Usut Tuntas kematian 5 Anak Bangsa Aksi Reformasi Dikorupsi September 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 75.000.


Bagus Putra Mahendra, Immawan Randy, Maulana Suryadi, Akbar Alamsyah dan Muhammad Yusuf Kardawi. Kelima anak bangsa (satu di antaranya masih SMA) menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi pada aksi #reformasidikorupsi 24-30 September 2019.

14 Oktober kemarin saya dan emak-emak melakukan aksi di depan Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat. Puisi ini saya bacakan disana.

Sepatu itu menginjak-injak kepalamu. 

Pentungan itu memukul badanmu. 

Peluru itu menembus kepalamu. 

Tangan-tangan aparat itu menyiksamu. 

Di baju mereka ada tetesan darahmu.

Anakku sayang, sakitmu adalah sakit ibu. 

Lukamu adalah luka ibu. Sakit dan lukaku adalah duka bangsamu. 

Kami tidak mau kebrutalan polisi yang berujung kriminalisasi dan kematian anak, saudara, keponakan kami berlanjut terus dan tidak diselesaikan negara

Banyak teka-teki penyebab kematian kelima anak bangsa tersebut yang belum terpecahkan.

Maulana Suryadi disebut Polisi meninggal akibat terkena gas air mata dan asma. Tapi, di bagian belakang tubuh nya banyak luka pukul. Darah bahkan kerap keluar dari telinga dan hidung. Ada pembengkakan pembuluh darah di bagian leher nya. Lalu apa penyebab kematian yang sebenarnya? Masih tanda tanya. 

Bagus Putra Mahendra, siswa kelas IX SMA Ajihad, Jakarta. Bagus meninggal karena ditabrak kontainer Polisi. Polisi bilang tidak ada unsur kesengajaan dan murni kecelakaan. Lalu apa sanksi bagi polisi yang menabrak Bagus? Belum ada konfirmasi sampai sekarang.

Muhammad Yusuf Kardawi dan Immawan Randy meninggal akibat luka tembak yang mengakibatkan pendarahan di kepala. Siapa yang menembak? Belum ada jawaban sampai sekarang.

Terakhir, Akbar Almasyah. 25 September Akbar dinyatakan hilang. 27 September 2019 pihak keluarga mendatangi Polres Jakarta Barat. Petugas bilang Akbar tidak bisa ditemui dan bilang kalau Akbar dirawat di rumah sakit Pelni sejak tanggal 26 September 2019. 

Keluarga lalu pergi ke Rumah sakit Pelni ternyata Akbar udah dirujuk ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati. Waktu mendatangi Rumah Sakit Polri, keluarga sulit menjenguk Akbar karena udah lewat jam besuk. Ketika dapat kesempatan menjenguk Akbar,  keluarga malah dikawal ketat pihak kepolisian. Keluarga hampir tidak kenal Akbar. Wajahnya bengkak, matanya lebam, tempurung kepalanya retak dan ginjalnya tidak bisa berfungsi normal sehingga harus cuci darah. Padahal menurut keluarga, Akbar tidak ada riwayat penyakit.

Banyak kejanggalan dari kematian Akbar.

Kabid Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra bilang Akbar terluka akibat jatuh saat menghindari kerusuhan massa dan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, tepatnya di depan pagar gedung DPR RI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono bilang Akbar ditemukan tergeletak di trotoar di kawasan Slipi. Polda lalu menetapkan Akbar sebagai tersangka kerusuhan saat aksi, padahal sebelumnya Ia dikatakan menghindar dari kerusuhan massa. 

Lalu, mana keterangan yang benar?

Ini tidak bisa dibiarkan. Kelima kasus harus diusut tuntas. Mereka masih muda, mereka masa depan bangsa. Orangtua berharap sangat banyak kepada putera mereka dan terpaksa kehilangan harapan ditangan pemerintah.

Mereka hanya menyuarakan keresahan rakyat Indonesia atas kemerosotan demokrasi di Indonesia belakangan ini. Kenapa harus ditembak mati? Kenapa harus dipukuli? Kenapa harus ditabrak? Kenapa dikriminalisasi?

Saya atas nama emak-emak bersuara meminta Presiden Joko Widodo untuk mengusut tuntas kebrutalan oknum Polisi yang menghilangkan nyawa 5 anak bangsa. 

Saya atas nama emak-emak meminta Kapolri Tito Karnavian untuk segera menindak tegas pelaku yang menghilangkan nyawa kelima anak bangsa.

Bantu saya dan emak-emak meminta agar Kemenko Polhukam membuka ke publik perkembangan penyelesaian kasus agar orangtua dan keluarga yang ditinggalkan putranya  tidak hidup dalam tanda tanya karena kehilangan anaknya di usia muda.

Salam, 

Kokom Komalawati

 

Sumber:

Emak-emak #ReformasiDikorupsi Kritik Brutalitas Aparat Tangani Demo

Mahasiswa UHO Yusuf Qardawi Terkena Peluru Tajam di Kepala

Setelah Randi, Satu Lagi Korban Mahasiswa Kendari Meninggal

Teka-teki yang Tersisa dalam Kematian Tiga Pemuda Saat Demo Rusuh di Sekitar DPR...

Kronologi Tewasnya Akbar Alamsyah Pasca Demonstrasi di DPR

Pernyataan Polisi soal Akbar Alamsyah Kerap Berubah, Ini 3 Buktinya...

Dianiaya Hingga Tewas, Akbar Alamsyah Malah Berstatus Tersangka

VIDEO: Suryadi, Korban Tewas saat Demo Mahasiswa

Kisah Yadi, Pedemo di DPR Tewas Usai Ditangkap Polisi