Prioritaskan MBG Pada Yang Lebih Butuh! SELAMATKAN Anak Indonesia

Masalahnya

Anak SD Bunuh Diri lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Tamparan bagi Negara (kompas.id)

"Tiap pulang sekolah itu lapar," ucap Philipus Jio, Kepala Desa Batajawa (KOMPASTV) 

Anak SD NTT yang Bunuh Diri Harus Bayar Uang Sekolah Rp1,2 Juta (cnnindonesia)

Demikian secuplik kisah tragedi di tanggal 29 Januari 2026. Tak berapa lama sesudah kasus diatas, ada juga seorang mahasiswi terpaksa (klik) mencuri karena tidak punya uang untuk makan (IG lensa_polri).

Berbagai tautan diatas klik ARTIKEL: Ekonom: MBG 8 Trilliun Cukup. Bill Gates: Fokus Stunting

Program Makan Bergizi Gratis-termasuk distribusi dan prioritasnya- semakin menjadi pertanyaan, sementara sekolah swasta berbayar mahal di Jakarta sudah beberapa bulan mendapatkan MBG.

Klik Berbagai Konten Kronologi & Kritik MBG
RATUSAN TRILIUN pertahun adalah jumlah yang sangat besar untuk MBG yang dipukul rata bagi seluruh siswa, termasuk siswa mampu. Banyak masalah pendidikan yang sudah berlangsung lama & perlu PERHATIAN, PENANGANAN & ANGGARAN.

 

 

 

 

Klik video dari gambar di atas (Agustus 2025): Kondisi Sekolah di Jawa Barat. Bagaimana Dengan Daerah Lain? 

MASIH BANYAK:

  • Gaji guru yang minim, kurangnya kompetensi guru sampai kebutuhan guru di area tertentu
  • Anak putus atau tidak sekolah 
  • Gedung rusak, kebutuhan sarana dan prasarana sekolah

Banyak lagi permasalahan pendidikan lainnya (kurikulum kurang maksimal, karakter buruk, ketimpangan kualitas pendidikan, akses internet-digitalisasi desa/daerah terpencil, sanitasi di sekolah, pendidikan pola asuh orangtua siswa, edukasi dan aksi pengalihan ketergantungan gawai DLL)

 

 

 

 

Klik video dari gambar di atas (Agustus 2025): Jutaan Anak Putus & Tidak Sekolah

Kenyataan di lapangan, sebelum era MBG, kekurangan makan bagi siswa bukan menjadi masalah yang (banyak) timbul di masyarakat. Bantuan keluarga miskin, termasuk bantuan pangan & gizi bisa diberikan melalui program keluarga harapan/PKH, bantuan pangan non tunai/BPNT).

Peningkatan gizi tentu akan menentukan kesehatan manusia, namun tanpa ditunjang dengan sistem, sarana, prasarana, kompetensi guru, kurikulum yang efektif optimal, daya pikir dan karakter siswa, guru dan orangtua yang baik, maka peningkatan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang baik, tidak akan atau sulit sekali tercapai.

 

 

 

 

Dapur-dapur MBG nyatanya hanya bisa dibuka oleh pengusaha yang mempunyai modal ratusan juta sampai milyaran rupiah, dimana keberadaannya berdampak pada UMKM makanan yang ada di kantin dan sekitar sekolah yang biasanya menyediakan kebutuhan makanan minuman bagi siswa. Seperti memakan buah simalakama, membuka lapangan pekerjaan baru namun perlahan meruntuhkan usaha rakyat kecil yang telah lama ada.

Maka kami mengajak anda menyuarakan UBAH KONSEP MBG hanya bagi yang benar-benar butuh atau daerah tertentu saja dimana masih tinggi prosentase rakyat miskin. Bila siswa penerima manfaat tidak banyak, pengelolaan nya bisa lewat kantin tiap sekolah atau UMKM di sekitar sekolah. Orangtua siswa penerima manfaat bisa membentuk kelompok untuk melakukan pengawasan. Ini akan lebih efektif karena merekalah yang menerima manfaat. 

Dengan demikian berbagai permasalahan pendidikan lain akan mendapatkan lebih banyak perhatian, penanganan dan anggaran, sehingga pendidikan dan Sumber Daya Manusia di Indonesia lebih berkualitas dan lebih tinggi kemungkinan tercapainya Indonesia Emas. 

Sekali lagi:

  • Perhatikan kebutuhan di dunia pendidikan lainnya. Selesaikan berbagai masalah lama yang belum tertangani
  • MBG harus menyesuaikan kondisi anggaran dan kebutuhan lain, sehingga kualitas pendidikan dan siswa berkualitas tercapai maksimal menuju Indonesia Emas.
  • Prioritaskan MBG pada yang benar-benar membutuhkan.

Klik Contoh Refleksi Kurikulum
Klik Pendidikan, Guru & Siswa

PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN & PEMERINTAH HARUS BERBESAR HATI MENGUBAH KONSEP MBG UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA

avatar of the starter
RBeBe/Rumah Belajar Bersama | A. Roni. KPembuka Petisi2007 menjalankan kursus dan pelatihan My Right Education (myrighteducation.com). 2019 menjalankan Rumah Belajar Bersama (rbebe.id). Mempunyai latar belakang pendidikan seni dan psikologi.

