

Masalahnya

Bebaskan NADIEM MAKARIM: Dia Bukan Koruptor, Korban Sistem yang Dijebak!

 

Kepada Yth:

 

1. Presiden Republik Indonesia

2. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia

3. Komisi Ombudsman Republik Indonesia

4. Komisi III DPR RI

5. Masyarakat Umum Indonesia

 

📜 Pendahuluan

 

Kami, masyarakat yang peduli terhadap keadilan dan netralitas hukum, menyatakan keprihatinan mendalam atas penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Berdasarkan fakta dan data yang terungkap, kami yakin bahwa Nadiem adalah korban dari sistem yang dijebak, bukan pelaku korupsi. Kami menuntut proses hukum yang adil, transparan, dan bebas dari kepentingan politik.

 

---

 

⚖️ Argumen Hukum dan Fakta Pendukung

 

1. Tidak Ada Bukti Langsung untuk Menjerat Nadiem

 

· Nadiem telah kooperatif selama proses pemeriksaan dan menyatakan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum: "Saya tidak melakukan apa pun. Allah akan melindungi saya, kebenaran akan terungkap" .

· Kejaksaan Agung belum memberikan bukti kuat yang menunjukkan niat langsung Nadiem untuk melakukan korupsi. Penetapan tersangka didasarkan pada dugaan, bukan fakta empiris yang solid .

 

2. Prosedur Pengadaan Dianggap Sudah Sesuai Aturan

 

· Nadiem menjelaskan bahwa pengadaan Chromebook dilakukan melalui mekanisme e-purchasing yang transparan dan sesuai dengan peraturan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) .

· Chromebook dipilih karena pertimbangan teknis dan ekonomis:

  · 💰 Lebih murah 10–30% dibandingkan produk sejenis.

  · 🔒 Fitur keamanan yang memblokir konten negatif (seperti pornografi dan judi online).

  · 🌐 Hanya ditujukan untuk sekolah dengan akses internet, bukan daerah 3T .

 

3. Tuduhan "Pemufakatan Jahat" Tidak Didukung Bukti Kuat

 

· Kejaksaan Agung menyatakan adanya permufakatan jahat, tetapi tidak menjelaskan secara rinci peran Nadiem dalam hal ini .

· Tidak ada bukti bahwa Nadiem menerima keuntungan finansial langsung dari pengadaan ini. Laporan kekayaan Nadiem (LHKPN) menunjukkan konsistensi, dan tidak ada peningkatan signifikan yang mencurigakan selama masa pengadaan .

 

4. Proses Hukum yang Tidak Transparan dan Diskriminatif

 

· ⚠️ Penahanan 20 hari dianggap tidak proporsional untuk kasus yang masih dalam tahap penyidikan .

· ⚠️ Pemeriksaan tidak melibatkan semua pihak kunci, seperti Jurist Tan (staf khusus Nadiem) yang mangkir dari panggilan penyidik .

· ⚠️ Media trial telah merusak reputasi Nadiem sebelum putusan pengadilan dikeluarkan .

 

5. Kontradiksi dalam Kajian Teknis

 

· Kejaksaan Agung menuduh Nadiem mengubah kajian teknis yang awalnya tidak merekomendasikan Chromebook. Namun, Nadiem membantah tuduhan ini dengan menjelaskan bahwa kajian ulang dilakukan untuk daerah non-3T yang memiliki akses internet .

· Laporan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) justru menyoroti masalah administratif (seperti salah alokasi dan tumpang tindih bantuan), bukan korupsi sistematis .

 

6. Dampak Politik dan Korporasi

 

· 🔍 Konflik kepentingan diduga melibatkan pihak lain, seperti staf khusus Nadiem yang memiliki hubungan keluarga dengan produsen Chromebook .

· 🏢 Penggeledahan kantor GoTo (mantan perusahaan Nadiem) dinilai tidak relevan karena Nadiem sudah tidak memiliki kaitan operasional sejak 2019 .

 

---

 

📊 Tabel Ringkasan Fakta vs. Tuduhan

 

Tuduhan Kejaksaan Agung Fakta dan Bantahan

Menetapkan spesifikasi teknis untuk Chromebook Chromebook dipilih karena lebih murah dan aman untuk siswa .

Menyebabkan kerugian negara Rp 1,98 triliun Kerugian belum terbukti; BPKP menyoroti kesalahan administratif, bukan korupsi .

Pemufakatan jahat dengan staf khusus Tidak ada bukti langsung; staf khusus justru mangkir dari pemeriksaan .

Pengubahan kajian teknis Kajian ulang untuk daerah non-3T, bukan mengubah kajian lama .

 

---

 

🛑 Tuntutan Petisi

 

Berdasarkan argumen di atas, kami menuntut:

 

1. Menghentikan penahanan terhadap Nadiem Makarim dan memberikan kebebasan selama proses hukum berlangsung.

2. Transparansi proses penyidikan, termasuk pembukaan rekaman pemeriksaan dan dokumen kajian teknis.

3. Pemeriksaan semua pihak terkait, termasuk staf khusus yang mangkir (Jurist Tan).

4. Netralitas hukum tanpa intervensi politik untuk menjamin keadilan.

5. Pelindungan terhadap nama baik Nadiem dari pemberitaan media yang tidak berimbang.

 

---

 

✍️ Penutup

 

Nadiem Makarim adalah simbol generasi muda Indonesia yang berani melakukan terobosan dalam pendidikan. Menjeratnya dengan tuduhan korupsi tanpa bukti kuat hanya akan membunuh inovasi dan membuat para pemimpin lain takut mengambil kebijakan progresif. Kami percaya bahwa kebenaran akan terungkap, dan keadilan harus ditegakkan untuk siapapun.

avatar of the starter
Bung SyafrinPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi