Re-evaluate the 5TB FUP Starlink for community networks

240

Ayo dapatkan 500 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Re-evaluate the 5TB FUP Starlink for Community Networks Bridging the Digital Divide in Indonesia's Rural Areas

​To: Elon Musk and the Starlink Policy Team,

​Starlink was built on the extraordinary vision of connecting the unconnected. In Indonesia, your technology is doing exactly that—bringing light to isolated islands, remote villages, and deeply marginalized communities (3T regions) that traditional ISPs have abandoned for decades.

​However, the recent enforcement of the 5TB Fair Usage Policy (FUP) on standard plans is inadvertently cutting the lifeline of the poorest populations in these regions.

​Here is the reality on the ground: The average rural Indonesian family cannot afford personal Starlink hardware or individual monthly subscriptions. To survive, villages rely on local grassroots network facilitators (known locally as RT RW Net or Community Internet Kiosks). These micro-providers pool resources to purchase one Starlink kit, sharing the connection via local access points so that farmers, rural students, and small vendors can access the internet for pennies a day.

​We understand the necessity of network management and the reasoning behind preventing commercial abuse on residential plans. However, demanding these micro-community networks upgrade to Enterprise/Priority plans is economically impossible. The revenue generated in these marginalized villages does not even cover a fraction of the Priority tier's cost.

​By strictly enforcing the 5TB limit without an alternative community framework, the individuals who lose access are not wealthy commercial abusers—they are the marginalized children trying to access educational materials and rural clinics needing basic communication.

​Our Proposal:

We are not asking for unlimited commercial exploitation. We are asking Starlink to recognize these grassroots community networks as allies in your mission. We urge Starlink to:

​Create a "Community/Village Plan" specifically tailored for developing nations, offering higher FUP thresholds (e.g., 10TB-15TB) at an intermediate, accessible price point.
​Implement an Exemption or Verification System for proven rural community providers operating in designated blank-spot areas, allowing them to serve their villages without aggressive throttling.
​Help us keep the unconnected connected. Do not let a policy designed for first-world residential management extinguish the digital awakening of the developing world.

​"We respectfully implore you to take immediate action in re-evaluating this policy. The digital future of thousands of isolated communities hangs in the balance with every passing day. We are not asking for a handout, but for a sustainable, realistic partnership. We stand ready to collaborate with Starlink to find a model that protects your network's integrity while preserving the fragile digital lifeline of our rural populations. Thank you for your time, your visionary leadership, and your continued commitment to bridging the global digital divide."

 

Evaluasi Kebijakan FUP 5TB Starlink yang Mematikan Akses Internet Masyarakat Desa di Indonesia

​Starlink hadir dengan visi luar biasa: menghubungkan mereka yang tak terjangkau. Di Indonesia, teknologi ini telah membawa terang bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang selama puluhan tahun diabaikan oleh provider internet konvensional.

​Namun, penerapan kebijakan Fair Usage Policy (FUP) 5TB pada paket standar baru-baru ini secara tidak langsung memutus urat nadi komunikasi masyarakat miskin di daerah tersebut.

​Realita di lapangan: Keluarga di pelosok desa tidak mampu membeli perangkat Starlink secara individu atau membayar biaya bulanan secara mandiri. Satu-satunya cara mereka bisa online adalah melalui inisiatif penggiat jaringan lokal (RT RW Net/Warung Internet). Para penggiat ini patungan membeli satu perangkat dan membagikannya secara eceran murah, sehingga anak sekolah, petani, dan nelayan bisa menikmati internet dengan biaya sangat terjangkau.

​Kami memahami bahwa Starlink perlu menjaga kualitas jaringan dan mencegah penyalahgunaan paket rumahan. Namun, memaksa warung internet desa untuk beralih ke paket Priority/Bisnis sangatlah tidak relevan dan mustahil secara ekonomi.

​Jika batas 5TB ini dipaksakan, yang menjadi korban bukanlah korporasi besar, melainkan anak-anak desa yang butuh akses pendidikan dan warga yang butuh komunikasi dasar.

​Tuntutan Kami:

Kami tidak meminta akses tanpa batas untuk eksploitasi komersial. Kami meminta Starlink melihat penggiat jaringan desa sebagai mitra. Kami mendesak Starlink untuk:

​Merilis "Paket Komunitas/Desa" khusus untuk negara berkembang dengan batas FUP yang lebih realistis (misal 10TB-15TB) dan harga pertengahan yang masih terjangkau oleh ekonomi desa.

​Membuka Sistem Verifikasi bagi penyedia internet komunitas di daerah blank spot, agar mereka bisa tetap melayani masyarakat tanpa terkena pembatasan kecepatan yang ekstrem.

​Mari bersama-sama menjaga agar mereka yang baru saja terhubung, tidak kembali terisolasi.

​"Dengan segala kerendahan hati namun menjunjung tinggi nilai keadilan, kami memohon agar evaluasi terhadap kebijakan ini dapat dilakukan sesegera mungkin. Setiap hari yang berlalu tanpa solusi yang realistis akan memutus harapan ribuan masyarakat desa yang baru saja merasakan kemerdekaan digital. Kami tidak menuntut kebebasan tanpa batas, melainkan sebuah kemitraan yang berkelanjutan. Kami siap bekerja sama menemukan model yang menjaga integritas jaringan Starlink sekaligus melindungi urat nadi komunikasi di pelosok negeri. Terima kasih atas waktu, kebijaksanaan, dan komitmen Anda untuk mewujudkan dunia yang benar-benar terhubung."

avatar of the starter
Starlink AsmatPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi