Victory

"Tolak Pabrik Pengolahan Nikel, Save Baluran National Park"

This petition made change with 774 supporters!


Kelestarian taman nasional Baluran yang berada di Kabupaten Situbondo, Jawa timur terancam dengan kehadiran perusahaan pengolahan (smelter) nikel yang berbatasan dengan kawasan taman nasional. Kehadiran pabrik pengolahan nikel itu dikuatirkan akan memberikan dampak buruk kepada kelestarian ekosistem dan satwa liar di Taman Nasional Baluran, baik dampak secara langsung maupun tidak langsung. 

Taman Nasional Baluran yang mempunyai luas 25.000 ha itu merupakan habitat berbagai jenis satwa liar. Tercatat terdapat 155 jenis burung dan 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).

Ditilik dari segi lingkungan, ada beberapa efek negatif di balik keberadaan smelter. Pertama, smelter membutuhkan banyak sekali pasokan listrik dan batubara sebagai bahan bakar proses pengolahan. Proses smelting pun pada akhirnya akan menghasilkan konsentrat mineral, serta produk limbah padat berupa batuan dan gas buang SO2. Saat menguap ke udara, maka senyawa SO2 dapat menyebabkan hujan asam yang jika turun ke tanah akan meningkatkan derajat keasaman tanah dan sumber air sehingga membahayakan kelangsungan hidup vegetasi dan satwa.

Salah satu contoh nyata dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh smelter adalah peristiwa yang terjadi di Norilsk, Rusia. Dulunya kota ini merupakan kompleks smelting logam berat terbesar di dunia. Dalam setahun lebih dari 4 juta ton cadmium, tembaga, timah, nikel, arsenik, selenium, dan zinc terlepas ke udara. Kadar tembaga dan nikel di udara melebihi ambang batas yang diperbolehkan, dan sebagai akibatnya dalam radius 48 km dari smelter, tidak ada satu pohon pun yang bertahan hidup.

Pada manusia dan satwa, semua jenis senyawa nikel juga dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, pneumonia, emphisema, hiperphlasia, dan fibrosis. Selain itu, percobaan laboratorium membuktikan bahwa senyawa nikel dapat menembus dinding plasenta pada mamalia sehingga dapat mempengaruhi perkembangan embrio dengan risiko kematian dan malformasi. Pada eksperimen berbeda yang dilakukan dengan cara menyuntikkan senyawa nikel pada organ-organ tubuh tertentu pada hewan percobaan, didapati munculnya sel-sel kanker akibat mutasi yang dialami oleh jaringan tubuh.

Pantauan organisasi Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) pada akhir Agustus 2014, perusahaan pengolahan nikel itu sudah melakukan pembukaan lahan (land clearing) di lahan yang berbatasan dengan taman nasional Baluran. Kepala Taman Nasional Baluran Emi Endah Suarni kepada PROFAUNA membenarkan isu tentang rencana pendirian pabrik pengolahan nikel itu, namun pihak taman nasional belum tahu tentang amdal-nya. Pihak taman nasional berharap agar pembukaan lahan oleh perusahaan nikel itu harus segera dilakukan pemagaran, sehingga satwa liar yang ada di taman nasional tidak menyebrang ke lahan yang dibuka oleh perusahaan itu.

Mari kita lindungi taman nasional yang dikenal sebagai Africa van Java ini dari kehancuran. Save Baluran National Park!



Today: PROFAUNA Indonesia is counting on you

PROFAUNA Indonesia needs your help with “Presiden RI, Bapak Joko Widodo: "Tolak Pabrik Pengolahan Nikel, Save Baluran National Park"”. Join PROFAUNA Indonesia and 773 supporters today.