Revisi dan Turunkan Passing Grade Tes Potensi Kognitif Dalam Ujian Seleksi Manajer KDKMP

Penandatangan terbaru:
Wowo Gblk dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Ditujukan Kepada:

1. Presiden Republik Indonesia

2. Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia

3. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)

4. Kementerian dan Instansi Pemerintah Terkait Seleksi Manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

 

Latar Belakang

Kami, para peserta Seleksi Manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, menyatakan keberatan yang mendalam terhadap penetapan ambang batas (passing grade) ujian kognitif sebesar 110

 Berdasarkan evaluasi pelaksanaan ujian di lapangan, kami menemukan berbagai kendala teknis dan metodologis yang merugikan hak-hak peserta untuk mendapatkan penilaian yang adil dan transparan.

Poin Keberatan Utama

Melalui petisi ini, kami menyoroti empat alasan krusial mengapa standar penilaian saat ini harus diubah

Rasio Waktu dan Beban Soal yang Tidak Manusiawi

Peserta diwajibkan menyelesaikan 50 butir soal dalam waktu hanya 7 menit, untuk satu subtes. Secara matematis, peserta hanya memiliki waktu sekitar 8,4 detik per soal, Waktu ini sangat tidak mencukupi bahkan untuk sekadar membaca soal secara utuh, apalagi melakukan penalaran kognitif yang mendalam.

Totalitas Ujian yang Tidak Rasional

 Mengerjakan total 228 butir soal yang terbagi dalam 6 subtes dengan total waktu 42 menit, merupakan beban kerja kognitif yang di luar batas kewajaran untuk proses seleksi manajer tingkat desa/kelurahan.

Gangguan Teknis dan Error Sistem

Terjadi malfungsi pada sistem komputer di berbagai titik lokasi ujian. Banyak peserta melaporkan bahwa jawaban yang telah dipilih (misalnya Opsi A) berubah secara otomatis menjadi opsi lain (misalnya Opsi C) saat menekan tombol simpan atau lanjut. Hal ini murni kegagalan sistem yang secara langsung memangkas nilai peserta.

Tingkat Kelulusan yang Sangat Rendah

Akibat kombinasi antara *passing grade* yang tinggi dan kendala teknis di atas, mayoritas peserta dinyatakan tidak lolos. Jika hal ini dibiarkan, program penguatan ekonomi desa melalui koperasi ini terancam gagal karena kekurangan sumber daya manusia akibat sistem filtrasi yang cacat.

Tuntutan Kami

Berdasarkan poin-poin di atas, kami memohon kepada Bapak Presiden dan kementerian/lembaga terkait untuk:

1.  Menurunkan Passing Grade Ujian Kognitif dari 110 menjadi 80 atau 85. Angka ini dinilai lebih akomodatif dan realistis mengingat kendala teknis yang terjadi selama ujian.
2.  Melakukan Audit Sistem IT Penyelenggara.

Hal ini Untuk memastikan tidak ada peserta yang dirugikan oleh kesalahan input sistem (glitch)

3.  Memberikan Kebijakan Afirmasi.

Memberikan kebijakan bagi peserta yang terdampak error sistem agar mendapatkan penilaian ulang atau penyesuaian skor secara adil.

Penutup

Koperasi adalah soko guru ekonomi rakyat. Kami memiliki semangat untuk membangun desa, namun semangat tersebut janganlah dipadamkan oleh sistem seleksi yang tidak akurat dan teknis yang tidak memadai. Kami berharap pemerintah dapat bertindak bijaksana demi keberlanjutan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

---
Hormat Kami, Seluruh Peserta dan Masyarakat Peduli Koperasi Indonesia

 

avatar of the starter
Ryan DalungPembuka Petisi

503

Penandatangan terbaru:
Wowo Gblk dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Ditujukan Kepada:

1. Presiden Republik Indonesia

2. Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia

3. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)

4. Kementerian dan Instansi Pemerintah Terkait Seleksi Manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

 

Latar Belakang

Kami, para peserta Seleksi Manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, menyatakan keberatan yang mendalam terhadap penetapan ambang batas (passing grade) ujian kognitif sebesar 110

 Berdasarkan evaluasi pelaksanaan ujian di lapangan, kami menemukan berbagai kendala teknis dan metodologis yang merugikan hak-hak peserta untuk mendapatkan penilaian yang adil dan transparan.

Poin Keberatan Utama

Melalui petisi ini, kami menyoroti empat alasan krusial mengapa standar penilaian saat ini harus diubah

Rasio Waktu dan Beban Soal yang Tidak Manusiawi

Peserta diwajibkan menyelesaikan 50 butir soal dalam waktu hanya 7 menit, untuk satu subtes. Secara matematis, peserta hanya memiliki waktu sekitar 8,4 detik per soal, Waktu ini sangat tidak mencukupi bahkan untuk sekadar membaca soal secara utuh, apalagi melakukan penalaran kognitif yang mendalam.

Totalitas Ujian yang Tidak Rasional

 Mengerjakan total 228 butir soal yang terbagi dalam 6 subtes dengan total waktu 42 menit, merupakan beban kerja kognitif yang di luar batas kewajaran untuk proses seleksi manajer tingkat desa/kelurahan.

Gangguan Teknis dan Error Sistem

Terjadi malfungsi pada sistem komputer di berbagai titik lokasi ujian. Banyak peserta melaporkan bahwa jawaban yang telah dipilih (misalnya Opsi A) berubah secara otomatis menjadi opsi lain (misalnya Opsi C) saat menekan tombol simpan atau lanjut. Hal ini murni kegagalan sistem yang secara langsung memangkas nilai peserta.

Tingkat Kelulusan yang Sangat Rendah

Akibat kombinasi antara *passing grade* yang tinggi dan kendala teknis di atas, mayoritas peserta dinyatakan tidak lolos. Jika hal ini dibiarkan, program penguatan ekonomi desa melalui koperasi ini terancam gagal karena kekurangan sumber daya manusia akibat sistem filtrasi yang cacat.

Tuntutan Kami

Berdasarkan poin-poin di atas, kami memohon kepada Bapak Presiden dan kementerian/lembaga terkait untuk:

1.  Menurunkan Passing Grade Ujian Kognitif dari 110 menjadi 80 atau 85. Angka ini dinilai lebih akomodatif dan realistis mengingat kendala teknis yang terjadi selama ujian.
2.  Melakukan Audit Sistem IT Penyelenggara.

Hal ini Untuk memastikan tidak ada peserta yang dirugikan oleh kesalahan input sistem (glitch)

3.  Memberikan Kebijakan Afirmasi.

Memberikan kebijakan bagi peserta yang terdampak error sistem agar mendapatkan penilaian ulang atau penyesuaian skor secara adil.

Penutup

Koperasi adalah soko guru ekonomi rakyat. Kami memiliki semangat untuk membangun desa, namun semangat tersebut janganlah dipadamkan oleh sistem seleksi yang tidak akurat dan teknis yang tidak memadai. Kami berharap pemerintah dapat bertindak bijaksana demi keberlanjutan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

---
Hormat Kami, Seluruh Peserta dan Masyarakat Peduli Koperasi Indonesia

 

avatar of the starter
Ryan DalungPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Kementerian koperasi
Kementerian koperasi
Prabowo
Prabowo
PRESIDEN INDONESIA

Perkembangan Terakhir Petisi