Save Cadika Limbung: Tolak Alih Fungsi Buper Cadika Gowa

Save Cadika Limbung: Tolak Alih Fungsi Buper Cadika Gowa

Penandatangan terbaru:
Ibnu Qayyim dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada:
Bupati Kabupaten Gowa, DPRD Kabupaten Gowa, serta seluruh pihak terkait

Bumi Perkemahan Cadika HM. Yasin Limpo di Limbung bukan sekadar hamparan lahan atau aset daerah biasa. Cadika adalah ruang pendidikan karakter, ruang kaderisasi generasi muda, ruang tumbuh kepemimpinan, kedisiplinan, solidaritas, nasionalisme, dan pengabdian sosial yang telah hidup dalam memori kolektif masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan selama bertahun-tahun.

Di tempat inilah ribuan anggota Gerakan Pramuka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, cinta tanah air, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan melalui pendidikan berbasis pengalaman dan alam terbuka. Cadika telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan karakter generasi muda lintas zaman.

Kami memahami dan mendukung setiap upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan, termasuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, pembangunan pendidikan tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan ruang pendidikan karakter yang telah lama tumbuh dan berfungsi bagi masyarakat.

Alih fungsi Buper Cadika menjadi kawasan pembangunan permanen berpotensi:

  • Menghilangkan fungsi utama Cadika sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter
  • Mengurangi ruang terbuka pembinaan generasi muda dan kegiatan kepemudaan
  • Menghilangkan nilai historis, sosial, dan emosional yang melekat pada kawasan Cadika
  • Menggeser identitas Cadika sebagai pusat kaderisasi kepemimpinan generasi muda
  • Mengurangi ruang pembelajaran berbasis alam, kolaborasi sosial, dan pembentukan soft skills generasi muda

Cadika bukan hanya tentang bangunan atau lahan. Cadika adalah ekosistem pendidikan karakter yang telah hidup, tumbuh, dan membentuk banyak generasi.

Dalam dunia pendidikan modern, keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kepemimpinan, empati sosial, ketahanan mental, disiplin, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai inilah yang selama ini tumbuh melalui aktivitas kepramukaan di Buper Cadika.

Kami percaya pendidikan formal dan pendidikan karakter bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya seharusnya saling melengkapi demi pembangunan manusia yang utuh.

Karena itu, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan solusi yang bijaksana, partisipatif, dan berkelanjutan tanpa harus menghilangkan fungsi utama Buper Cadika.

Kami Menuntut:

  1. Mengkaji ulang rencana alih fungsi Bumi Perkemahan Cadika Gowa menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
  2. Mempertahankan fungsi utama Buper Cadika sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter generasi muda.
  3. Membuka ruang dialog dan partisipasi publik bersama Gerakan Pramuka, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, alumni, dan masyarakat umum.
  4. Melakukan kajian sosial, pendidikan, ekologis, dan tata ruang secara transparan dan komprehensif sebelum mengambil keputusan.
  5. Mencari lokasi alternatif pembangunan Sekolah Rakyat yang tidak mengorbankan ruang pendidikan karakter dan ruang publik masyarakat.

Kami percaya bahwa daerah yang maju bukan hanya daerah yang mampu membangun gedung, tetapi juga daerah yang mampu menjaga ruang pembinaan karakter generasi mudanya.

Menjaga Cadika bukan berarti menolak pendidikan. Menjaga Cadika berarti menjaga keseimbangan pembangunan manusia, menjaga sejarah, menjaga ruang kaderisasi, dan menjaga masa depan generasi muda Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan.

Save Cadika. Save Pendidikan Karakter. Save Masa Depan Generasi Muda.

___

Tandatangani petisi ini dan suarakan bersama:
Cadika untuk Generasi Bangsa, bukan untuk dialihfungsikan.

avatar of the starter
Fitri RachmawatiPembuka Petisi

441

Penandatangan terbaru:
Ibnu Qayyim dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kepada:
Bupati Kabupaten Gowa, DPRD Kabupaten Gowa, serta seluruh pihak terkait

Bumi Perkemahan Cadika HM. Yasin Limpo di Limbung bukan sekadar hamparan lahan atau aset daerah biasa. Cadika adalah ruang pendidikan karakter, ruang kaderisasi generasi muda, ruang tumbuh kepemimpinan, kedisiplinan, solidaritas, nasionalisme, dan pengabdian sosial yang telah hidup dalam memori kolektif masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan selama bertahun-tahun.

Di tempat inilah ribuan anggota Gerakan Pramuka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, cinta tanah air, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan melalui pendidikan berbasis pengalaman dan alam terbuka. Cadika telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan karakter generasi muda lintas zaman.

Kami memahami dan mendukung setiap upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan, termasuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, pembangunan pendidikan tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan ruang pendidikan karakter yang telah lama tumbuh dan berfungsi bagi masyarakat.

Alih fungsi Buper Cadika menjadi kawasan pembangunan permanen berpotensi:

  • Menghilangkan fungsi utama Cadika sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter
  • Mengurangi ruang terbuka pembinaan generasi muda dan kegiatan kepemudaan
  • Menghilangkan nilai historis, sosial, dan emosional yang melekat pada kawasan Cadika
  • Menggeser identitas Cadika sebagai pusat kaderisasi kepemimpinan generasi muda
  • Mengurangi ruang pembelajaran berbasis alam, kolaborasi sosial, dan pembentukan soft skills generasi muda

Cadika bukan hanya tentang bangunan atau lahan. Cadika adalah ekosistem pendidikan karakter yang telah hidup, tumbuh, dan membentuk banyak generasi.

Dalam dunia pendidikan modern, keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kepemimpinan, empati sosial, ketahanan mental, disiplin, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai inilah yang selama ini tumbuh melalui aktivitas kepramukaan di Buper Cadika.

Kami percaya pendidikan formal dan pendidikan karakter bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya seharusnya saling melengkapi demi pembangunan manusia yang utuh.

Karena itu, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan solusi yang bijaksana, partisipatif, dan berkelanjutan tanpa harus menghilangkan fungsi utama Buper Cadika.

Kami Menuntut:

  1. Mengkaji ulang rencana alih fungsi Bumi Perkemahan Cadika Gowa menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
  2. Mempertahankan fungsi utama Buper Cadika sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter generasi muda.
  3. Membuka ruang dialog dan partisipasi publik bersama Gerakan Pramuka, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, alumni, dan masyarakat umum.
  4. Melakukan kajian sosial, pendidikan, ekologis, dan tata ruang secara transparan dan komprehensif sebelum mengambil keputusan.
  5. Mencari lokasi alternatif pembangunan Sekolah Rakyat yang tidak mengorbankan ruang pendidikan karakter dan ruang publik masyarakat.

Kami percaya bahwa daerah yang maju bukan hanya daerah yang mampu membangun gedung, tetapi juga daerah yang mampu menjaga ruang pembinaan karakter generasi mudanya.

Menjaga Cadika bukan berarti menolak pendidikan. Menjaga Cadika berarti menjaga keseimbangan pembangunan manusia, menjaga sejarah, menjaga ruang kaderisasi, dan menjaga masa depan generasi muda Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan.

Save Cadika. Save Pendidikan Karakter. Save Masa Depan Generasi Muda.

___

Tandatangani petisi ini dan suarakan bersama:
Cadika untuk Generasi Bangsa, bukan untuk dialihfungsikan.

avatar of the starter
Fitri RachmawatiPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi