
KENAPA MASYARAKAT HARUS BERSUARA UNTUK MENOLAK PEMINDAHAN IBUKOTA NEGARA?
Beberapa tahun terakhir ini, ekonomi kita merosot. Banyak perusahaan yang gulung tikar. Pengangguran makin merajalela. Jumlah angka kemiskinan ga turun-turun. Dihajar lagi oleh pandemi covid. Korban-korban berjatuhan, ekonomi makin ambruk. Hutang makin meroket. Sampe kepala bank dunia mengatakan kepada presiden, Luka RI sangat dalam dan susah sembuh. Dalam situasi ancur-ancuran begini, entah makhluk apa yang datang, membisikan pemerintah untuk pindah ibukota negara. Mimpinya sih ga buruk. Tapi liat-liat dulu dong situasinya. Urus dulu masalah yang ada didepan mata. Pandemi Covid dan krisis ekonomi semestinya mendapat perhatian yang besar.
Pertanyaannya. Kenapa masyarakat harus bersuara untuk menolak pemindahan ibukota negara? ini
1. Situasi lagi krisis. Covid masih merajalela dan ekonomi sedang carut marut. Rakyat sedang menderita. Bila dipaksakan, analoginya seperti Seorang ayah beli rumah mewah saat anak istri sedang sakit dan kelaparan, pake hutang pula. Itu sangat tidak manusiawi dan jauh dari empati. Ayah yang tak bertanggung jawab. Sama sekali tidak mencerminkan semangat Pancasila.
2. Yang sangat mencengangkan, Perancangan Undang-Undang hingga disyahkan menjadi UU selesai hanya dalam kurun waktu 42 hari. Artinya ini tidak dikaji secara mendalam oleh DPR, dan tidak ada ruang bagi publik untuk ikut mengkaji dan menyuarakan aspirasinya. Terkesan lagi kejar tayang, dan terkesan sudah terjadi deal-deal diluar sidang yang membuat anggota DPR ga banyak mikir dan segera ketok palu. Tok Tok TOK. SYah.
3. Bro. Kita sebagai bangsa, harus tepo seliro, tau diri, bahwa kita ga punya duit banyak. Lah wong proyek-proyek infrastruktur dan lain-lain banyak pake utang, udah gitu mangkrak pula kayak kereta cepat yang ga bisa cepat beresnya. Anggaran menggunakan dana hutang yang saat ini sudah menggunung. Mau ditambah lagi. Anak cucu mau diwarisi hutang. Yang bener saja.
4. Banyak sekolah-sekolah yang bangunannya ambruk, belajar jarak jauh masih banyak yang ga punya kuota dan handphone, tambah lagi daerah terpencil yang belum terjangkau akses internet. Kita terancam generasi yang tidak well educated. Jembatan-jembatan banyak yang ambruk. Rumah-rumah kumuh dan tidak layak masih bejibun. Ini mau bangun ibukota megah. Apa ngga salah?
Artinya Mimpinya bagus, tapi belum waktunya. Lah uangnya juga enggak ada. Nyicil hutang luar negeri aja masih kerepotan. Jadi kalo ini dipaksakan maka rakyat akan menderita.
Kapan waktunya kalo mau pindah?
- Kalo kita sudah bisa swasembada pangan
- Kalo rakyat kita sudah tidak kelaparan
- Kalo covid sudah lewat
- Kalo kita sudah tidak tergantung sama negara lain
Nah itu baru ok. Itu Namanya membanggakan. Bikin kota megah, tapi rakyat kelaparan ya ga bisa dibanggakan. Keblinger itu Namanya.
Ini bukan provokasi, ini adalah edukasi, pencerahan agar masyarakat mengerti dan ikut menyelamatkan masa depan negeri melalui petisi pemindahan IKN