238

Masalahnya

Anak SD Bunuh Diri lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Tamparan bagi Negara (kompas.id)

"Tiap pulang sekolah itu lapar," ucap Philipus Jio, Kepala Desa Batajawa (KOMPASTV) 

Anak SD NTT yang Bunuh Diri Harus Bayar Uang Sekolah Rp1,2 Juta (cnnindonesia)

Demikian secuplik kisah tragedi di tanggal 29 Januari 2026. Tak berapa lama sesudah kasus diatas, ada juga seorang mahasiswi terpaksa (klik) mencuri karena tidak punya uang untuk makan (IG lensa_polri).

Berbagai tautan diatas klik ARTIKEL: Ekonom: MBG 8 Trilliun Cukup. Bill Gates: Fokus Stunting

Program Makan Bergizi Gratis-termasuk distribusi dan prioritasnya- semakin menjadi pertanyaan, sementara sekolah swasta berbayar mahal di Jakarta sudah beberapa bulan mendapatkan MBG.

Klik Berbagai Konten Kronologi & Kritik MBG
RATUSAN TRILIUN pertahun adalah jumlah yang sangat besar untuk MBG yang dipukul rata bagi seluruh siswa, termasuk siswa mampu. Banyak masalah pendidikan yang sudah berlangsung lama & perlu PERHATIAN, PENANGANAN & ANGGARAN.

 

 

 

 

Klik video dari gambar di atas (Agustus 2025): Kondisi Sekolah di Jawa Barat. Bagaimana Dengan Daerah Lain? 

MASIH BANYAK:

  • Gaji guru yang minim, kurangnya kompetensi guru sampai kebutuhan guru di area tertentu
  • Anak putus atau tidak sekolah 
  • Gedung rusak, kebutuhan sarana dan prasarana sekolah

Banyak lagi permasalahan pendidikan lainnya (kurikulum kurang maksimal, karakter buruk, ketimpangan kualitas pendidikan, akses internet-digitalisasi desa/daerah terpencil, sanitasi di sekolah, pendidikan pola asuh orangtua siswa, edukasi dan aksi pengalihan ketergantungan gawai DLL)

 

 

 

 

Klik video dari gambar di atas (Agustus 2025): Jutaan Anak Putus & Tidak Sekolah

Kenyataan di lapangan, sebelum era MBG, kekurangan makan bagi siswa bukan menjadi masalah yang (banyak) timbul di masyarakat. Bantuan keluarga miskin, termasuk bantuan pangan & gizi bisa diberikan melalui program keluarga harapan/PKH, bantuan pangan non tunai/BPNT).

Peningkatan gizi tentu akan menentukan kesehatan manusia, namun tanpa ditunjang dengan sistem, sarana, prasarana, kompetensi guru, kurikulum yang efektif optimal, daya pikir dan karakter siswa, guru dan orangtua yang baik, maka peningkatan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia yang baik, tidak akan atau sulit sekali tercapai.

 

 

 

 

Dapur-dapur MBG nyatanya hanya bisa dibuka oleh pengusaha yang mempunyai modal ratusan juta sampai milyaran rupiah, dimana keberadaannya berdampak pada UMKM makanan yang ada di kantin dan sekitar sekolah yang biasanya menyediakan kebutuhan makanan minuman bagi siswa. Seperti memakan buah simalakama, membuka lapangan pekerjaan baru namun perlahan meruntuhkan usaha rakyat kecil yang telah lama ada.

Maka kami mengajak anda menyuarakan UBAH KONSEP MBG hanya bagi yang benar-benar butuh atau daerah tertentu saja dimana masih tinggi prosentase rakyat miskin. Bila siswa penerima manfaat tidak banyak, pengelolaan nya bisa lewat kantin tiap sekolah atau UMKM di sekitar sekolah. Orangtua siswa penerima manfaat bisa membentuk kelompok untuk melakukan pengawasan. Ini akan lebih efektif karena merekalah yang menerima manfaat. 

Dengan demikian berbagai permasalahan pendidikan lain akan mendapatkan lebih banyak perhatian, penanganan dan anggaran, sehingga pendidikan dan Sumber Daya Manusia di Indonesia lebih berkualitas dan lebih tinggi kemungkinan tercapainya Indonesia Emas. 

Sekali lagi:

  • Perhatikan kebutuhan di dunia pendidikan lainnya. Selesaikan berbagai masalah lama yang belum tertangani
  • MBG harus menyesuaikan kondisi anggaran dan kebutuhan lain, sehingga kualitas pendidikan dan siswa berkualitas tercapai maksimal menuju Indonesia Emas.
  • Prioritaskan MBG pada yang benar-benar membutuhkan.

Klik Contoh Refleksi Kurikulum
Klik Pendidikan, Guru & Siswa

PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN & PEMERINTAH HARUS BERBESAR HATI MENGUBAH KONSEP MBG UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA

avatar of the starter
RBeBe/Rumah Belajar Bersama | A. Roni. KPembuka Petisi2007 menjalankan kursus dan pelatihan My Right Education (myrighteducation.com). 2019 menjalankan Rumah Belajar Bersama (rbebe.id). Mempunyai latar belakang pendidikan seni dan psikologi.
Dukung sekarang

238


Pengambil Keputusan

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia
Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 16 September 2025