Atualização do abaixo-assinadoDUKUNG GERAKAN PEMBEBASAN VISA UNTUK WNI
Lobi Bebas Visa ke Tiongkok: Menpar sudah Oke

BebasVisaID (Free-visa for Indonesian Citizens)Jakarta, Indonésia
16 de fev. de 2015
Jakarta - Kebijakan bebas visa ke China semakin mendekati kenyataan. Kebijakan resiprokal antara Indonesia dan China sudah disepakati menteri pariwisata kedua negara. Tinggal kesepakatan antar menteri luar negeri.
Indonesia akan membebaskan visa turis China ke Indonesia. Tapi kebijakan ini berlaku resiprokal. China juga harus membebaskan visa turis Indonesia ke Tiongkok. Kebijakan bebas visa ini kini menunggu lobi antar menlu.
"Kalau China, pada level Menpar sudah setuju. Tadi sudah ketemu ibu Menlu, nanti tugas ibu Menlu untuk dekati Menlu China," ujar Menpar Arief Yahya setelah Rapat Kabinet Terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015).
Menurut Arief, pembebasan visa merupakan cara paling cepat untuk meningkatkan kunjungan wisman, termasuk yang berasal dari China. Kebijakan bebas visa ini tentunya akan mempermudah proses masuknya banyak turis China karena selama ini memang perwakilan Republik Rakyat China (RRC) baru ada 3 di Indonesia.
"Kita bisa bayangkan kalau wisman China tidak bebas visa, RRC perwakilan Indonesia hanya ada 3 kota. Sekarang sudah bagus dengan visa on arrival. Tapi masih harus antri 1-2 jam, visa bayar US$ 25 (Rp 318.000)," kata Arief.
Arief menjelaskan bahwa pembebasan visa tetap akan menguntungkan negara. Walaupun kehilangan biaya pembuatan visa, setiap wisman paling tidak akan menghabiskan sedikitnya US$ 1.200 (Rp 15 juta) selama berlibur di Indonesia.
"Tapi setiap wisman spending paling sedikit US$ 1.200. Dari sisi ekonomi harusnya tidak ada masalah," tuturnya.
Sebelumnya, Arief merencanakan bebas visa untuk turis dari 5 negara yaitu China, Jepang, Rusia, Korea Selatan dan Autralia. Namun, jumlah negara akan mengerucut menjadi 4 karena Australia memberlakukan kebijakan universal visa. Sedangkan pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan resiprokal (timbal balik).
"Kita harapkan 4 negara, jadi bukan 5. Karena Australia itu berlangsung universal, kita resiprokal. Kalau kita mau bebaskan suatu negara, maka harus resiprokal. Maka tidak ketemu antara kita dengan Australia," pungkasnya.
source : http://travel.detik.com/read/2015/02/16/170328/2834629/1382/lobi-bebas-visa-ke-china-menpar-oke-bola-ada-di-menlu
Copiar link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
E-mail
X