
Terimakasih dukungannya
Mungkin banyak yang ga paham maksud saya
Namun secara singkat intinya, kita ditipu (dibujuk) dibuat ga tahan, untuk membeli dan menikmati barang murah dari China.
Padahal murahnya produk mereka diakibatkan :
1. Menghindari Pajak
2. Mengurus Perijinan (Tidak menghargai Pemerintah)
3. Kerja paksa? Gaji murah di China?
4. Kebijakan dumping (buang sampah ke Indonesia) barang berlimpah dari negara asal
Dan ujung2nya kita nikmat sekarang, namun lama2 semua pabrik dan UMKM tutup dan semua kantor2 maupun pabrik tutup.
Mao kerja di mana? Kerja Apa? Cari duit apa?
Sekarang mungkin anda nyaman dengan gaji 100jt per bulan, 500jt sebulan.
Liat dalam 5 tahun ke depan. Percaya ga? Kalau anda bisa jadi pengemis?
Silahkan dipikirkan apa akibat negara tergantung total pada negara lain? Dan selalu import (Belanja tapi ga kerja).. Besar Pasak dari Tiang.
Banyak sudah contoh negara di dunia bangkrut akibat ini, dan terpaksa menjadi "Koloni" baru Negara RRC
Sebagai catatan : Tidak ada rasisme di sini, saya sendiri sempat berstatus "WNI Keturunan Cina" sebelum oleh Gus Dur kemudian Pak SBY dirubah perlahan menjadi Tionghua.
Dan juga budaya2 saya, nama Chinese saya dapat digunakan.
Tapi saya selalu percaya (walau banyak kesempatan untuk emigrasi ke Luar Negari), WN asli Indonesia, baik dan tidak mendiskriminasi saya.
Banyak saling menolong dan semua tentang diskriminasi hanya bentuk dari manifestasi Politik.